Hari Lahir Pancasila 2026: Presiden Prabowo Pimpin Upacara di Gedung Pancasila

Hari Lahir Pancasila 2026: Presiden Prabowo Pimpin Upacara di Gedung Pancasila

klikduakali.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang akan berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Dalam agenda nasional tersebut, Presiden akan bertindak sebagai Inspektur Upacara yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia” dengan simbol resmi berupa logo Garuda Pancasila. Tema tersebut menegaskan peran penting Pancasila sebagai pemersatu masyarakat Indonesia yang beragam sekaligus sebagai nilai yang relevan dalam menciptakan perdamaian di tingkat global.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkapkan bahwa pelaksanaan upacara di Gedung Pancasila dilakukan secara terbatas. Sebanyak sekitar 405 undangan telah disebarkan kepada berbagai kalangan, mulai dari mantan Presiden Republik Indonesia, tokoh negara, perwakilan organisasi keagamaan, hingga para pejabat tinggi negara.

Pemilihan Gedung Pancasila sebagai lokasi upacara bukan tanpa alasan. Tempat bersejarah tersebut merupakan salah satu saksi penting proses lahirnya dasar negara Indonesia. Melalui penyelenggaraan upacara di lokasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat semakin memahami nilai sejarah dan perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan Pancasila.

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan menghadiri peringatan tersebut. Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dipastikan hadir. Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menyampaikan bahwa Megawati yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP telah menjadwalkan kehadirannya dalam upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini.

Sementara itu, Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan tidak dapat menghadiri acara tersebut. Ketidakhadiran SBY disebabkan adanya agenda yang telah terjadwal sebelumnya untuk menjadi pembicara dalam kegiatan The Yudhoyono Institute yang berlangsung di Bandung pada waktu yang bersamaan.

Baca Juga :  Jaga Kualitas Layanan, Dapur MBG Subang Lakukan Aksi Bersih Massal

Meskipun jumlah peserta yang hadir secara langsung dibatasi, masyarakat tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara melalui siaran langsung yang disediakan oleh berbagai stasiun televisi nasional maupun kanal media sosial resmi. Sekretaris Utama BPIP Tonny Agung Arifianto memastikan akses publik terhadap jalannya upacara tetap terbuka melalui berbagai platform siaran tersebut.

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga tidak hanya berlangsung di tingkat pusat. Pemerintah mewajibkan seluruh kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, hingga berbagai instansi terkait untuk menyelenggarakan upacara serupa paling lambat pukul 08.00 WIB sesuai zona waktu masing-masing wilayah. Dalam pelaksanaannya, para inspektur upacara di daerah akan membacakan pidato Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang berisi ajakan untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pidato tersebut, Yudian menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipandang sekadar sebagai dokumen sejarah atau simbol kenegaraan semata. Menurutnya, Pancasila harus terus menjadi living ideology atau ideologi yang dihayati serta working ideology yang diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Jangan biarkan nilai-nilai Pancasila hanya menjadi tulisan dinding atau teks dalam buku sejarah. Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan tetap hidup,” tegas Yudian. (Redaksi : klikduakali-SA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + six =