Beranda » Berita » DPR Minta Wacana Siswa Tidak Naik Kelas pada 2027 Dikaji Ulang, Ini Alasannya

DPR Minta Wacana Siswa Tidak Naik Kelas pada 2027 Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

klikduakali.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengkaji secara menyeluruh wacana penerapan kembali kebijakan siswa tidak naik kelas mulai tahun ajaran 2027.

Menurut Lalu, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan satuan pendidikan, kemampuan akademik siswa, hingga dampaknya terhadap proses pembelajaran.

“Pada prinsipnya kami Komisi X mendukung, tapi tolong kaji sekali lagi, kajian menjadi sangat penting, kita cek plus minusnya seperti apa,” ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, wacana tersebut berkaitan dengan perhatian pemerintah terhadap kualitas pendidikan Indonesia yang dinilai masih jauh dari harapan. Hal itu, antara lain, tercermin dari capaian Programme for International Student Assessment (PISA), khususnya pada aspek literasi dan numerasi.

“Jadi kami sudah berdiskusi dengan Kemendikdasmen. Memang dari pemerintah melihat mutu dan kualitas pendidikan kita hari ini memang jauh dari harapan. Kemudian skor PISA kita, baik literasi maupun numerasi juga ternyata jauh dari harapan juga,” katanya.

Lalu menegaskan, upaya meningkatkan kualitas pendidikan harus dilakukan melalui kebijakan yang tepat sasaran. Menurutnya, penerapan kembali kebijakan tidak naik kelas perlu didasarkan pada evaluasi yang jelas agar tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi siswa.

“Oleh sebab itu, pemberlakuan tidak naik kelas ini akan dihidupkan kembali, tetapi kami di Komisi X meminta untuk betul-betul dikaji. Jangan sampai program ini dilaksanakan tanpa kajian yang matang, justru nanti akan membebani siswa-siswi kita yang ada di satuan pendidikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa wacana siswa tidak naik kelas mulai tahun ajaran baru 2027 masih memerlukan pembahasan dan masukan dari berbagai pihak.

Baca Juga :  Rotasi 52 Pejabat Dinilai Perkuat Kinerja Pemkab, Ketua DPRD Soroti Peran Bapenda dan Disnakertrans

Mu’ti menyatakan Kemendikdasmen siap menindaklanjuti apabila kebijakan tersebut disepakati dan menjadi bagian dari rekomendasi konvensi pendidikan.

“Kalau ini disetujui dan mungkin menjadi bagian dari rekomendasi konvensi ini, tentu kami akan siap melaksanakan,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis pada Kamis (8/10/2026).

Menurut Mu’ti, kebijakan tersebut diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat belajar dan meningkatkan ketekunan siswa dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.

Ia menyoroti fenomena yang disebut sebagai rumus RMS, yakni “rajin malas sama saja”. Kondisi tersebut dinilai dapat melemahkan motivasi belajar apabila siswa tidak melihat adanya perbedaan antara kesungguhan dalam belajar dan kurangnya usaha.

“Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus RMS, rajin malas sama saja,” katanya.

Meski demikian, Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil keputusan secara terburu-buru. Masukan dari berbagai pihak tetap diperlukan sebelum kebijakan tersebut diputuskan.

Wacana tidak naik kelas menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan proses evaluasi hasil belajar siswa. Penerapannya membutuhkan pertimbangan yang cermat agar penilaian tidak semata-mata berorientasi pada kenaikan atau pengulangan kelas, tetapi juga pada perkembangan kemampuan setiap peserta didik.

Kajian tersebut juga penting untuk memastikan sekolah memiliki mekanisme evaluasi yang tepat serta dukungan pembelajaran bagi siswa yang belum mencapai kompetensi yang diharapkan.

Dengan demikian, kebijakan tidak naik kelas diharapkan tidak sekadar menjadi bentuk konsekuensi akademik, tetapi menjadi bagian dari upaya memperbaiki proses pembelajaran secara menyeluruh.

