Viral Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI di Grup WhatsApp, Ini Dampak Psikologisnya Menurut Psikiater

klikduakali.id – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali menjadi sorotan publik setelah beredar luas tangkapan layar percakapan tidak pantas di grup WhatsApp yang diduga melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Peristiwa ini memicu perhatian karena disebut melibatkan lebih dari satu orang, bahkan belasan terduga pelaku kini menghadapi sidang terbuka yang diinisiasi oleh pihak korban.
Pihak Universitas Indonesia akhirnya angkat bicara terkait polemik ini. Melalui akun Instagram resmi, pihak kampus membenarkan adanya laporan dugaan pelanggaran yang masuk pada 12 April 2026.
“Pada tanggal 12 April 2026, Fakultas menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang juga berpotensi mengandung unsur tindak pidana, terkait aktivitas sebagian mahasiswa,” demikian pernyataan Fakultas Hukum UI lewat akun Instagram @fakultashukumui
Pihak fakultas juga mengungkapkan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan beredarnya percakapan yang mengandung konten tidak pantas, termasuk indikasi kekerasan seksual.
“Berdasarkan laporan tersebut, Fakultas mengetahui beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan mahasisa dan memuat konten yang tidak pantas, termasuk indikasi kekerasan seksual,” sambungnya.
Saat ini, FH UI masih melakukan proses penelusuran dan verifikasi secara menyeluruh. Kampus menegaskan bahwa langkah ini dilakukan secara hati-hati dengan tetap menjunjung tinggi keadilan, sembari mengecam segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu.
Dampak Psikologis: Luka yang Tak Terlihat Tapi Nyata
Menanggapi kasus ini, Pengurus Bidang Pengabdian Masyarakat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI), Lahargo Kembaren, menegaskan bahwa pelecehan tidak selalu harus berbentuk fisik untuk meninggalkan dampak serius.
“Luka psikologis tidak selalu ditentukan oleh bentuk tindakan dan perlakuan yang dialami, tetapi oleh makna pengalaman traumatis yang dirasakan korban,” kata dr Lahargo melalui detikcom, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, pelecehan verbal maupun digital dapat memberikan tekanan emosional yang sangat besar bagi korban.
“Pelecehan verbal atau digital dapat memberikan dampak yang sangat besar karena korban merasa direndahkan, dipermalukan, dijadikan objek, hingga kehilangan rasa aman,” tambahnya.
Dalam banyak kasus, dampak emosional dari kejadian seperti ini bisa setara bahkan lebih berat dibandingkan luka fisik, terutama jika konten tersebut tersebar luas dan diketahui banyak orang.
“Secara psikologis, yang terluka adalah self-esteem (harga diri), sense of safety, trust terhadap lingkungan sosial, body image, dan rasa tidak berdaya,” ujar dr Lahargo.
Ia juga menambahkan bahwa trauma yang muncul bisa berulang dalam pikiran korban dan berkembang menjadi gangguan serius.
“Korban bisa terus mengulang percakapan tersebut dalam pikirannya (intrusive thought) dan dapat menjadi PTSD (post traumatic stress disorder), sebuah gangguan jiwa yang dipicu oleh peristiwa traumatis,” lanjutnya.
Mengapa Pelecehan Lebih Mudah Terjadi di Ruang Digital?
Fenomena ini juga tak lepas dari dinamika psikologis dalam kelompok dan ruang digital. Menurut dr Lahargo, dalam grup tertutup, candaan bernuansa seksual sering kali dianggap lumrah karena adanya pembenaran dari anggota kelompok.
Konsep ini dikenal sebagai group reinforcement, yaitu kondisi di mana perilaku yang sebenarnya salah menjadi terasa wajar karena didukung oleh lingkungan sekitar.
Selain itu, ada pula fenomena disinhibition effect, yakni kecenderungan seseorang menjadi lebih berani dan kurang terkendali saat berinteraksi di dunia maya.
“Di ruang digital, orang sering merasa lebih berani dibandingkan interaksi tatap muka. Karena tidak melihat reaksi emosional korban secara langsung, empati bisa menurun,” beber dia.
“Layar sering membuat seseorang lupa bahwa ada manusia yang terluka di balik nama dan foto profil,” sambungnya.
Dorongan Validasi dan Rasionalisasi Pelaku
Lebih jauh, dr Lahargo mengungkap bahwa tindakan tidak pantas seperti ini juga kerap dipicu oleh kebutuhan akan pengakuan sosial. Sebagian pelaku ingin dianggap lucu, diterima dalam kelompok, atau menunjukkan dominasi tertentu.
“Korban tidak lagi dilihat sebagai manusia utuh, tetapi sebagai objek candaan atau validasi sosial,” katanya.
Ketika perilaku tersebut terbongkar, pelaku sering kali mencoba membenarkan tindakan mereka dengan alasan yang meremehkan dampaknya.
Namun menurut dr Lahargo, alasan tersebut justru mencerminkan upaya menghindari tanggung jawab moral.
