Update Dana Haji 2026: BPKH Sudah Salurkan Rp12,92 Triliun, Progres Capai 70,95 Persen

Update Dana Haji 2026: BPKH Sudah Salurkan Rp12,92 Triliun, Progres Capai 70,95 Persen

klikduakali.id – Realisasi pendanaan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 terus menunjukkan progres signifikan. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melaporkan bahwa transfer dana untuk kebutuhan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) telah mencapai angka triliunan rupiah dan mendekati target keseluruhan.

Hingga awal April 2026, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp12,92 triliun. Angka ini mencerminkan lebih dari dua pertiga total kebutuhan pembiayaan haji tahun ini, atau setara dengan 70,95 persen.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menjelaskan capaian tersebut dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI.

“Sampai dengan 8 April 2026, total dana yang telah ditransfer mencapai sekitar Rp12,92 triliun atau 70,95 persen dari total kebutuhan,” ujar Fadlul dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (8/4).

Secara keseluruhan, kebutuhan pendanaan haji tahun ini mencapai angka yang cukup besar dengan komposisi multi mata uang. Total BPIH 2026 tercatat sebesar 232,56 juta dolar AS, 1,8 miliar riyal Saudi, serta Rp3,68 triliun, yang jika dikonversikan setara sekitar Rp18,21 triliun.

Besarnya kebutuhan ini mencerminkan kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari layanan transportasi, akomodasi, hingga kebutuhan operasional di Arab Saudi.

Dalam prosesnya, BPKH telah menyalurkan dana secara bertahap sejak fase persiapan. Beberapa pembayaran prioritas bahkan telah diselesaikan sejak tahun sebelumnya.

Salah satu komponen penting adalah pembayaran uang muka untuk kebutuhan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) sebesar 627,24 juta riyal Saudi yang telah dilakukan pada 21 Agustus 2025.

Selanjutnya, tahap persiapan pertama direalisasikan pada 19 Desember 2025 dengan nilai 860 juta riyal Saudi dan Rp1,26 triliun. Tahap berikutnya dilanjutkan pada 9 Januari 2026 dengan transfer sebesar 792,13 juta riyal Saudi dan Rp286,49 miliar.

“Seluruh tahapan persiapan hingga tahap ketiga telah dilaksanakan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Tahap persiapan ketiga juga telah rampung pada Februari 2026 dengan nilai transfer mencapai 81,79 juta dolar AS.

Baca Juga :  Resmi Dilantik! Forbasi Subang Dapat Pesan Penting dari Wakil Bupati

Meski progres sudah cukup tinggi, masih terdapat kebutuhan pendanaan yang perlu dipenuhi dalam tahap selanjutnya. Per 8 April 2026, sisa kebutuhan likuiditas BPIH tercatat sebesar 150,76 juta dolar AS, 152,49 juta riyal Saudi, dan Rp1,13 triliun, atau setara sekitar Rp5,29 triliun.

Dalam waktu dekat, BPKH dijadwalkan melakukan distribusi bank notes sebesar 152,49 juta riyal Saudi pada 9 April 2026. Jika proses ini berjalan sesuai rencana, maka capaian transfer dana haji diperkirakan meningkat signifikan.

Dengan tambahan tersebut, progres pendanaan diproyeksikan mencapai sekitar 86,34 persen dari total kebutuhan.

BPKH menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh kebutuhan pendanaan haji terpenuhi tepat waktu tanpa mengganggu stabilitas keuangan.

“BPKH berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan pendanaan penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat dipenuhi tepat waktu dengan tetap menjaga kecukupan likuiditas dan tata kelola yang baik,” tuturnya.

Selain itu, pengelolaan dana haji juga dilakukan secara hati-hati dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi seluruh jemaah Indonesia. (Red. SA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 1 =