Encep Sugiana Serap Aspirasi Kritis, Warga Minta Program Pemprov Dihidupkan Lagi

klikduakali.id – Kegiatan reses yang dilakukan anggota DPRD Jawa Barat, Encep Sugiana, di empat titik wilayah menjadi cerminan kuat masih tingginya ketergantungan masyarakat terhadap program bantuan pemerintah provinsi. Berbagai aspirasi yang muncul tidak hanya bersifat usulan, tetapi juga menunjukkan adanya kekosongan layanan di sejumlah sektor penting.
Salah satu isu paling menonjol adalah terhentinya program hibah dan bantuan sosial pada 2025 hingga 2026. Kondisi ini dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat, terutama dalam pembangunan sarana keagamaan seperti masjid, mushola, dan pesantren yang selama ini banyak bergantung pada dukungan dana pemerintah.
“Masyarakat sangat membutuhkan dan mengharapkan agar bantuan hibah dan bantuan sosial itu digulirkan kembali sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” ujar Encep.
Di sektor pendidikan, berhentinya program Bantuan Pendidikan Menengah Universal juga memunculkan kekhawatiran baru. Sekolah swasta yang selama ini menjadi penopang akses pendidikan bagi masyarakat menengah ke bawah kini menghadapi tekanan operasional. Tanpa dukungan tambahan, keberlangsungan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dinilai bisa terancam.
“Sekolah-sekolah swasta sangat berharap tetap mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah terkait biaya operasional pendidikan,” katanya.
Persoalan semakin kompleks di bidang kesehatan. Pencoretan peserta BPJS PBI membuat sebagian warga kehilangan jaminan layanan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit kronis. Aspirasi terkait penerapan Universal Health Coverage di seluruh daerah Jawa Barat pun mencuat sebagai harapan untuk memastikan akses kesehatan yang lebih merata.
“Masyarakat berharap program Universal Health Coverage bisa dilaksanakan di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat sehingga seluruh masyarakat bisa tercover,” ujarnya.
Selain itu, isu hunian layak dan infrastruktur dasar juga menunjukkan masih adanya kesenjangan pembangunan. Program rumah tidak layak huni dinilai belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat, sementara kondisi jalan desa dan penerangan lingkungan menjadi indikator bahwa pembangunan di tingkat lokal masih memerlukan perhatian lebih serius.
“Penerangan jalan desa dan juga perbaikan jalan lingkungan menjadi tuntutan masyarakat agar konektivitas wilayah bisa lebih baik,” jelasnya.
Dari berbagai aspirasi tersebut, terlihat bahwa masyarakat tidak hanya menginginkan program baru, tetapi juga keberlanjutan kebijakan yang sudah terbukti membantu.
“Karena itu saya sangat mensupport pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membuka ruang bagi kegiatan pemberian hibah dan bantuan sosial bagi masyarakat,” pungkas Encep. (Redaksi : klikduakali-IN)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Dewan Menyapa Masyarakat, Encep Sugiana menegaskan Komunikasi Langsung Penting untuk Menyerap Harapan Warga
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id — Bertemu langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. Melalui komunikasi secara langsung, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan ide, pemikiran, sekaligus harapan yang berkaitan dengan pembangunan di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana, M.HKes, saat menyoroti pelaksanaan kegiatan Dewan […]
Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober, Kemenlu Pantau Keselamatan 37.494 WNI
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Riyadh, Arab Saudi, menyusul penutupan sementara Bandara Internasional King Khalid hingga 17 Oktober 2026. Pemerintah memastikan sebanyak 37.494 WNI yang tercatat berada di wilayah Riyadh dalam kondisi aman berdasarkan laporan hingga Rabu (14/10/2026). Kemlu menyatakan belum menerima laporan mengenai WNI yang […]
Kemenhaj Pastikan Jemaah Umroh Indonesia Aman Usai Serangan Bandara Riyadh
- Rabu, 14 Oktober 2026
klikduakali.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama pemerintah menyusul serangan yang terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026). Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang lainnya mengalami luka-luka. Dampak serangan turut memengaruhi operasional […]
Glamping 1,5 Hektare di Ciater Diperiksa KPK, Diduga Milik Polisi
- Kamis, 1 Oktober 2026
Klikduakali.id – Kawasan glamping di tengah hamparan kebun durian dan alpukat di Ciater, Kabupaten Subang, mendadak menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik KPK memeriksa aset seluas sekitar 1,5 hektare di kawasan tersebut. Pemeriksaan meliputi bangunan glamping hingga lahan perkebunan yang berada di sekitarnya. Aset seluas sekitar 1,5 hektare itu diduga berkaitan dengan Yayat Sudrajat […]
Kabupaten Subang Peringkat 4 Pengunjung Museum Terbanyak di Jawa Barat pada 2025
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Kabupaten Subang masuk dalam empat besar daerah dengan jumlah pengunjung museum terbanyak di Jawa Barat sepanjang 2025. Berdasarkan dataset Jumlah Pengunjung Museum Berdasarkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang dipublikasikan melalui portal Galura Data Jawa Barat, Kabupaten Subang mencatatkan 25.996 pengunjung museum sepanjang tahun 2025. Dataset yang bersumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi […]
Stok Pupuk Subsidi di Subang Capai 5.933 Ton, Pupuk Kujang Pastikan Kesiapan Musim Tanam
- Selasa, 20 Oktober 2026
klikduakali.id – PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Subang menjelang musim tanam Oktober–Maret (Okmar). Hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang tercatat mencapai 5.933,3 ton, terdiri atas 3.284,2 ton pupuk urea dan 2.649,1 ton pupuk NPK. Ketersediaan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempersiapkan lahan dan memulai […]
Indonesia dan Singapura Bentuk Satgas Bersama untuk Usut Perusahaan Terkait Karhutla
- Rabu, 28 Oktober 2026
klikduakali.id – Indonesia dan Singapura sepakat membentuk satuan tugas (satgas) bersama untuk menelusuri perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) penyebab kabut asap lintas batas. Kerja sama ini akan diperkuat melalui pertukaran intelijen keuangan, pengumpulan bukti lintas negara, hingga penelusuran aset yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral […]
Reynaldy Targetkan Subang Akan Dikenal Lewat Ekonomi Kreatif
- Senin, 26 Oktober 2026
klikduakali.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menargetkan Kabupaten Subang dikenal melalui pengembangan ekonomi kreatif, selain sebagai daerah industri dan lumbung pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar SubangFest secara rutin setiap bulan. Target tersebut disampaikan Reynaldy saat menjadi narasumber dalam Indonesia Creative Connect 2026 bertajuk Leaders Talk – Inovasi dan […]

×
×


Saat ini belum ada komentar