BGN Perketat Evaluasi Program MBG, SPPG Diminta Maksimalkan Layanan untuk Ibu dan Balita

klikduakali.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan menyusul masih rendahnya cakupan penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kategori 3B.

Dalam evaluasi terbaru, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberi waktu dua pekan untuk meningkatkan jumlah penerima manfaat kategori tersebut. Pemerintah menilai percepatan perlu dilakukan agar program penanganan stunting berjalan lebih efektif dan merata.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan fokus program saat ini diarahkan pada kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi secara berkelanjutan.

Menurutnya, jumlah penerima manfaat MBG hingga kini masih belum sebanding dengan data sasaran nasional yang tercatat di Kementerian Kesehatan. Karena itu, setiap SPPG diminta bergerak aktif melakukan pendataan dan jemput layanan di lapangan.

“Target utama sekarang adalah kelompok 3B. Semua SPPG harus meningkatkan capaian penerima manfaat dalam waktu dekat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

BGN menilai optimalisasi layanan menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan angka stunting nasional. Pemerintah berharap distribusi makanan bergizi tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah dengan tingkat kerentanan gizi yang tinggi.

Selain peningkatan layanan, BGN juga menyiapkan evaluasi berkala terhadap kinerja setiap SPPG. Unit layanan yang dianggap tidak mampu memenuhi target penerima manfaat kategori 3B berpotensi dikenai penghentian operasional sementara.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk pengawasan agar pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran serta memastikan bantuan gizi benar-benar diterima kelompok prioritas.

BGN optimistis percepatan program MBG dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan bebas stunting. (Redaksi : klikduakali-IN)

Baca Juga :  Polres Subang Ungkap Kasus Produksi dan Peredaran Pestisida Palsu di Subang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − two =