klikduakali.id – PT BPR Subang Gemi Nastiti (Perseroda) atau Bank Subang menegaskan strategi transformasi digital sebagai langkah utama memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Subang. Manajemen menargetkan setoran PAD sebesar Rp 8 miliar pada tahun anggaran 2026.
Target tersebut disampaikan dalam momentum peringatan hari jadi ke-19 perusahaan yang digelar di Laska Hotel Subang. Direktur Utama Bank Subang, Anton Abdul Rosyid, menyebut optimisme itu didukung capaian kinerja positif sepanjang 2025.
“Target PAD tahun 2026, kami optimistis dapat menyumbang Rp 8 miliar,” ujar Anton.
Menurutnya, hingga periode Januari–November 2025, perseroan telah membukukan laba miliaran rupiah. Capaian tersebut menjadi fondasi untuk memperbesar kontribusi kepada daerah sekaligus memperluas layanan kepada masyarakat.
Transformasi Digital dan Perluasan Layanan
Dalam menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin kompetitif, Bank Subang meluncurkan lima layanan digital, yakni Merchant QRIS, Bank Subang Mobile, E-Banking (Self Inquiry), E-Wallet Subang Urang, dan Smart BOSS. Inovasi tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kemudahan transaksi, serta mendorong inklusi keuangan di tingkat lokal.
Anton menilai digitalisasi menjadi solusi adaptif di tengah keterbatasan perizinan, termasuk izin operasional Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari Bank Indonesia yang prosesnya tidak mudah. Karena itu, perusahaan memilih fokus pada penguatan layanan mobile banking.
“Perkembangan BUMD tidak terlepas dari kebijakan pimpinan Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, kami berharap Bupati Subang terus mendukung kinerja Bank Subang agar dapat berkontribusi maksimal terhadap peningkatan PAD,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sesuai tema hari jadi tahun ini, “Bersama Kita Lebih Baik”.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Subang melalui Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang (Bapenda) terus mendorong optimalisasi PAD, termasuk dari sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kontribusi Bank Subang dinilai strategis untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan peningkatan layanan publik.
Target Rp 8 miliar tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan yang memperkuat kemandirian fiskal daerah pada 2026.
Prestasi Kepemimpinan
Di bawah kepemimpinan Anton Abdul Rosyid, Bank Subang juga mencatat pengakuan di tingkat nasional. Ia terpilih sebagai TOP CEO BUMD 2025 dalam ajang Top BUMD Awards 2025 yang diselenggarakan Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (I-OTDA) dan sejumlah lembaga independen.
Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja keuangan yang positif, inovasi digital, serta tata kelola perusahaan yang dinilai baik.
Dengan strategi digitalisasi yang agresif, dukungan kebijakan daerah, dan sinergi lintas sektor, Bank Subang memposisikan diri bukan sekadar sebagai lembaga keuangan daerah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Target kontribusi Rp 8 miliar ke PAD pun menjadi indikator komitmen perusahaan dalam memperkuat pembangunan Kabupaten Subang secara berkelanjutan. (Redaksi : klikduakali-IN)












