Klikduakali.id – Pengadaan tablet oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tahun anggaran 2025 ramai diperbincangkan karena adanya selisih harga yang cukup signifikan antara harga di e-katalog INAPROC dan harga di pasaran.
Perangkat tablet MBG yang dibicarakan adalah Samsung Galaxy Tab Active5, yang nantinya dipakai untuk program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.
Berdasarkan dokumen anggaran, Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sekitar Rp830,1 miliar untuk belanja perangkat keras dan komputer, dengan Rp508,4 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk pengadaan tablet.
Dalam dokumen anggaran, Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan sekitar Rp830,1 miliar untuk perangkat keras dan komputer. Dari total itu, Rp508,4 miliar dipakai khusus untuk pengadaan tablet.
Meski demikian, harga tersebut diketahui memiliki selisih yang cukup jauh jika dibandingkan dengan harga di pasaran.
Di pasaran Indonesia, Samsung Galaxy Tab Active5 dibanderol sekitar Rp6,49 juta hingga Rp8,99 juta, bahkan bisa mencapai Rp9 juta hingga Rp12 juta di beberapa toko ritel. Selisih harga ini pun memicu pertanyaan soal efisiensi anggaran negara.
Proses pengadaan dilakukan melalui e-Katalog 6.0, dengan PT Mitrawira Hutama Teknologi (MHT) sebagai vendor, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp84,7 miliar.
Di katalog PT Mitrawira Hutama Teknologi, hanya tersedia satu produk yaitu Samsung Galaxy Tab Active5 bundling dengan harga Rp17.927.000 per unit. Vendor lain pun menawarkan produk serupa dengan harga yang tidak jauh berbeda.
Spesifikasi Samsung Galaxy Tab Active5

Secara spesifikasi, Galaxy Tab Active5 merupakan tablet yang dirancang untuk penggunaan di lingkungan ekstrem.
Perangkat ini telah memenuhi standar militer MIL-STD-810H dan sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap air dan debu. Tablet ini juga mampu bertahan dari benturan atau jatuh hingga ketinggian 1,8 meter dengan pelindung.
Dari sisi performa, perangkat ini dilengkapi layar 8 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan tinggi untuk mendukung penggunaan di luar ruangan. Baterai berkapasitas 5050 mAh yang dapat dilepas menjadi salah satu keunggulan utama, ditambah fitur No Battery Mode yang memungkinkan perangkat tetap beroperasi tanpa baterai.
Baterai berkapasitas 5050 mAh yang dapat dilepas menjadi salah satu keunggulan utama, ditambah fitur No Battery Mode yang memungkinkan perangkat tetap beroperasi tanpa baterai.
Tablet ini juga dilengkapi S Pen tahan air yang dapat digunakan dalam kondisi basah atau saat mengenakan sarung tangan. Dengan fitur tersebut, perangkat ini dinilai sesuai untuk mendukung operasional lapangan. (Redaksi : klikduakali-TH)




