Gaji Manajer Kopdes Ditanggung Negara Selama 2 Tahun, Pemerintah Klaim Beban APBN Tak Besar

klikduakali.id — Pemerintah memastikan gaji para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan ditanggung negara selama dua tahun pertama. Kebijakan tersebut kembali menjadi sorotan karena pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menghitung kebutuhan anggaran untuk membayar gaji para manajer Kopdes. Meski demikian, ia menilai kewajiban tersebut tidak akan memberikan tekanan besar terhadap keuangan negara.
Purbaya menyebut besaran anggaran untuk penggajian tersebut sudah diperhitungkan. Namun, pemerintah belum mengungkap secara rinci nominal gaji yang akan diterima masing-masing manajer Kopdes.
Skema pembiayaan ini sebelumnya juga telah dijelaskan Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Menurutnya, APBN hanya akan menanggung gaji manajer selama masa awal operasional, yakni dua tahun. Setelah periode tersebut berakhir, pembiayaan gaji akan dialihkan kepada masing-masing koperasi.
Artinya, Kopdes nantinya diharapkan mampu membiayai kebutuhan operasionalnya secara mandiri melalui pendapatan dari berbagai kegiatan usaha yang dijalankan. Sementara itu, gaji pegawai koperasi lainnya tetap menjadi tanggung jawab internal koperasi.

Pemerintah memiliki alasan tersendiri di balik skema tersebut. Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menjadi salah satu jalur utama dalam penyaluran berbagai barang subsidi pemerintah kepada masyarakat.
Purbaya menilai apabila sistem tersebut berjalan sesuai rencana, koperasi berpeluang mendapatkan keuntungan sekaligus membantu pemerintah mengurangi potensi kebocoran dalam distribusi subsidi.
Untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran, pemerintah juga telah menyiapkan satuan tugas yang melibatkan Kementerian Keuangan, Badan Pengaturan BUMN, serta Kementerian Koperasi. Pengawasan tersebut diperlukan agar distribusi bantuan dan barang subsidi melalui Kopdes dapat berjalan dengan baik.
Kebijakan pembiayaan gaji dari APBN selama dua tahun pun menimbulkan perhatian publik. Di satu sisi, pemerintah berharap dukungan tersebut menjadi modal awal agar Kopdes mampu berkembang dan kemudian mandiri. Di sisi lain, penggunaan anggaran negara membuat efektivitas program dan kemampuan koperasi menghasilkan keuntungan menjadi hal yang akan terus mendapat sorotan.
Dengan skema tersebut, tantangan terbesar Kopdes bukan hanya menjalankan operasional, tetapi juga membuktikan bahwa setelah dukungan APBN berakhir, koperasi benar-benar mampu membiayai manajer dan kegiatan usahanya secara mandiri. (Redaksi : klikduakali-CA)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Ini Sederet Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Rona Mairansyah
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Jabatan Sekretaris Daerah bukan sekadar posisi administratif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Di balik urusan birokrasi yang berjalan setiap hari, Sekda punya peran menghubungkan kerja berbagai perangkat daerah agar program pemerintahan dapat berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan. Setelah Rona Mairansyah, AP., M.Si. resmi dilantik pada Kamis (1/10/2026), tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Subang […]
Utang Rp 25 Juta Diduga Jadi Motif Kematian Sopir Taksi Online di Sumedang
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Kasus kematian Yogi Saparudin (35), sopir taksi online yang jasadnya ditemukan terkubur di perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mulai menemukan titik terang. Polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, sementara dugaan motif yang berkaitan dengan utang piutang senilai Rp 25 juta turut […]
Rugikan Negara Rp 863,84 Miliar, Kejagung Limpahkan Lima Tersangka Korupsi Motor Listrik MBG
- Senin, 12 Oktober 2026
klikduakali.id – Kejaksaan Agung melimpahkan lima tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Perkara pengadaan kendaraan pada tahun anggaran 2025–2026 tersebut diduga menimbulkan kerugian keuangan negara hingga Rp863.846.166.953 atau sekitar Rp863,84 miliar. Pelimpahan tersangka beserta barang bukti atau […]
Harry Maguire Bela Michael Carrick, Pemain Manchester United Diminta Bertanggung Jawab atas Tren Negatif
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Bek Manchester United, Harry Maguire, menegaskan bahwa para pemain harus bertanggung jawab atas buruknya performa tim pada awal musim 2026/2027. Ia menilai hasil negatif yang diraih Setan Merah bukan semata-mata kesalahan pelatih Michael Carrick, melainkan juga akibat penampilan para pemain yang belum memenuhi ekspektasi. Pernyataan tersebut muncul setelah Manchester United menelan kekalahan telak […]
Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober, Kemenlu Pantau Keselamatan 37.494 WNI
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Riyadh, Arab Saudi, menyusul penutupan sementara Bandara Internasional King Khalid hingga 17 Oktober 2026. Pemerintah memastikan sebanyak 37.494 WNI yang tercatat berada di wilayah Riyadh dalam kondisi aman berdasarkan laporan hingga Rabu (14/10/2026). Kemlu menyatakan belum menerima laporan mengenai WNI yang […]
Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak Sejak 2022, Guru Ngaji di Majalengka Diproses Hukum
- Jumat, 16 Oktober 2026
Klikduakali.id – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang oknum guru ngaji di Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, menjadi perhatian serius. Polisi mengungkapkan, berdasarkan pengakuan sementara tersangka, dugaan perbuatan tersebut telah berlangsung sejak 2022. Hingga kini, tercatat empat anak yang diduga menjadi korban. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka telah menahan […]
Sambut Hari Sumpah Pemuda 2026, Encep Sugiana Dorong Generasi Muda Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
- Rabu, 28 Oktober 2026
klikduakali.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.H.Kes., mengajak generasi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, pemuda hari ini harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi generasi penerus yang mampu mengemban amanah, mengelola bangsa, serta melanjutkan cita-cita para pendiri negara menuju Indonesia […]
Sumpah Pemuda 1928: Kisah Lengkap Kongres Pemuda II dari Tiga Gedung di Batavia
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sabtu malam, 27 Oktober 1928. Di sebuah gedung di kawasan Lapangan Banteng, Batavia, ratusan pemuda duduk berdesakan. Mereka datang dari berbagai perkumpulan: ada yang membawa nama Jawa, Sumatra, Celebes, Ambon, hingga Batak. Pukul 19.30, rapat pertama dibuka. Tidak ada yang tahu bahwa dalam waktu kurang dari dua hari, kalimat-kalimat yang mereka sepakati akan menjadi salah […]

×
×


Saat ini belum ada komentar