Klikduakali.id – Menghadapi potensi cuaca panas ekstrem, RSUD Subang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode puncak suhu di bulan Agustus 2026.
Dalam peringatan resminya, RSUD Subang mengingatkan bahwa suhu udara diprediksi akan meningkat dan terasa lebih panas dari biasanya, terutama di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Situasi ini dipicu oleh transisi menuju musim kemarau yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.
Menghadapi potensi dampak cuaca panas ekstrem, masyarakat diingatkan untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan.

Langkah-langkah tersebut antara lain menjaga hidrasi tubuh dengan minum air mineral yang cukup tanpa menunggu haus, menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat berada di luar ruangan, serta memakai tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV).
RSUD Subang mengingatkan masyarakat akan bahaya heat stroke, kondisi berbahaya saat suhu tubuh meningkat secara ekstrem dan dapat menjadi darurat medis.
Gejalanya bisa berupa suhu tubuh yang melonjak di atas 40 derajat Celsius, disertai pusing hebat, mual, hingga penurunan kesadaran.
Sebagai langkah penanganan awal, masyarakat diimbau untuk segera memindahkan penderita ke tempat yang sejuk atau teduh, memberikan kompres dingin di area leher, ketiak, dan selangkangan, serta melonggarkan pakaian agar sirkulasi udara lebih baik.
Jika kondisi tidak menunjukkan perbaikan, warga diimbau segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk IGD RSUD Subang yang beroperasi 24 jam.
Menghadapi cuaca ekstrem, RSUD Subang menegaskan pentingnya kesadaran bersama dengan menjaga kesehatan, memperbanyak cairan, dan mengurangi aktivitas berat di bawah terik matahari. (Redaksi : klikduakali-TH)




