klikduakali.id – Keputusan mengejutkan datang dari SMAN 1 Pontianak usai polemik panas Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Kalimantan Barat viral di media sosial.
Saat banyak pihak menunggu duel ulang digelar, SMAN 1 Pontianak justru memilih mundur dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk melaju ke tingkat nasional.
Sikap ini langsung menuai sorotan publik karena dianggap menunjukkan sportivitas dan kedewasaan di tengah kontroversi penilaian yang sempat bikin gaduh nasional.
“Kami Tidak Ingin Membatalkan Hasil Lomba”
Lewat pernyataan resmi yang diunggah di Instagram sekolah, pihak SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa sejak awal mereka hanya meminta klarifikasi terkait mekanisme penilaian, bukan untuk membatalkan kemenangan lawan.
Mereka juga memastikan tidak akan ikut dalam final ulang yang direncanakan MPR RI setelah polemik juri dan MC menjadi sorotan publik.
“Langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar demi terwujudnya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,” tulis pihak sekolah dalam pernyataannya.
Pilih Hormati SMAN 1 Sambas
Alih-alih memperpanjang polemik, SMAN 1 Pontianak justru menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Keputusan ini membuat banyak netizen tersentuh karena rivalitas kompetisi berubah menjadi dukungan antar sekolah.
Tak sedikit yang menyebut sikap tersebut sebagai contoh pendidikan karakter yang sesungguhnya.
Polemik LCC MPR Sempat Viral Nasional

Kontroversi ini bermula saat final LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar viral karena adanya perbedaan penilaian untuk jawaban yang dianggap memiliki substansi sama antara peserta SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.
Gelombang kritik publik kemudian membuat MPR RI meminta maaf dan memutuskan final akan diulang dengan juri independen serta pergantian MC dan dewan juri.
Namun di tengah situasi panas itu, keputusan SMAN 1 Pontianak justru dianggap meredam konflik dan mengembalikan fokus pada nilai sportivitas dalam pendidikan.
Banjir Pujian dari Warganet
Sikap SMAN 1 Pontianak kini ramai dipuji karena dinilai lebih memilih menjaga persatuan dibanding memperbesar polemik.
Banyak yang menyebut langkah tersebut menunjukkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal trofi, tapi juga tentang integritas dan sikap dewasa dalam menghadapi ketidakadilan. (Redaksi : klikduakali-CA)




