Griya Bina Karya Jadi Ruang Pemulihan, Encep Dorong Warga Binaan Bangkit dan Mandiri

klikduakali.id – Upaya menangani persoalan warga yang hidup di jalanan tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat tinggal sementara. Rehabilitasi sosial harus mampu mengembalikan kepercayaan diri, membangun mental, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.HKes, saat meninjau UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Karya di Kabupaten Bandung Barat.
Menurut Encep, Griya Bina Karya memiliki peran strategis dalam membantu warga yang sebelumnya hidup di jalanan untuk menemukan kembali jati diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Peran Griya Bina Karya ini bukan sekadar menyelamatkan mereka dari kehidupan di jalan. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka mendapatkan kembali jati dirinya, dibangun mental dan spiritualnya, kemudian dibekali keterampilan yang bisa digunakan setelah selesai menjalani pembinaan,” ujar Encep.
Ia menjelaskan, warga yang mendapatkan pembinaan di Griya Bina Karya umumnya berada pada usia produktif. Karena itu, proses rehabilitasi perlu diarahkan agar mereka memiliki kemampuan yang dapat menjadi modal untuk kembali ke tengah masyarakat.
Encep melihat pembinaan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal praktis untuk memperoleh penghasilan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Di sini mereka dibina, dididik, disiapkan mentalnya, dan diberikan pembekalan yang nantinya bisa dimanfaatkan setelah keluar dari tempat pembinaan ini,” katanya.
Menurut Encep, proses pembinaan di Griya Bina Karya berlangsung sekitar empat bulan. Dalam periode tersebut, warga binaan mendapatkan berbagai bentuk pembekalan, termasuk penguatan mental dan keterampilan kerja.
Ia menilai masa pembinaan tersebut harus menjadi momentum perubahan. Warga binaan tidak hanya diarahkan untuk meninggalkan kehidupan di jalanan, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menentukan arah hidup setelah kembali ke masyarakat.
“Harapannya, setelah pulang dari pembinaan, mereka bisa mandiri. Mereka juga memiliki mindset hidup yang penuh optimisme untuk melihat masa depan,” tutur Encep.
Ia menekankan pentingnya memastikan keterampilan yang diberikan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dan peluang di masyarakat. Dengan demikian, proses rehabilitasi tidak berhenti ketika warga binaan meninggalkan Griya Bina Karya.

