Klikduakali.id – STIESA menggelar workshop “Future Skills for Future Industry in Subang” di Graha Sofia Kampus STIE Sutaatmadja Subang, Kamis (4/6/2026), untuk membekali mahasiswa menghadapi persaingan global di tengah pertumbuhan industri Subang.
Workshop ini diikuti mahasiswa lintas program studi STIESA, meski awalnya ditujukan untuk peserta CoE Manajemen dan Akuntansi. STIESA menghadirkan Asep Gunawan, HGC Manager PT Ujump Indonesia sekaligus Ketua Forum HR Subang, sebagai narasumber utama untuk memberikan gambaran kebutuhan industri masa depan.
Pembantu Ketua I STIE Sutaatmadja, Gugyh Susandy, menilai kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan praktisi industri. Kehadiran Forum HR yang menaungi sekitar 90 perusahaan di Subang dinilai memberi eksposur berharga bagi mahasiswa.
“Forum HR secara rutin melakukan penelitian dan penilaian objektif terhadap performa tenaga kerja asal Subang. Dari sana kita tahu aspek mana yang sudah baik dan apa yang perlu dievaluasi. Saat ini, sebagian besar tenaga kerja lokal masih berada pada level operasional dan belum banyak yang mencapai posisi supervisor hingga manajerial,” ujar Gugyh.
Asep Gunawan dalam pemaparannya membagikan first-hand insight terkait standar kompetensi, budaya kerja, serta keterampilan digital dan manajerial. Ia menyoroti adanya kesenjangan (gap) antara fresh graduate dan tenaga kerja profesional berpengalaman.
Asep memaparkan dua tipe SDM yang umum di dunia kerja, yaitu:
- Spesialis: Sangat menguasai satu bidang tertentu secara mendalam. Karena keahliannya, biasanya mendapatkan kompensasi lebih tinggi, meski kurang menguasai bidang di luar spesialisasinya.
- Generalis: Memiliki pemahaman yang lebih luas di berbagai bidang, meskipun tidak sedalam seorang spesialis.
Lebih dari sekadar keahlian teknis, Asep Gunawan menekankan bahwa kemampuan membaca lingkungan serta kepekaan sosial menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh calon tenaga kerja di masa kini.
“Perusahaan saat ini membutuhkan karyawan yang memiliki nilai tambah, baik dari sisi kompetensi maupun keterampilan. Saya berharap kegiatan ini menjadi trigger bagi mahasiswa untuk terus meng-upgrade kemampuan diri. Jadi, be prepared,” pungkas Asep.
Selain pemaparan materi utama, workshop ini turut diisi dengan sesi sharing pengalaman dan testimoni dari mahasiswa STIESA yang telah menyelesaikan program magang di Taiwan. Kehadiran kisah sukses tersebut diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk lebih berani mengambil peluang di kancah internasional.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat apresiasi kepada narasumber oleh Gugyh Susandy, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta workshop sebagai penutup kegiatan. (Redaksi : klikduakali-TH)




