Beranda » Berita » Sekda Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Desa

Sekda Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Desa

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Klikduakali.id – Sekda Jabar Herman Suryatman menginstruksikan pembentukan tim pemburu anak tidak sekolah (ATS) hingga desa dan kelurahan. Jajaran pemerintah daerah diminta turun langsung mendata anak yang kehilangan akses pendidikan serta mengupayakan agar mereka kembali bersekolah.

Penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Jawa Barat membutuhkan sinergi lintas sektor hingga tingkat pemerintahan terbawah. Herman Suryatman menegaskan, upaya tersebut tidak bisa hanya bertumpu pada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, melainkan harus melibatkan seluruh jajaran pemerintahan.

“Pekan depan kami akan mengundang semua camat di Jawa Barat. Selanjutnya, camat bersama lintas sektor akan mengedukasi kepala desa dan lurah se-Jabar. Kami bahkan akan membentuk tim pemburu anak tidak sekolah di desa,” kata Herman dalam Rapat Koordinasi Pendidikan di Aula Dewi Sartika, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung, Senin (12/10/2026).

Menurut Herman, upaya mengatasi anak tidak sekolah harus dimulai dengan menelusuri persoalan yang membuat mereka tidak mengakses pendidikan. Pemerintah perlu memahami kondisi anak dan keluarganya sebelum menyimpulkan bahwa mereka tidak memiliki keinginan untuk bersekolah.

Ia menyebutkan, terdapat beragam faktor yang menyebabkan anak tidak bersekolah, mulai dari keterbatasan ekonomi, tuntutan membantu pekerjaan orang tua, hingga kondisi disabilitas yang membutuhkan pendekatan khusus.

“Jangan hanya berpikir, kenapa tidak sekolah? Kita harus tahu kondisinya. Ada anak yang harus membantu orang tuanya bertani, berdagang, ada keluarga yang membutuhkan bantuan, dan ada juga anak dengan disabilitas. Situasinya bermacam-macam,” ujarnya.

Herman meyakini, banyak persoalan anak tidak sekolah dapat diselesaikan melalui pendekatan yang tepat dan solusi pendidikan yang menyesuaikan kebutuhan keluarga.

Salah satu alternatif yang didorong ialah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, serta Paket C. Jalur tersebut dinilai dapat menjadi pilihan bagi anak-anak yang mengalami kendala mengikuti pendidikan formal.

Baca Juga :  Usulan Gerbong Wanita Disorot Usai Insiden KRL Bekasi, Menteri PPPA Minta Maaf

Menurut Herman, upaya mengatasi anak tidak sekolah harus dimulai dengan menelusuri persoalan yang membuat mereka tidak mengakses pendidikan. Pemerintah perlu memahami kondisi anak dan keluarganya sebelum menyimpulkan bahwa mereka tidak memiliki keinginan untuk bersekolah.

Selain itu, fleksibilitas waktu belajar, termasuk pada akhir pekan atau di luar jam kerja, dapat dipertimbangkan untuk membantu anak yang harus ikut bekerja atau memiliki keterbatasan waktu.

“Kalau diberikan solusi kreatif dan fleksibel melalui PKBM atau pendidikan kesetaraan, saya kira mereka mau. Saya sudah datang ke beberapa keluarga yang anaknya tidak sekolah, dan ketika diajak berkomunikasi serta diberikan solusi, mereka bersedia,” kata Herman.

Ia pun meminta kepala dinas pendidikan di tingkat kabupaten/kota tidak sekadar mengandalkan data dan laporan administratif. Mereka harus turun ke lapangan, menemui keluarga, memahami persoalan sosial yang dihadapi, serta memastikan anak memperoleh akses pendidikan yang sesuai.

Untuk mempercepat penyelesaian kasus, Herman menyiapkan mekanisme eskalasi berjenjang. Apabila persoalan tidak dapat dituntaskan oleh pemerintah kabupaten/kota, laporan harus disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk ditindaklanjuti langsung.

Jika upaya tersebut belum membuahkan hasil, Herman menyatakan siap turun tangan menemui keluarga yang bersangkutan.

“Kalau kepala dinas kabupaten/kota tidak mampu menyelesaikan, laporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jabar. Kalau belum mampu juga, laporkan kepada saya. Saya akan turun langsung. Mana orang tua yang tidak mengizinkan, mana anak yang tidak mau sekolah? Tunjukkan datanya, saya akan turun,” tegasnya.

Herman menekankan, penanganan anak tidak sekolah merupakan tanggung jawab konstitusional yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Karena itu, seluruh aparatur terkait diminta berani memeriksa langsung kondisi masyarakat dan tidak menjadikan mekanisme birokrasi sebagai alasan untuk menunda penyelesaian persoalan.

Baca Juga :  Mahasiswa Desak Pemerintah Kendalikan Harga BBM dan Bahan Pokok, DPR Siap Teruskan Aspirasi

Ia juga menyoroti pentingnya memahami kondisi keluarga dan psikologis masyarakat agar pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjawab akar permasalahan.

“Ini tugas konstitusi. Kepala dinas kabupaten/kota harus turun langsung, mengetahui kondisi keluarga dan psikologis masyarakat. Saya sebagai Sekda juga siap turun. Kalau gubernur saja bersedia turun untuk mengecek dan memfasilitasi penyelesaian masalah, masa kita di tingkat pelaksana tidak melakukan hal yang sama?” ujarnya.

