Berita  

Festival Rakyat Kasomalang Wetan Jadi Ruang Kesenian Lokal, Gotong Royong Warga dan Mahasiswa

Festival Rakyat Kasomalang Wetan Jadi Ruang Kesenian Lokal, Gotong Royong Warga dan Mahasiswa

klikduakali.id – Kegiatan warga di Kampung Cileutik, Desa Kasomalang Wetan, tidak sekadar diisi perlombaan dan hiburan. Festival Rakyat Dusun III yang digelar selama lima hari menjadi ruang kolaborasi masyarakat bersama mahasiswa KKM STAI Al-Falah Cicalengka untuk memperkuat gotong royong, menghidupkan kesenian lokal, sekaligus mempererat nilai keagamaan.

Festival tersebut berlangsung 25 hingga 29 Agustus 2026. Kegiatan dikemas dengan berbagai aktivitas olahraga, perlombaan, seni, hiburan rakyat hingga kegiatan keagamaan dalam rangka memeriahkan bulan kemerdekaan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STAI Al-Falah Cicalengka menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi turut terlibat dalam rangkaian kegiatan bersama masyarakat.

Ketua Pelaksana Festival Rakyat Dusun III, M. Tafta Zani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi.

Festival Rakyat untuk Menggali Kreativitas Masyarakat

Menurutnya, Festival Rakyat juga diarahkan untuk menggali kreativitas masyarakat, menumbuhkan semangat gotong royong serta menjaga tradisi dan budaya yang berkembang di lingkungan warga.

“Festival ini kami laksanakan sebagai bentuk kebersamaan warga. Kami ingin masyarakat bisa menikmati berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, perlombaan, seni hingga kegiatan keagamaan. Terlebih kegiatan ini juga berkolaborasi dengan teman-teman KKM STAI Al-Falah Cicalengka,” ujar M. Tafta Zani, Minggu (30/8/2026).

Sejumlah kegiatan digelar dalam rangkaian festival, mulai dari turnamen sepak bola, perlombaan Agustusan, gebyar senam hingga pentas seni dan kreasi masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan ruang kepada warga untuk berpartisipasi sekaligus menunjukkan bakat dan kreativitas.

Unsur budaya lokal turut menjadi bagian dalam festival melalui penampilan Seni Jaipong dan Seni Sisingaan. Keduanya merupakan kesenian tradisional Sunda yang masih hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Desak Tindakan Tegas atas Dugaan Pungli Dishub Bekasi: Pecat Jika Terbukti Bersalah

Kehadiran kesenian tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat, termasuk generasi muda yang terlibat dalam kegiatan.

Selain kegiatan olahraga dan seni, festival juga diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tausiyah disampaikan Ustadz Reva Prima Farhan.

Rangkaian tersebut mempertemukan kegiatan sosial kemasyarakatan, budaya dan keagamaan dalam satu agenda warga.

M. Tafta Zani berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau hiburan semata. Menurutnya, nilai yang ingin dibangun melalui festival adalah kebersamaan dan kekompakan masyarakat.

“Harapan kami, festival ini bukan hanya selesai sebagai sebuah acara, tetapi bisa meninggalkan semangat kebersamaan. Melalui kegiatan seperti ini, warga bisa semakin kompak, budaya tetap terjaga, dan nilai-nilai keagamaan juga semakin kuat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Kolaborasi masyarakat dan mahasiswa dalam Festival Rakyat Dusun III menunjukkan bahwa kegiatan berbasis warga dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat hubungan sosial, sekaligus memberikan tempat bagi budaya lokal dan kegiatan keagamaan untuk tetap hadir di tengah masyarakat. (Redaksi : klikduakali-AZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × two =