klikduakali.id – Gelaran Subangfest Volume 11 menghadirkan konsep berbeda yang sukses menarik perhatian masyarakat. Bertajuk “Reggaenaratif”, festival yang berlangsung di Amphitheater Tugu Benteng Pancasila Alun-alun Subang, Sabtu (30/5/2026), menggabungkan hiburan, kreativitas, dan kampanye kepedulian lingkungan dalam satu panggung.
Jika biasanya masyarakat dapat menikmati Subangfest secara gratis, kali ini panitia menerapkan konsep unik dengan menjadikan botol plastik bekas sebagai tiket masuk. Setiap pengunjung diwajibkan membawa dan menyetorkan sampah botol plastik sebelum memasuki area acara.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan melalui pendekatan yang lebih kreatif dan mudah diterima semua kalangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi konsep festival yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan sosial dan lingkungan yang kuat.
“Ini menjadi contoh bahwa ruang kreatif anak muda bisa menjadi sarana edukasi yang efektif. Masyarakat terhibur, tetapi juga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sejak sore hari, ribuan warga memadati area amphitheater untuk menikmati berbagai penampilan seni dan musik yang telah disiapkan. Pertunjukan tari kontemporer Riuh Resah menjadi salah satu pembuka yang memukau penonton melalui pesan-pesan reflektif tentang kehidupan masyarakat modern.
Suasana semakin meriah ketika grup musik Brotherasta tampil membawakan sejumlah lagu andalannya yang disambut antusias penonton. Energi festival terus meningkat saat Diskoraga naik ke atas panggung dan mengajak ribuan pengunjung bernyanyi bersama.
Selain hiburan musik, Subangfest juga menghadirkan pertunjukan komedi teatrikal yang menyoroti fenomena komunikasi publik di Kabupaten Subang. Salah satu tema yang diangkat adalah kebiasaan masyarakat menyampaikan aspirasi melalui akun media sosial Bupati Subang, yang kemudian menjadi bahan refleksi sekaligus hiburan bagi para penonton.

Malam puncak ditutup dengan penampilan grup reggae nasional The Paps yang sukses membakar semangat ribuan penonton. Lagu-lagu yang dibawakan membuat suasana amphitheater semakin hidup hingga akhir acara.
Kesuksesan Subangfest Vol. 11 menunjukkan bahwa festival kreatif tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi media kampanye sosial yang efektif. Melalui konsep sederhana seperti menukar tiket dengan botol plastik bekas, festival ini berhasil menyampaikan pesan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.
“Kami ingin menunjukkan bahwa hiburan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan beriringan. Subangfest bukan sekadar festival musik, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ungkap panitia penyelenggara.
Melalui tema “Reggaenaratif”, Subangfest kembali membuktikan diri sebagai salah satu ruang kreatif yang terus berkembang di Kabupaten Subang, sekaligus menjadi contoh bagaimana seni dan budaya dapat menjadi sarana mendorong perubahan positif di tengah masyarakat. (Redaksi : klikduakali-IN)




