klikduakali.id – Nilai tukar rupiah yang terus tertekan hingga menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS memicu perdebatan panas dalam rapat kerja antara Bank Indonesia dan Komisi XI DPR RI. Kondisi tersebut membuat sejumlah anggota dewan mempertanyakan efektivitas kebijakan moneter yang dijalankan Gubernur BI, Perry Warjiyo.
Dalam forum tersebut, Perry menegaskan bahwa mandat utama Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas rupiah, bukan mempertahankan kurs pada angka tertentu. Menurutnya, ukuran stabilitas dilihat dari tingkat volatilitas atau pergerakan nilai tukar yang masih terkendali.
“Yang menjadi fokus kami adalah stabilitas nilai tukar. Jadi bukan semata-mata soal level rupiah berada di angka berapa,” ujar Perry di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Ia menjelaskan, volatilitas rupiah secara year to date masih berada di kisaran 5,4 persen dan dinilai relatif aman dibandingkan sejumlah negara lain yang mengalami tekanan serupa akibat ketidakpastian ekonomi global.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum mampu meredam kritik dari DPR. Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN, Primus Yustisio, menilai pelemahan rupiah telah menimbulkan kekhawatiran besar di masyarakat dan pasar keuangan.
Primus bahkan menyebut langkah mundur secara terhormat bisa menjadi bentuk tanggung jawab moral apabila kondisi ekonomi tidak mampu dikendalikan dengan baik.
“Dalam budaya negara maju seperti Jepang atau Korea Selatan, pejabat yang merasa gagal menjalankan tugas biasanya mengambil sikap gentleman dengan mengundurkan diri,” kata Primus.
Ia juga menyoroti anomali ekonomi Indonesia yang tetap mencatat pertumbuhan positif, namun mata uangnya justru mengalami pelemahan signifikan terhadap banyak mata uang asing.

Di sisi lain, Perry tetap optimistis tekanan terhadap rupiah hanya bersifat sementara. Bank Indonesia memperkirakan nilai tukar akan kembali menguat pada semester kedua tahun ini seiring membaiknya arus modal dan stabilitas pasar global.
Menurut Perry, rata-rata nilai tukar sepanjang tahun masih diyakini berada dalam rentang asumsi APBN, yakni Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar AS.
Sementara itu, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Perry memilih tidak menanggapi panjang lebar kritik DPR. Ia hanya memberikan jawaban singkat terkait kondisi rupiah saat ini.
“Yakin stabil,” ucap Perry sebelum meninggalkan kawasan Istana. (Redaksi : klikduakali-IN)
Rupiah Melemah Tajam, DPR Desak Bank Indonesia Ambil Langkah Lebih Tegas




