WFH Perlu Selektif dan Terukur, DPRD Jabar Dorong Efisiensi Tanpa Ganggu Layanan Publik

klikduakali.id – Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.HKes, menyampaikan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong efisiensi anggaran, khususnya dalam pengurangan biaya operasional seperti bahan bakar minyak (BBM). Namun, penerapannya harus dilakukan secara selektif dan tidak bersifat menyeluruh.
Menurutnya, WFH sangat relevan diterapkan pada bidang atau unit kerja yang berfokus pada administrasi perkantoran. Sebaliknya, untuk dinas atau unit yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik maupun pekerjaan lapangan, kebijakan ini berpotensi mengganggu kualitas layanan jika tidak diatur dengan tepat.
“WFH ini tidak bisa disamaratakan. Harus dipilah, mana unit kerja yang efektif bekerja dari rumah tanpa mengganggu layanan publik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini bukan hanya efisiensi anggaran, tetapi juga memastikan efektivitas kerja dan kualitas layanan tetap terjaga. Oleh karena itu, diperlukan uji coba terbatas, misalnya satu hari dalam sepekan, untuk kemudian dievaluasi secara menyeluruh.

Pelayanan publik terpadu yang terlaksana di Jawa Barat
Evaluasi tersebut mencakup dua aspek utama, yakni sejauh mana WFH mampu menekan biaya operasional, serta dampaknya terhadap kinerja pegawai dan pelayanan kepada masyarakat. Jika terbukti efektif dan tidak menimbulkan gangguan, maka kebijakan ini dapat dipertimbangkan untuk diterapkan dalam jangka panjang.
Selain itu, dr. Encep juga menyoroti pentingnya sistem monitoring dan pengawasan yang jelas selama penerapan WFH. Hal ini untuk memastikan bahwa pegawai tetap menjalankan tugasnya secara optimal, meskipun bekerja dari rumah.
“Jangan sampai WFH justru menurunkan produktivitas karena kurangnya pengawasan. Harus ada sistem monitoring yang terukur agar kinerja tetap maksimal,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya penyesuaian pola perencanaan kerja yang sesuai dengan sistem WFH, sehingga setiap pegawai memiliki target dan tanggung jawab yang jelas.
Pada akhirnya, dr. Encep menekankan bahwa WFH harus mampu menghadirkan keseimbangan antara efisiensi anggaran, efektivitas kerja, serta kualitas pelayanan publik. Dengan pengelolaan yang tepat, kebijakan ini diyakini dapat menjadi solusi modern dalam meningkatkan kinerja pemerintahan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat. (Redaksi : klikduakali – IN)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Encep Sugiana Sampaikan Nilai Pancasila Harus Menjadi Penghayatan Masyarakat
- Kamis, 1 Oktober 2026
klikduakali.id — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingat kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkuat penghayatan terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.HKes, usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10/2026). Menurutnya, peringatan tersebut […]
Gebyar Silaturahmi BIMTAQ UMMA-QU Ke-5, Menguatkan Peran Ibu melalui Kedekatan dengan Al-Qur’an
- Senin, 19 Oktober 2026
klikduakali.id – Kedekatan dengan Al-Qur’an menjadi salah satu fondasi penting bagi para ibu dalam menjalani kehidupan, menguatkan keluarga, dan menghadapi berbagai ujian. Semangat tersebut mengemuka dalam Gebyar Silaturahmi BIMTAQ UMMA-QU Ke-5 yang diselenggarakan Departemen Syiar dan Pembinaan As-Syifa di Aula Outdoor As-Syifa Kampus 4, Ahad (18/10/2026), dengan mengusung tema “Bertumbuh Bersama Al-Qur’an, Menguatkan Ukhuwah, Menebar […]
TKW Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Minta Bantuan Pemerintah
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Kabar dugaan penyekapan tenaga kerja wanita (TKW) asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, bernama Sri Nurhaida Pratiwi, mengundang perhatian publik. Keluarga korban meminta bantuan pemerintah untuk menindaklanjuti kasus tersebut setelah Sri dikabarkan mengalami penyekapan di Dubai, Uni Emirat Arab. Dugaan penyekapan ini mencuat setelah video dan tangkapan layar percakapan yang disebut berasal dari komunikasi […]
Kecelakaan di Puncak! Bus Elf Terjun ke Sungai akibat Rem Blong, Sopir Tewas
- Jumat, 16 Oktober 2026
Klikduakali.id – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Simpang Bendungan, Jalan Gadog-Ciawi arah Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026). Peristiwa ini menambah perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan di jalur tersebut. Kecelakaan tersebut melibatkan bus mikro Isuzu Elf yang diduga mengalami gangguan rem saat melintas di jalur tersebut. Kendaraan itu kemudian terjun ke sungai dan menyebabkan […]
Produksi Jagung Subang Capai 1.165 Ton, Kemenkop Bidik Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Usaha Petani
- Jumat, 16 Oktober 2026
klikduakali.id – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong menjadi penggerak utama pengembangan usaha jagung di Kabupaten Subang, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasaran hasil panen. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi tawar petani sekaligus mengoptimalkan potensi jagung Subang yang pada 2024 tercatat mencapai 1.165 ton. Dorongan tersebut disampaikan Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop […]
Sekda Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Desa
- Jumat, 16 Oktober 2026
Klikduakali.id – Sekda Jabar Herman Suryatman menginstruksikan pembentukan tim pemburu anak tidak sekolah (ATS) hingga desa dan kelurahan. Jajaran pemerintah daerah diminta turun langsung mendata anak yang kehilangan akses pendidikan serta mengupayakan agar mereka kembali bersekolah. Penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Jawa Barat membutuhkan sinergi lintas sektor hingga tingkat pemerintahan terbawah. Herman Suryatman menegaskan, […]
Glamping 1,5 Hektare di Ciater Diperiksa KPK, Diduga Milik Polisi
- Kamis, 1 Oktober 2026
Klikduakali.id – Kawasan glamping di tengah hamparan kebun durian dan alpukat di Ciater, Kabupaten Subang, mendadak menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik KPK memeriksa aset seluas sekitar 1,5 hektare di kawasan tersebut. Pemeriksaan meliputi bangunan glamping hingga lahan perkebunan yang berada di sekitarnya. Aset seluas sekitar 1,5 hektare itu diduga berkaitan dengan Yayat Sudrajat […]
IHSG 14 Oktober 2026, Berpotensi Koreksi atau Rebound?
- Rabu, 14 Oktober 2026
klikduakali.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (14/10/2026). Setelah turun 2,59 persen ke level 5.936,15 pada Senin (12/10/2026), indeks masih menghadapi tekanan jual, meski peluang penguatan terbatas tetap terbuka. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melemah ke kisaran 5.850–5.911. Sementara itu, BNI Sekuritas melihat peluang penguatan menuju 5.980–6.000. Head […]

×
×


Saat ini belum ada komentar