“Kekerasan seksual tidak harus berupa sentuhan langsung. Di era digital, kata-kata dan isi percakapan dapat melukai sama dalamnya dengan tindakan fisik, terutama ketika menyerang harga diri dan rasa aman korban,” pungkasnya.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa ruang digital bukanlah ruang tanpa konsekuensi. Etika, empati, dan tanggung jawab tetap menjadi hal utama, bahkan ketika interaksi hanya terjadi lewat layar. (Redaksi : klikduakali – SA)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Polresta Denpasar Bongkar Penyalahgunaan 795 Liter Pertalite, Empat Orang Jadi Tersangka
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Polresta Denpasar mengungkap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite yang diduga melibatkan oknum operator SPBU di Jalan Trengguli, Kelurahan Penatih, Denpasar. Dalam kasus ini, polisi menetapkan empat tersangka berinisial AS, IN, AN, dan PS serta menyita 795 liter Pertalite yang disimpan dalam puluhan jeriken. Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Wayan Winaya, menjelaskan bahwa keempat […]
Bupati Subang Kejar Perbaikan 2.100 Ruang Kelas Rusak hingga 2029
- Senin, 12 Oktober 2026
Klikduakali.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menargetkan perbaikan 2.100 ruang kelas rusak di Kabupaten Subang rampung hingga akhir masa jabatannya. Perbaikan dilakukan secara bertahap setiap tahun untuk meningkatkan pemerataan infrastruktur pendidikan. Reynaldy menyampaikan target tersebut saat meninjau rehabilitasi dua ruang kelas SDN Binakarya di Desa Wanajaya, Kecamatan Tambakdahan, Jumat (9/10/2026). Peninjauan itu […]
BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Warga Cijambe yang Berjuang Melawan Tumor
- Jumat, 2 Oktober 2026
klikduakali.id – Perjuangan Ibu Tarsemi, warga Kampung Cimahi, Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, dalam menjalani pengobatan tumor mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang. Melalui Program Subang Cageur, BAZNAS Kabupaten Subang menyalurkan bantuan biaya pengobatan kepada Tarsemi pada Kamis (1/10/2026). Bantuan tersebut diberikan setelah pihak keluarga mengajukan permohonan dukungan untuk membantu […]
Bahasa Indonesia Dipelajari di Universitas Al-Azhar Mesir, Ini Fakta Lengkapnya
- Jumat, 16 Oktober 2026
Klikduakali.id – Bahasa Indonesia semakin memperluas jangkauannya di dunia internasional melalui pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Kehadiran pembelajaran tersebut dinilai membuka ruang lebih luas bagi penguatan kerja sama pendidikan dan pertukaran budaya kedua negara. Anggota DPR RI Fraksi PKB, Dr. KH. Maman Imanulhaq, menilai pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar, […]
Garut Siap Sambut Investor, PLN Pastikan Pasokan Listrik Andal
- Jumat, 2 Oktober 2026
Klikduakali.id – Pemkab Garut dan PT PLN (Persero) UP3 Garut memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan serta mendukung pertumbuhan investasi di Kabupaten Garut. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima audiensi Manager PLN UP3 Garut M. Akbar Hurianda di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (30/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan layanan kelistrikan dan […]
Misi Jepang Padamkan Karhutla di Kalimantan Berakhir, 220 Ton Air Telah Dijatuhkan
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Operasi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Pasukan Bela Diri Jepang di Indonesia resmi berakhir pada 29 September 2026. Selama menjalankan misi di Kalimantan, tiga helikopter CH-47 Chinook dikerahkan dan tercatat melakukan lebih dari 40 operasi pemadaman dengan total sekitar 220 ton air yang dijatuhkan ke area kebakaran. Pengakhiran misi tersebut […]
Distribusi Air Bersih Tirta Rangga Subang Terganggu, Empat Wilayah Terdampak
- Rabu, 28 Oktober 2026
klikduakali.id – Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Rangga Kabupaten Subang di sejumlah wilayah Subang Selatan diminta mengantisipasi gangguan pasokan air bersih akibat pekerjaan jaringan listrik di Desa Darmaga. Gangguan tersebut berdampak pada proses distribusi air ke empat wilayah pelayanan. Berdasarkan pengumuman resmi Perumda Tirta Rangga, gangguan distribusi berkaitan dengan pekerjaan jaringan listrik PLN menyusul terjadinya […]
Polemik Musprov PMI Jabar Memanas, Jusuf Kalla Bekukan Pengurus dan Perintahkan Musprov Ulang
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Konflik internal Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Barat semakin memanas setelah Pengurus Pusat (PP) PMI mengambil langkah tegas dengan membekukan kepengurusan periode 2021–2026. Keputusan yang ditandatangani Ketua Umum PP PMI, M. Jusuf Kalla, pada 24 Oktober 2026 itu sekaligus membuka jalan bagi penyelenggaraan ulang Musyawarah Provinsi (Musprov) XVIII PMI Jawa Barat. Pembekuan tersebut […]

×
×


Saat ini belum ada komentar