Klikduakali.id – Aksi pembegalan yang belakangan kembali meresahkan warga di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, mendorong Polda Jabar memperketat upaya penindakan.
Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas kejahatan jalanan melalui langkah tegas yang tetap mengedepankan prosedur dan prinsip profesionalitas.
Pernyataan tersebut muncul usai kepolisian memetakan berbagai persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat di Jawa Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa maraknya aksi begal menjadi salah satu isu yang membutuhkan penanganan cepat dan serius.
“Sebelum masuk ke Jawa Barat, alhamdulillah kami juga mencari informasi dengan melakukan riset dan survei terkait harapan masyarakat. Salah satu yang paling banyak disampaikan adalah maraknya begal. Ini menjadi komitmen kami. Karena itu kami mengumpulkan seluruh fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat serta seluruh jajaran terkait,” kata Pipit usai memimpin Apel Gelar Babinkamtibmas dan Sabuk Kamtibmas di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (17/7/2026) seperti yang dilansir dari laman detikJabar.
Selain penindakan tegas, Pipit menilai upaya pemberantasan kejahatan jalanan harus dilakukan secara terpadu. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi demi memutus rantai aksi kriminal yang selama ini meresahkan masyarakat.
“Kami berharap semua pihak masyarakat di mana pun berada, saya yakin, tidak ingin tindak begal terus berulang. Untuk itu saya mengajak semuanya, termasuk yang hadir dalam apel hari ini, mari kita lakukan penanggulangan maraknya begal secara bersama-sama,” ujarnya melanjutkan.
Ia menilai pemberantasan aksi begal memerlukan langkah yang responsif sekaligus kolaboratif. Karena itu, kepolisian terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan, sembari mengajak masyarakat berperan aktif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Itulah makna kolaborasi yang kami tunjukkan melalui apel bersama hari ini. Untuk pelaksanaan tugas, seluruh harapan masyarakat insyaallah siap kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Soal Instruksi Tembak di Tempat, Ini Penjelasan Kapolda Jabar
Kapolda Jabar menjelaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan jalanan untuk lolos dari penindakan. Namun, ia menegaskan setiap anggota di lapangan diwajibkan menerapkan tindakan tegas yang terukur sesuai standar operasional dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Jadi begini rekan-rekan semuanya, saya perintahkan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Namun kepolisian juga harus menghormati hak asasi setiap orang. Karena itu setiap tindakan harus dilakukan secara hati-hati dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolda Jabar mengingatkan anggotanya agar selalu mengedepankan prinsip objektivitas dan proporsionalitas saat bertugas. Ia menekankan bahwa tindakan pelumpuhan maupun upaya pertolongan harus dilakukan secara profesional dan sesuai dengan tingkat ancaman yang dihadapi.
“Apakah seseorang benar pelaku begal atau bukan, tidak bisa serta-merta disimpulkan begitu saja. Karena itu tindakan harus benar-benar proporsional. Yang kami maksud bukan sekadar tembak di tempat, melainkan tindakan tegas yang terukur dan proporsional sesuai tingkat ancaman serta situasi dan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Menutup keterangannya, pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dengan segera melaporkan setiap dugaan tindak kejahatan atau gangguan kamtibmas. Kepolisian juga menegaskan akan mengevaluasi personel yang dinilai lambat atau tidak responsif dalam menindaklanjuti laporan warga.
“Polisi yang tidak merespons laporan dan informasi dari masyarakat akan kami evaluasi karena tugas kepolisian adalah merespons harapan dan informasi dari masyarakat secara cepat,” pungkasnya.
(Redaksi : klikduakali-TH)




