Berita  

Cetak Pemimpin Perempuan Masa Depan, 16 Anak Muda Ikuti CEO for a Day Indonesia

Cetak Pemimpin Perempuan Masa Depan, 16 Anak Muda Ikuti CEO for a Day Indonesia

Klikduakali.id – Program CEO for a Day Indonesia: Women Shaping Tomorrow memberikan pengalaman kepemimpinan kepada 16 perempuan muda terpilih. Mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan 15 CEO perempuan, para pemimpin senior di dunia usaha, hingga kepala badan PBB di Indonesia.

Diselenggarakan oleh PBB di Indonesia, AmCham Indonesia Women Network, dan UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), program ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia profesional sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

Rangkaian program CEO for a Day Indonesia: Women Shaping Tomorrow mencapai puncaknya melalui Forum Kepemimpinan yang berlangsung di Sinarmas Land Plaza Tower 2, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Anak Muda Internasional.

Sebanyak 16 peserta yang berada dalam rentang usia 18–25 tahun disaring melalui tahapan seleksi yang cukup ketat. Mereka dinilai berdasarkan potensi kepemimpinan, motivasi, dan pengalaman berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di berbagai sektor.

Sejak program dimulai pada Juni 2026, 16 peserta mendapat kesempatan belajar langsung dari para eksekutif senior melalui skema shadowing dan mentorship. Mereka diajak mengikuti rutinitas pimpinan, menghadiri sejumlah rapat penting, mempelajari proses pengambilan keputusan, hingga berdiskusi tentang karier dan tantangan profesional.

Menurut Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, pemberdayaan perempuan muda memiliki peran strategis dalam mempercepat terwujudnya target Sustainable Development Goals (SDGs).

“Hari ini, kita berkumpul untuk memanfaatkan kekuatan perempuan untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Setiap pemimpin memulai perjalanan dari suatu titik. Pengalaman dan kesempatan yang diberikan dapat membantu mereka membangun kepercayaan diri sekaligus memperluas peluang untuk berkontribusi,” ujar Gita.

Menurut Gita, kolaborasi antargenerasi menjadi salah satu kunci untuk mendorong terciptanya kepemimpinan yang lebih inklusif. Terlebih, jumlah perempuan yang menempati posisi strategis dalam pengambilan keputusan global masih relatif terbatas.

Baca Juga :  Melalui CSR, PT MBK Ventura Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Ciasem

Kisah inspiratif juga datang dari Dhea Umi Amalia (24), salah satu peserta program. Tumbuh dari keluarga sederhana dengan ayah berprofesi sebagai sopir angkot dan ibu yang berasal dari keluarga petani, Dhea berhasil menunjukkan bahwa kondisi sosial-ekonomi tidak menentukan batas seseorang untuk berprestasi.

Lulusan Jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) ini meraih predikat cum laude dan menjadi lulusan tercepat di jurusannya. Meski memiliki latar belakang pendidikan sains, Dhea kemudian memutuskan meniti karier di bidang pemasaran.

Baginya, pengalaman belajar langsung dari para CEO memperkuat pemahaman bahwa kepemimpinan membutuhkan keberanian sekaligus kemauan untuk terus berkembang.

“Untuk para perempuan generasi pertama di luar sana, jangan biarkan dari mana kita berasal menentukan sejauh mana kita bisa melangkah. Berani bermimpi besar, mencari mentor, dan terus berinvestasi pada diri sendiri,” tegas Dhea.

Peran sektor swasta juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini. Managing Director AmCham Indonesia, Donna Priadi, menilai kemampuan kepemimpinan tidak hanya dapat diperoleh dari pembelajaran di ruang kelas, tetapi harus diasah melalui pengalaman nyata dan keterlibatan langsung di lingkungan kerja.

“Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong mereka untuk mengejar cita-cita dengan penuh percaya diri dan menyadari bahwa mereka memiliki ruang tersendiri di jajaran kepemimpinan,” ungkap Donna.

Presiden IGCN Y. W. Junardy turut menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam membuka lebih banyak peluang kepemimpinan bagi perempuan. Ia menegaskan bahwa kesetaraan gender tidak cukup hanya menjadi komitmen tertulis, tetapi perlu diterapkan melalui budaya kerja yang inklusif dan pendampingan yang berkelanjutan.

Pada acara penutupan, peserta mengikuti sejumlah kegiatan yang dirancang untuk memperkaya pengalaman kepemimpinan. Agenda tersebut meliputi refleksi peserta, talk show kepemimpinan, penyerahan penghargaan, serta sesi interaktif “Ask the Leaders”.

Baca Juga :  Timnas U19 Indonesia Awali Piala AFF U19 2026 dengan Kemenangan Telak 3-0 atas Myamar

Keberhasilan program ini terwujud atas kolaborasi berbagai organisasi dan perusahaan terkemuka, di antaranya:

  • Sektor Swasta & Organisasi: AHANA, Bee Well Indonesia, AmCham Indonesia, HHP Law Firm, HP Indonesia, Dynapack Asia, Selaras Logistik Indonesia, Kiroyan Partners, APP Group, dan TBS Energi Utama.
  • Badan PBB & Internasional: Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Indonesia, UNESCO Indonesia, UNHCR Indonesia, UN Women Indonesia, serta Kantor Kepala Perwakilan PBB di Indonesia.

Para penyelenggara berharap program ini dapat mendorong lebih banyak lembaga dan korporasi untuk memberikan perhatian dan investasi pada pengembangan potensi perempuan muda. Dengan demikian, peluang lahirnya kepemimpinan yang lebih inklusif, beragam, dan setara di masa depan semakin terbuka. (Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 6 =