klikduakali.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah di awal bulan Dzulhijjah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).”
(HR. Bukhari)
Di antara amalan yang paling sering dilakukan adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah. Meski termasuk puasa sunnah, dua ibadah ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Karena itu, tidak sedikit umat Muslim yang sengaja mempersiapkan diri untuk menjalankannya setiap tahun.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.
Bagi jamaah haji, hari Arafah menjadi momen penting saat melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Sementara bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji, dianjurkan untuk melaksanakan Puasa Arafah.
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah sering dipahami sebagai bentuk persiapan diri sebelum datangnya hari besar Idul Adha. Meski tidak sepopuler Puasa Arafah, amalan ini tetap memiliki nilai ibadah yang baik untuk dikerjakan.
Di tengah aktivitas yang padat dan rutinitas sehari-hari, puasa Tarwiyah menjadi pengingat untuk memperlambat langkah sejenak, memperbanyak doa, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Adapun niat puasa tarwiyah, yaitu :
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya : “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Arafah
Sementara itu, Puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”
(HR. Muslim)
Adapun niat puasa arafah, yaitu :
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya ” Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah mengajarkan bahwa Idul Adha bukan sekadar tentang perayaan dan pembagian daging qurban. Lebih dari itu, ada nilai spiritual yang mengajak umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian.
Di tengah suasana Dzulhijjah yang penuh keberkahan, dua puasa sunnah ini menjadi kesempatan berharga yang sayang jika dilewatkan begitu saja.
Karena terkadang, amalan sederhana yang dilakukan dengan ikhlas justru menjadi jalan datangnya keberkahan dalam hidup.
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang menjalankan Puasa Arafah dengan penuh keikhlasan.
Hari Arafah sendiri merupakan hari yang sangat istimewa dalam Islam. Pada hari itu, jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, yang menjadi salah satu rukun haji. (Redaksi : klikduakali – SA)




