klikduakali.id — Persoalan pendidikan dan ketenagakerjaan menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses Anggota DPRD Subang Fraksi PKS, Sri Wahyuningsih, di daerah pemilihan (dapil) 2. Dalam dialog bersama warga, terungkap adanya kesenjangan yang masih dirasakan masyarakat, khususnya dalam akses pendidikan berkualitas dan peluang kerja bagi lulusan muda.
Sri Wahyuningsih menilai, berbagai keluhan yang disampaikan warga mencerminkan perlunya langkah strategis dari pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Mulai dari kondisi fasilitas sekolah yang belum memadai, kesejahteraan guru honorer, hingga kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi perhatian serius.
“Pendidikan adalah fondasi utama. Jika fasilitas belum layak dan kesejahteraan guru belum terpenuhi, tentu akan berdampak pada kualitas generasi yang dihasilkan,” ujarnya.
Selain itu, tingginya angka lulusan SMA dan SMK yang belum terserap dunia kerja juga menjadi isu krusial. Warga mendorong adanya program pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri, serta dukungan nyata bagi pengembangan usaha, khususnya bagi perempuan melalui sektor UMKM.
Di sisi lain, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung masyarakat dapil 2 juga menghadapi tantangan. Permasalahan irigasi akibat belum optimalnya aliran sungai serta serangan hama tikus yang menyebabkan gagal panen menjadi keluhan yang terus berulang. Warga berharap adanya intervensi konkret seperti normalisasi sungai dan pemasangan rumah burung hantu (rubuha) sebagai solusi pengendalian hama.

Menariknya, aspirasi dari kalangan generasi muda turut menyoroti pentingnya dukungan pendidikan berbasis prestasi. Mereka mendorong adanya program beasiswa sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi pelajar berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Tak hanya itu, isu ketepatan sasaran bantuan sosial juga menjadi perhatian. Warga berharap distribusi bantuan dari pemerintah dapat lebih akurat dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Sri Wahyuningsih menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis kajian yang tepat.
“Semua masukan ini akan kami bawa dalam pembahasan di DPRD. Harapannya, ada kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Melalui reses yang digelar di enam titik wilayah Kecamatan Jalancagak, Kasomalang, Cisalak, Sagalaherang, Ciater, dan Serangpanjang, Sri berharap aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. (Redaksi : klikduakali-IN)




