Kodim 0605/Subang Bergerak, Persoalan Sampah Jadi Fokus Penanganan

Klikduakali.id – Dalam rapat koordinasi bersama KASAD, Gubernur Jawa Barat, dan para kepala daerah se-Jawa Barat di Mabes AD, Kodim 0605/Subang ditunjuk untuk mengambil peran aktif dalam upaya penanggulangan sampah. Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah terpadu untuk mengatasi persoalan sampah di berbagai daerah.

Dandim 0605/Subang Letkol Czi Asep Saepudin dipercaya memimpin pelaksanaan program penanganan sampah di Kabupaten Subang. Daerah ini dipilih sebagai proyek percontohan mengingat persoalan sampah yang dihadapi sudah cukup serius dan membutuhkan langkah penanganan yang lebih terintegrasi.

“Seluruh Dandim ditunjuk oleh Bapak Presiden dan Bapak KASAD, sebagai Kalak Kegiatan dalam penanggulangan sampah, di setiap Kabupaten kota di Jawa Barat,” ujar Letkol Asep Saepudin kepada Pasundan Ekspres, Senin (14/6/2026).

Dengan produksi sampah yang mencapai 600 ton setiap hari, persoalan persampahan di Kabupaten Subang dinilai membutuhkan penanganan serius. Karena itu, Kodim 0605/Subang menjadikan isu ini sebagai salah satu fokus utama, yang pembahasannya telah melibatkan Gubernur Jawa Barat, Bupati Subang, dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Produksi sampahnya perhari mencapai 600 ton. Sehingga menjadi salah satu prioritas bagi TNI Angkatan Darat, dalam hal ini Kodim 0605/Subang,” ungkapnya.

Menurut Dandim, model pengelolaan sampah berbasis kolaborasi sebenarnya telah diterapkan di Kabupaten Bandung Barat. Di wilayah tersebut, TNI AD mengelola sentra pengolahan sampah yang dijalankan bersama pemerintah daerah sebagai upaya mengatasi persoalan persampahan secara terpadu.

“Pengelolaan sampah di Bandung Barat, yang menjadi percontohan yang diinisiasi TNI Angkatan Darat, sehingga menjadi sentral yang dikelola oleh TNI Angkatan Darat, dan dikerjasamakan dengan pemerintah Daerah,” terang Dandim.

Kodim 0605/Subang Perkuat Koordinasi untuk Atasi Persoalan Sampah

Kodim 0605/Subang terus memperkuat komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pemkab Subang guna mencari solusi terbaik dalam penanganan sampah. Ke depan, sampah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai masalah, tetapi dapat diolah menjadi sumber manfaat dan peluang ekonomi bagi warga.

“Agar sampah itu tidak menjadi buang penyakit, dan malapetaka bagi masyarakat, justru akan menjadi berkah dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Menurut Dandim, dukungan terhadap program ini tidak hanya datang dari sisi kebijakan, tetapi juga teknologi. Korem 063/Sunan Gunung Jati telah menyiapkan mesin pengelola sampah hasil pengembangan TNI AD, sementara Kodim 0605/Subang saat ini sedang mempelajari teknologi konversi sampah plastik menjadi biosolar.

“Korem 063/Sunan Gunung Jati sendiri, sudah menyiapkan mesin pengelolaan sampah hasil temuan TNI Angkatan Darat, dan Kodim Subang sedang mengkaji pengolahan sampah plastik menjadi biosolar,” kata dia.

Ia menambahkan, sarana pengelolaan sampah di Cimahi sebenarnya sudah disiapkan. Namun, implementasi program masih menunggu hasil pembahasan dan kesepakatan formal antara pemerintah daerah dengan TNI AD sebagai dasar pelaksanaan di lapangan.

“Di Cimahi sudah ada pendornya, sekarang sudah dalam tahap rapat pengelolaan, jika sudah ada kesepakatan pemda dengan TNI angkatan Darat,” sambungnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Kodim 0605/Subang akan segera mematangkan kerja sama dengan Pemkab Subang. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah kerusakan jalan menuju TPA Pasir Kuda Cipeundeuy yang selama ini mengganggu kelancaran operasional kendaraan pengangkut sampah.

“Kondisi TPA yang jalan menuju ke TPA pasir kuda cipeundeuy sudah rusak, sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan pengangkut sampah, yang harus dibenahi oleh pemerintah daerah,” tandasnya.

(Redaksi : klikduakali-TH)

Baca Juga :  Pengumuman UTBK SNBT 2026 Segera Tiba, Ini Jadwal Resminya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =