Rupiah Melemah, Harga Oli dan Sparepart Kendaraan di Bandung Terus Naik

Klikduakali.id – Sejumlah bengkel di Kota Bandung melaporkan kenaikan harga oli dan suku cadang kendaraan. Kenaikan tersebut disebut dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Meningkatnya harga oli dan suku cadang menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha bengkel karena menambah beban modal operasional. Kendati demikian, jumlah konsumen disebut masih relatif stabil dan belum mengalami penurunan yang signifikan.

Pemilik bengkel di Jalan Ibrahim Adjie, Dadan Ridwan, mengatakan harga suku cadang kendaraan mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Sementara itu, harga oli disebut meningkat hingga 75 persen akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

“Harga oli sudah naik sebanyak empat kali. Sebelumnya yang paling murah hanya sekitar Rp40 ribu, kalau sekarang sudah mencapai Rp60 ribu,” ujar Dadan saat ditemui di bengkelnya, Senin (8/6/2026).

Kenaikan harga komponen otomotif membuat biaya pengadaan stok barang dari Jakarta semakin besar. Kendati demikian, ia menyebut tingkat kunjungan konsumen masih terjaga dan belum mengalami perubahan yang berarti.

“Dampaknya saya harus nombok modal saat belanja barang. Tapi konsumen masih stabil, setiap hari tetap banyak pemilik kendaraan yang ganti oli, servis, maupun mengganti sparepart,” katanya.

Dadan berharap harga oli dan onderdil segera kembali stabil. Pasalnya, kenaikan harga yang berkepanjangan dikhawatirkan tidak hanya membebani konsumen, tetapi juga berpotensi menurunkan pendapatan bengkel.

“Semoga harga bisa stabil lagi. Kasihan konsumen kalau naik terus. Bukan tidak mungkin omzet juga bisa menurun, ya kalau bisa kembali normal lagi,” ucap Dadan.

Kenaikan harga oli juga dikeluhkan oleh Abdul Gani. Ia menyebut harga pelumas kendaraan terus merangkak naik dalam kurun dua bulan terakhir.

“Harga oli naik antara Rp5 ribu sampai Rp15 ribu. Kenaikannya terjadi setiap dua minggu sekali. Kalau sebelumnya yang paling murah Rp57 ribu sekarang telah mencapai Rp80 ribu,” katanya.

“Harga oli naik antara Rp5 ribu sampai Rp15 ribu. Kenaikannya terjadi setiap dua minggu sekali. Kalau sebelumnya yang paling murah Rp57 ribu sekarang telah mencapai Rp80 ribu,” katanya.

Kenaikan harga juga terjadi pada komponen aki kendaraan. Abdul Gani menyebut harga aki mobil saat ini lebih mahal sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu dibanding sebelumnya, sementara aki motor naik Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

“Kalau onderdil belum naik banget, cuma ada beberapa itu juga tidak terlalu tinggi lah,” ucap Abdul Gani.

Sejumlah pelaku usaha bengkel berharap kondisi rupiah terhadap mata uang asing kembali stabil. Dengan begitu, harga oli, aki, dan berbagai suku cadang impor diharapkan tidak terus mengalami kenaikan. (Redaksi : klikduakali-TH)

Baca Juga :  Ratusan Lansia Terbantu Ikut Operasi Katarak Gratis di Subang Eye Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − four =