klikduakali.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memahami dinamika geopolitik global, khususnya yang berkaitan dengan jalur energi dan perdagangan internasional. Dalam arahannya kepada jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, ia menyoroti peran krusial Selat Hormuz dalam memengaruhi stabilitas global.
Menurut Prabowo, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah memberikan gambaran nyata betapa vitalnya jalur tersebut bagi banyak negara, terutama dalam kaitannya dengan distribusi energi dunia.
“Perang di Timur Tengah membuktikan satu Selat Hormuz itu menentukan hidup banyak bangsa, menentukan harga minyak,” ujar Prabowo seperti yang dilansir di laman KOMPAS, dikutip Kamis (9/4/2026).
Ia juga menyoroti bahwa penguasaan atas jalur strategis tersebut menjadi faktor penentu dalam percaturan geopolitik global saat ini.
“Yang sekarang kuncinya Hormuz itu dipegang satu negara,” imbuhnya.
Situasi di kawasan Timur Tengah memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan militer yang dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu. Konflik tersebut disebut-sebut menimbulkan korban besar, termasuk wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Penutupan jalur laut ini dinilai berdampak signifikan terhadap rantai pasok energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia juga memiliki posisi yang sangat strategis dalam jalur perdagangan dan energi dunia. Letak geografis Indonesia yang berada di persimpangan jalur laut internasional menjadikannya sebagai salah satu titik kunci dalam distribusi energi, khususnya bagi kawasan Asia Timur.
“Sadarkah kita, bahwa 70 persen kebutuhan energi Asia Timur, 70 persen energi dan 70 persen perdagangan lewat laut-laut Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah jalur vital seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar sebagai bagian penting dari lalu lintas perdagangan global.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa posisi geografis tersebut bukan sekadar keuntungan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dikelola dengan baik oleh Indonesia.
“Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar, dan lain sebagainya itu laut Indonesia. Sadarkah kita betapa pentingnya Indonesia? Betapa kuncinya Indonesia?” lanjutnya.
Dengan posisi strategis tersebut, Indonesia tidak bisa mengabaikan dinamika global yang terus berkembang. Perubahan situasi geopolitik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, akan selalu memiliki dampak tidak langsung terhadap stabilitas nasional.
Prabowo pun mengingatkan bahwa Indonesia akan terus menjadi perhatian dunia internasional, baik dari sisi ekonomi, energi, maupun keamanan kawasan.
“Jadi saudara-saudara, kita harus mengerti bahwa kita selalu menjadi perhatian dunia,” tuturnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penguatan kebijakan maritim, pertahanan, serta diplomasi internasional menjadi kunci bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas sekaligus memanfaatkan posisi strategisnya di tengah persaingan global. (Red. SA)




