Klikduakali.id – Nay Sunda Silviadi kembali mendapat kepercayaan dari Pengurus Besar Muaythai Indonesia untuk tampil membawa nama Indonesia dalam kejuaraan World Muaythai School Malaysia 2026.
Keikutsertaan Nay Sunda Silviadi di ajang World Muaythai School Malaysia 2026 mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Subang, Lilis Sulastri. Ia menilai pencapaian tersebut menunjukkan kualitas atlet Muaythai Subang yang semakin diakui.
Walaupun belum mendapat dukungan maksimal dari pemerintah daerah, para atlet binaan tetap berhasil menunjukkan kemampuan dan prestasi yang luar biasa.
Atlet Muaythai Berprestasi, Dukungan Pemerintah Dinilai Minim
“Kalau melihat prestasi sejumlah atlet muaythai asal Kabupaten Subang itu, tidak berbanding lurus dengan dukungan dari pemerintah daerah, atau KONI Kabupaten Subang,” kata Lilis.
Menurut keterangan Lilis Sulastri, Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Subang tetap mampu berjalan dan membina atlet berkat dukungan DonTing Athlete Management di bawah Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan yang selama ini konsisten memberikan bantuan moril dan materil.

Hal itu membuat atlet-atlet binaan Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Subang terus berkembang dan mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, Asia, maupun dunia internasional.
“Alhamdulillah, kami selama ini, mendapatkan dukungan penuh dari DonTing Atlete Management, termasuk keberangkatan NaY Sunda ke ajang World Muaythai Championship School 2026 Malaysia di bulan Juni besok,” tuturnya.
Ia optimistis Nay Sunda Silviadi mampu bersaing di ajang tersebut mengingat pengalaman bertanding yang telah ditempuhnya dari tingkat regional sampai internasional.
Dengan pengalaman yang dimiliki, ia yakin Nay Sunda Silviadi dapat mengukir prestasi dan membanggakan SMPN 1 Subang serta masyarakat Subang dan Indonesia.
“Saya tahu persis kemampuan teknik bertanding Nay Sunda selama ini. Ia mililiji kedisiplinan dan semangat bertanding yang cukup tinggi. Prestasi Nay Sunda tidak hanya di tingkat Kabupaten, tetapi juga sudah mencapai tingkat internasional,” tukasnya. (Redaksi : klikduakali-TH)




