Pemerintah Kaji Peluang Kantin Sekolah Jadi Penyalur MBG di Daerah 3T

Klikduakali.id – Pemerintah membuka peluang untuk melibatkan kantin sekolah dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Wacana ini kini tengah dikaji secara mendalam sebagai salah satu alternatif skema pelaksanaan program nasional tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa usulan pelibatan kantin sekolah merupakan bagian dari proses penataan menyeluruh yang sedang digodok oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sebagai mungkin salah satu alternatif skema, barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu,” ujar Prasetyo di Jakarta, seperti yang dilansir dari laman KOMPAS, Kamis (11/6/2026).

Pemerintah terus memetakan zonasi yang dinilai tepat dan efektif untuk menerapkan skema ini agar penyaluran makanan bergizi tepat sasaran dan berdampak optimal bagi para siswa.

Fokus pada Infrastruktur dan Kualitas Guru

Selain membahas program MBG, Prasetyo juga membeberkan hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Pertemuan intensif yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut berfokus pada pembenahan sektor pendidikan secara struktural.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa diskusi hampir dua jam lebih, tapi betul-betul pemerintah dan Bapak Presiden sangat concern terhadap masalah pendidikan. Baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan gurunya,” kata Prasetyo.

Modernisasi Buku Pelajaran

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara juga memberikan instruksi khusus kepada Mendikdasmen untuk segera membentuk tim guna memodernisasi konten pembelajaran di sekolah. Tim ini nantinya akan bertugas mengevaluasi dan menyesuaikan buku ajar agar selaras dengan kemajuan teknologi modern. Langkah strategis ini diambil agar kualitas literasi siswa Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.

“Buku pelajaran bagi seluruh peserta didik kita harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi. Kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar,” pungkas Prasetyo.

(Redaksi : klikduakali-AZ)

Baca Juga :  Viral Temuan Belatung Hidup di Puding Menu MBG di Kota Malang, SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Akui Kurang Teliti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 16 =