Pola makan yang tidak seimbang menjadi salah satu penyebab utama munculnya berbagai penyakit di masyarakat modern. Menurut Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.H.Kes, puasa berperan penting dalam membentuk pola makan yang lebih sehat dan terkontrol.
Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia membutuhkan keseimbangan antara asupan makanan dan kebutuhan energi. Kekurangan gizi dapat menimbulkan gangguan metabolisme dan pertumbuhan, sedangkan kelebihan gizi justru meningkatkan risiko penyakit kronis.
“Gizi seimbang adalah kunci utama kesehatan. Puasa membantu kita mengatur kembali pola makan agar tidak berlebihan,” jelasnya.
Melalui ibadah puasa, seseorang hanya mengonsumsi makanan pada waktu tertentu, yaitu sahur dan berbuka. Pola ini secara alami membatasi asupan kalori berlebih yang sering terjadi akibat kebiasaan makan tanpa kontrol.
Puasa juga melatih kedisiplinan dalam memilih jenis makanan. Saat sahur dan berbuka, dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
Menurut dr. Encep, kebiasaan ini dapat membantu menurunkan risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Selain itu, puasa juga mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kualitas makanan, bukan hanya kuantitasnya.
Dengan demikian, puasa bukan hanya ibadah tahunan, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperbaiki gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat serta berkelanjutan.












