Klikduakali.id – Kenaikan harga plastik yang tak kunjung mereda kini semakin memberikan efek domino bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Setelah sebelumnya memukul pedagang di sektor kuliner, seperti penjual keripik tempe, kini imbas harga plastik naik meluas hingga ke pengusaha laundry dan pedagang minuman di berbagai daerah. Berbagai siasat pun dilakukan, termasuk menaikkan harga barang dan jasa demi bertahan dari ancaman kerugian.
Di Sragen, Jawa Tengah, para pengusaha laundry kini harus memutar otak akibat melonjaknya harga plastik kemasan yang menjadi bahan pokok pengemasan hasil cucian. Sukiman, salah satu pengusaha laundry setempat, mengaku terpaksa menaikkan tarif jasanya sebesar Rp1.000 per kilogram.
Berdasarkan data di lapangan, kenaikan harga plastik ini tercatat cukup drastis:
– Plastik Standar (40 x 60 cm): Naik dari Rp23.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
– Plastik Kualitas Premium: Melonjak tajam dari Rp35.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.
“Nah, ini memang plastik ini memang saya mengeluh ya kemarin dari apa Lebaran ya. Lebaran masih harga 23. Sekarang plastik ini ukuran 40×60 sudah Rp35.000,” ungkap Sukiman, Selasa (14/4/2026).
Walaupun kenaikan tarif laundry kepada pelanggan masih terbilang kecil, Sukiman menilai bahwa penyesuaian harga tersebut adalah satu-satunya jalan penyelamat agar roda usahanya tetap berputar tanpa harus menanggung rugi.
Tekanan harga bahan baku plastik juga dirasakan secara langsung oleh pedagang minuman yang sangat bergantung pada cup plastik sebagai wadah produknya. Tri Murtini, seorang pedagang es, membenarkan bahwa biaya operasional yang terus merangkak memaksanya untuk ikut menyesuaikan harga dagangan.
Harga es yang semula dijual Rp3.000 per cup, kini terpaksa dinaikkan menjadi Rp4.000 per cup.
“Untuk mengakali es teh ya enggak bisa kan ya, harus dinaikkan harganya. Dari Rp3.000 saya naikkan jadi Rp4.000 per cup,” ujar Tri.
Namun, untuk menyiasati potensi penurunan daya beli pelanggan, Tri berinisiatif memberikan opsi harga bundling atau paket. Konsumen dapat membeli dua cup es seharga Rp7.000, yang terhitung lebih murah dibandingkan membeli secara satuan.
Meski demikian, Tri mengakui bahwa menaikkan harga adalah langkah terakhir yang harus diambil untuk menjaga margin keuntungannya yang semakin menipis. “Kalau merugi ya gak, tapi kan mepet sekali,” keluhnya.
Situasi ini membuat para pelaku usaha kecil berada di posisi dilematis. Di satu sisi, mereka harus menutupi biaya operasional bahan baku plastik yang membengkak, namun di sisi lain, kenaikan harga jual yang terus-menerus berpotensi membebani konsumen dan menurunkan daya beli.
Kini, para pelaku UMKM sangat berharap agar harga plastik di pasaran dapat segera kembali stabil. Mereka juga menantikan adanya solusi dari pihak terkait agar usaha kecil tetap bisa bernapas dan berjalan lancar tanpa harus mengorbankan pelanggan dengan harga yang terus melonjak. (Redaksi : klikduakali-AZ)




