Klikduakali.id – Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI menghadiri diskusi bertajuk “PSSI Pers: 96 Tahun PSSI, Fondasi Piala Dunia 2030” di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya peran media sebagai mitra dalam pengembangan sepak bola nasional.
Menurut Erick Thohir, sistem check and balance perlu terus dijaga dalam era demokrasi. Ia menilai kritik dan perbedaan pandangan penting untuk melahirkan solusi yang lebih baik.
Erick Thohir mengakui PSSI bukan organisasi yang sempurna dan masih memiliki banyak kekurangan, sehingga evaluasi, transparansi, dan perbaikan program harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Yang penting, sebagai manusia, kita terus memperbaiki kekurangan tersebut, serta mendorong semua program agar dijaga transparansinya, ada hasilnya, dan selalu dievaluasi kembali,” ujar Erick Thohir.
Menurut Erick Thohir, sepak bola merupakan sektor yang sangat kompleks dan dinamis. Ia menilai tidak ada jaminan sebuah negara akan selalu berhasil meski memiliki sistem kompetisi yang besar.
Ia mencontohkan FIFA yang terus mendorong pembentukan berbagai turnamen baru bagi federasi anggotanya. Hal tersebut dilakukan agar pengembangan sepak bola dunia dapat berjalan lebih merata dan tidak tertinggal.
Perlu Bergerak Aktif
Menurut Erick Thohir, PSSI perlu bergerak lebih aktif jika ingin bersaing dengan negara lain. Ia mencontohkan Jepang yang dahulu masih dapat diimbangi Indonesia, namun kini telah berkembang jauh lebih maju.
Ia menekankan pentingnya membangun liga yang kuat dan federasi yang sehat, serta memastikan seluruh kegiatan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Erick Thohir menyebut kualitas kompetisi nasional menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan naiknya peringkat Liga Indonesia di Asia dari posisi 25 menjadi 18.
Menurutnya, kualitas perwasitan terus mengalami peningkatan seiring penerapan sistem digital dan VAR. Saat ini, jumlah wasit nasional disebut mencapai 11 ribu orang, meningkat dari sekitar 4.500.
“Yang pasti, jika ada praktik kecurangan seperti match fixing, hukumannya tegas, bisa seumur hidup, termasuk bagi pihak klub yang terlibat,” kata Erick Thohir.
Persiapan Menuju Piala Dunia 2030 Dimulai dari Sekarang
Menurut Erick Thohir, mimpi Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 perlu mulai dibangun dari sekarang. Ia berharap di usia satu abad PSSI, Skuad Garuda dapat merasakan tampil di panggung dunia.
“Jika kita berbicara tentang Piala Dunia 2030, itu juga menjadi mimpi kita bersama. Kita harus mulai membangun dari sekarang,” tutur Erick Thohir.
“Mudah-mudahan, dengan adanya pelatih seperti John Herdman, kita bisa membuat lembaran baru. Mari kita dukung tim nasional. Semoga, dengan kerja keras, pada satu abad PSSI nanti, kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tampil di Piala Dunia 2030,” imbuhnya. (Redaksi : klikduakali-TH)