Encep mengatakan tujuan akhir dari pembinaan adalah memastikan warga binaan mampu menjalankan fungsi sosialnya kembali di tengah masyarakat.
Karena itu, keberhasilan Griya Bina Karya tidak cukup diukur dari jumlah warga yang mengikuti program pembinaan. Lebih jauh, keberhasilan perlu dilihat dari kemampuan mereka untuk hidup mandiri dan tidak kembali ke kondisi sebelumnya.
“Jangan sampai setelah selesai pembinaan mereka kembali lagi ke jalan. Mereka harus bisa mengoptimalkan peran-perannya, bekerja, mandiri, dan mempunyai keyakinan bahwa masa depan mereka masih bisa dibangun,” ujar Encep.
Menurutnya, pendekatan seperti ini penting karena persoalan hidup di jalanan memiliki dimensi yang kompleks. Selain persoalan ekonomi, terdapat aspek mental, sosial, keterampilan, dan kemampuan seseorang untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan.
Encep juga menilai pembinaan perlu didukung dengan pendampingan yang berkelanjutan. Setelah menyelesaikan program di Griya Bina Karya, warga binaan membutuhkan ruang untuk menerapkan keterampilan yang telah diperoleh.
Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pihak terkait perlu diperkuat agar warga binaan memiliki akses terhadap peluang kerja maupun usaha.
“Pembinaan akan lebih bermakna kalau setelah mereka keluar ada ruang untuk mengembangkan keterampilan yang sudah dipelajari. Jangan sampai keterampilan sudah diberikan, tetapi mereka kembali menghadapi kesulitan ketika kembali ke masyarakat,” katanya.
Griya Bina Karya sendiri merupakan UPTD di bawah Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang menjalankan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi kelompok yang mengalami masalah sosial, termasuk gelandangan dan pengemis. Program rehabilitasi juga mencakup pembinaan keterampilan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan.
Encep berharap keberadaan Griya Bina Karya terus diperkuat sehingga mampu menjadi ruang pemulihan sekaligus pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Yang kita harapkan adalah mereka keluar dari sini bukan hanya sudah tidak berada di jalan, tetapi juga sudah memiliki bekal, keterampilan, mental yang lebih kuat, dan optimisme untuk menjalani kehidupan secara mandiri,” pungkasnya.
(Redaksi : klikduakali-IN)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Polresta Denpasar Bongkar Penyalahgunaan 795 Liter Pertalite, Empat Orang Jadi Tersangka
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Polresta Denpasar mengungkap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite yang diduga melibatkan oknum operator SPBU di Jalan Trengguli, Kelurahan Penatih, Denpasar. Dalam kasus ini, polisi menetapkan empat tersangka berinisial AS, IN, AN, dan PS serta menyita 795 liter Pertalite yang disimpan dalam puluhan jeriken. Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Wayan Winaya, menjelaskan bahwa keempat […]
Reynaldy Targetkan Subang Akan Dikenal Lewat Ekonomi Kreatif
- Senin, 26 Oktober 2026
klikduakali.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menargetkan Kabupaten Subang dikenal melalui pengembangan ekonomi kreatif, selain sebagai daerah industri dan lumbung pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar SubangFest secara rutin setiap bulan. Target tersebut disampaikan Reynaldy saat menjadi narasumber dalam Indonesia Creative Connect 2026 bertajuk Leaders Talk – Inovasi dan […]
Lisandro Martinez Dikabarkan Siap Tinggalkan Manchester United pada 2027, Atletico Madrid Jadi Tujuan?
- Jumat, 16 Oktober 2026
klikduakali.id – Masa depan Lisandro Martinez bersama Manchester United mulai menjadi sorotan. Bek asal Argentina tersebut dikabarkan telah memutuskan untuk mengakhiri kebersamaannya dengan Setan Merah pada musim panas 2027, ketika kontraknya saat ini berakhir. Kabar tersebut muncul setelah Martinez melontarkan kritik terhadap manajemen MU. Ia menilai klub belum menunjukkan ambisi yang cukup besar dalam memperkuat […]
Ini Sederet Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Rona Mairansyah
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Jabatan Sekretaris Daerah bukan sekadar posisi administratif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Di balik urusan birokrasi yang berjalan setiap hari, Sekda punya peran menghubungkan kerja berbagai perangkat daerah agar program pemerintahan dapat berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan. Setelah Rona Mairansyah, AP., M.Si. resmi dilantik pada Kamis (1/10/2026), tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Subang […]
Ganjal Kartu ATM dengan Tusuk Gigi, 3 Pelaku Ditangkap Polisi di Subang
- Jumat, 2 Oktober 2026
Klikduakali.id – Jajaran Polres Subang mengungkap kasus pencurian dengan modus mengganjal kartu ATM menggunakan tusuk gigi yang terjadi di wilayah Kabupaten Subang. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap tiga tersangka. Sementara satu pelaku lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Aksi tersebut terjadi Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di gerai ATM BCA […]
Harga Laptop Diprediksi Naik pada 2027, RAM dan Prosesor Jadi Penyebab
- Selasa, 13 Oktober 2026
Klikduakali.id – Calon pembeli laptop perlu bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga pada 2027. Meningkatnya biaya RAM, SSD, dan prosesor berpotensi membuat perangkat dijual dengan harga lebih tinggi atau mendorong produsen menawarkan spesifikasi lebih rendah pada rentang harga yang sama. Dalam laporan yang dirilis pada 8 Oktober 2026, TrendForce menyoroti kenaikan biaya produksi sebagai tantangan bagi […]
Belanja Pemkab Subang Baru Terserap 62 Persen, Belanja Modal Jadi Sorotan
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Penyerapan anggaran belanja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang hingga pertengahan Oktober 2026 masih menyisakan pekerjaan besar. Dari total pagu sekitar Rp2,82 triliun, realisasi belanja baru mencapai Rp1,75 triliun atau 62,02 persen. Artinya, masih ada sekitar Rp1,07 triliun anggaran yang belum terealisasi menjelang penutupan tahun anggaran. Berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten […]
Indonesia dan Singapura Bentuk Satgas Bersama untuk Usut Perusahaan Terkait Karhutla
- Rabu, 28 Oktober 2026
klikduakali.id – Indonesia dan Singapura sepakat membentuk satuan tugas (satgas) bersama untuk menelusuri perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) penyebab kabut asap lintas batas. Kerja sama ini akan diperkuat melalui pertukaran intelijen keuangan, pengumpulan bukti lintas negara, hingga penelusuran aset yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral […]

×
×


Saat ini belum ada komentar