Herman menekankan bahwa penanganan anak tidak sekolah di Jawa Barat harus berorientasi pada hasil. Karena itu, seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota diminta memastikan setiap kasus ditelusuri, keluarga mendapat pendampingan, dan anak memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur yang sesuai dengan kondisinya.

Keberadaan tim hingga tingkat desa dan kelurahan diharapkan memudahkan pemerintah mengidentifikasi anak tidak sekolah secara lebih cepat dan akurat. Dengan penanganan yang terkoordinasi, anak-anak di Jawa Barat diharapkan mendapat pendampingan dan kesempatan untuk kembali melanjutkan pendidikan. (Redaksi : klikduakali-TH)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

ten − 1 =

Rekomendasi Untuk Anda

DPR Minta Wacana Siswa Tidak Naik Kelas pada 2027 Dikaji Ulang, Ini Alasannya

DPR Minta Wacana Siswa Tidak Naik Kelas pada 2027 Dikaji Ulang, Ini Alasannya

  • Rabu, 14 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengkaji secara menyeluruh wacana penerapan kembali kebijakan siswa tidak naik kelas mulai tahun ajaran 2027. Menurut Lalu, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan satuan pendidikan, kemampuan akademik siswa, hingga dampaknya terhadap proses pembelajaran. “Pada […]

Usai Dilantik Jadi Sekda Subang, Rona Mairansyah Siapkan Pemetaan Masalah dan Tim Aksi

Usai Dilantik Jadi Sekda Subang, Rona Mairansyah Siapkan Pemetaan Masalah dan Tim Aksi

  • Jumat, 2 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang Rona Mairansyah langsung menyiapkan langkah kerja setelah resmi dilantik oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi pada Kamis (1/10/2026). Ia menilai penyelesaian berbagai persoalan daerah membutuhkan pemetaan masalah dan kolaborasi lintas sektor. Rona mengatakan tahap awal yang akan dilakukan adalah mempelajari persoalan di seluruh wilayah Kabupaten Subang […]

BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Warga Cijambe yang Berjuang Melawan Tumor

BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Warga Cijambe yang Berjuang Melawan Tumor

  • Jumat, 2 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Perjuangan Ibu Tarsemi, warga Kampung Cimahi, Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, dalam menjalani pengobatan tumor mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang. Melalui Program Subang Cageur, BAZNAS Kabupaten Subang menyalurkan bantuan biaya pengobatan kepada Tarsemi pada Kamis (1/10/2026). Bantuan tersebut diberikan setelah pihak keluarga mengajukan permohonan dukungan untuk membantu […]

Kemenhaj Pastikan Jemaah Umroh Indonesia Aman Usai Serangan Bandara Riyadh

Kemenhaj Pastikan Jemaah Umroh Indonesia Aman Usai Serangan Bandara Riyadh

  • Rabu, 14 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama pemerintah menyusul serangan yang terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026). Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang lainnya mengalami luka-luka. Dampak serangan turut memengaruhi operasional […]

Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater dalam Operasi Antik Lodaya 2026

Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater dalam Operasi Antik Lodaya 2026

  • Rabu, 14 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Subang mengamankan 111 botol minuman keras (miras) dari dua lokasi di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Senin (12/10/2026). Penindakan ini dilakukan dalam rangka Operasi Antik Lodaya 2026 untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kasatnarkoba Polres Subang, IPTU Pictor Hasudungan Sitorus, mengatakan penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya […]

Dua Event Lari di Subang Siap Digelar Oktober-November 2026, Ada Dahana Run hingga Trail Race

Dua Event Lari di Subang Siap Digelar Oktober-November 2026, Ada Dahana Run hingga Trail Race

  • Kamis, 15 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Penggemar olahraga lari masih memiliki kesempatan mengikuti sejumlah ajang di Kabupaten Subang menjelang akhir 2026. Dua agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November mendatang adalah Dahana Run 2026 dan Sari Ater Trail Race 2026. Kedua kegiatan tersebut menawarkan karakter perlombaan yang berbeda. Dahana Run menggabungkan olahraga dengan atraksi budaya lokal di kawasan […]

Harga Laptop Diprediksi Naik pada 2027, RAM dan Prosesor Jadi Penyebab

Harga Laptop Diprediksi Naik pada 2027, RAM dan Prosesor Jadi Penyebab

  • Selasa, 13 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Calon pembeli laptop perlu bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga pada 2027. Meningkatnya biaya RAM, SSD, dan prosesor berpotensi membuat perangkat dijual dengan harga lebih tinggi atau mendorong produsen menawarkan spesifikasi lebih rendah pada rentang harga yang sama. Dalam laporan yang dirilis pada 8 Oktober 2026, TrendForce menyoroti kenaikan biaya produksi sebagai tantangan bagi […]

Harry Maguire Bela Michael Carrick, Pemain Manchester United Diminta Bertanggung Jawab atas Tren Negatif

Harry Maguire Bela Michael Carrick, Pemain Manchester United Diminta Bertanggung Jawab atas Tren Negatif

  • Selasa, 27 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Bek Manchester United, Harry Maguire, menegaskan bahwa para pemain harus bertanggung jawab atas buruknya performa tim pada awal musim 2026/2027. Ia menilai hasil negatif yang diraih Setan Merah bukan semata-mata kesalahan pelatih Michael Carrick, melainkan juga akibat penampilan para pemain yang belum memenuhi ekspektasi. Pernyataan tersebut muncul setelah Manchester United menelan kekalahan telak […]

ads bottom
ads left ×
ads left ×