Komisi X DPR RI pun meminta Kemendikdasmen memastikan setiap kebijakan pendidikan memiliki dasar kajian yang kuat dan mempertimbangkan kepentingan siswa. Keputusan mengenai wacana tersebut masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut, sementara pemerintah menyatakan akan mempertimbangkan berbagai masukan sebelum menentukan langkah berikutnya. (Redaksi : klikduakali-IN)

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas, SMP Panatagama Islamic Subang Raih Akreditasi A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

eight + 1 =

Rekomendasi Untuk Anda

Data Haji Dibersihkan, Pemerintah Klaim Antrean Faktual Turun Jadi 14 Tahun

Data Haji Dibersihkan, Pemerintah Klaim Antrean Faktual Turun Jadi 14 Tahun

  • Rabu, 30 September 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Masa tunggu pendaftaran haji di Indonesia disebut turun dari sebelumnya hingga 49 tahun menjadi rata-rata sekitar 14 tahun. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan penurunan itu berdasarkan perhitungan masa tunggu faktual. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut kebijakan tersebut tidak terlepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini menyiapkan formula […]

Kecelakaan di Puncak! Bus Elf Terjun ke Sungai akibat Rem Blong, Sopir Tewas

Kecelakaan di Puncak! Bus Elf Terjun ke Sungai akibat Rem Blong, Sopir Tewas

  • Jumat, 16 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Simpang Bendungan, Jalan Gadog-Ciawi arah Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026). Peristiwa ini menambah perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan di jalur tersebut. Kecelakaan tersebut melibatkan bus mikro Isuzu Elf yang diduga mengalami gangguan rem saat melintas di jalur tersebut. Kendaraan itu kemudian terjun ke sungai dan menyebabkan […]

Prakiraan Cuaca 26 Oktober 2026, Jawa Barat dan Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat

Prakiraan Cuaca 26 Oktober 2026, Jawa Barat dan Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat

  • Senin, 26 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (26/10/2026). Meski musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah, potensi cuaca ekstrem tetap perlu diantisipasi. Dalam prakiraan cuacanya, BMKG menyebut Jawa Barat dan Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat […]

KDM Hentikan Sementara Pusat Data AI di Kawasan Jatiluhur Tunggu Dokumen AMDAL dan PBG

KDM Hentikan Sementara Pusat Data AI di Kawasan Jatiluhur Tunggu Dokumen AMDAL dan PBG

  • Kamis, 1 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Penyebabnya, BDX Data Centers sebagai pihak yang membangun proyek tersebut belum mengantongi analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG). Dikatakan Dedi, proyek pembangunan pusat data AI jangan dulu dimulai sebelum ada dokumen AMDAL […]

Sambut Hari Sumpah Pemuda 2026, Encep Sugiana Dorong Generasi Muda Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

Sambut Hari Sumpah Pemuda 2026, Encep Sugiana Dorong Generasi Muda Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.H.Kes., mengajak generasi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, pemuda hari ini harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi generasi penerus yang mampu mengemban amanah, mengelola bangsa, serta melanjutkan cita-cita para pendiri negara menuju Indonesia […]

Polemik Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Berujung Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Polemik Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Berujung Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

  • Sabtu, 3 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Polemik fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, memasuki babak baru. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (1/10/2026). Surat pengunduran diri Mashudi telah diterima Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kemenimipas Akbar Hadi […]

Ganjal Kartu ATM dengan Tusuk Gigi, 3 Pelaku Ditangkap Polisi di Subang

Ganjal Kartu ATM dengan Tusuk Gigi, 3 Pelaku Ditangkap Polisi di Subang

  • Jumat, 2 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Jajaran Polres Subang mengungkap kasus pencurian dengan modus mengganjal kartu ATM menggunakan tusuk gigi yang terjadi di wilayah Kabupaten Subang. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap tiga tersangka. Sementara satu pelaku lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Aksi tersebut terjadi Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di gerai ATM BCA […]

Karhutla Picu Polusi Udara, Jambi dan Pekanbaru Masuk Daftar Kota Paling Berpolusi di Dunia

Karhutla Picu Polusi Udara, Jambi dan Pekanbaru Masuk Daftar Kota Paling Berpolusi di Dunia

  • Jumat, 16 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu penurunan kualitas udara di sejumlah daerah akibat sebaran asap. Kondisi tersebut bahkan membuat dua kota masuk dalam kategori kualitas udara berbahaya. Dikutip dari detikHealth, berdasarkan pemantauan real-time AQI (US), dua kota di Indonesia yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masuk dalam daftar kota dengan tingkat polusi […]

ads bottom
ads left ×
ads left ×