Beranda » Berita » Artcraft Hadir Sebagai Alternatif Adobe Gratis Berbasis AI, Punya 7 Aplikasi Open – Source

Artcraft Hadir Sebagai Alternatif Adobe Gratis Berbasis AI, Punya 7 Aplikasi Open – Source

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

klikduakali.id – Seorang developer veteran, Brandon Thomas, mengembangkan Artcraft, proyek perangkat lunak open-source yang menawarkan tujuh aplikasi gratis sebagai alternatif berbagai produk populer Adobe. Proyek ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses pengembangan, dengan ambisi menghadirkan perangkat lunak kreatif yang dapat digunakan tanpa biaya langganan bulanan.

Artcraft hadir di tengah meningkatnya perhatian terhadap model bisnis perangkat lunak berbasis langganan, terutama di kalangan pengguna yang merasa terbebani oleh biaya layanan dan ketentuan pembatalan. Melalui proyek ini, Thomas ingin membuktikan bahwa aplikasi dengan fungsi kompleks dapat dikembangkan lebih cepat dengan bantuan teknologi AI.

Dalam proses pembuatannya, Thomas memanfaatkan Claude Opus 5.5, model AI dari Anthropic, serta bahasa pemrograman Rust. Ia memiliki pengalaman sekitar 15 tahun di industri perangkat lunak dan menggunakan pengalamannya untuk membangun rangkaian aplikasi yang menyasar kebutuhan pengolahan foto, desain grafis, penyuntingan video, hingga pengelolaan dokumen.

Artcraft dapat diakses melalui situs resminya di https://app.getartcraft.com/. Proyek ini mencakup tujuh aplikasi yang masing-masing dirancang untuk menjadi alternatif perangkat lunak Adobe, yakni Photocraft untuk Photoshop, Vectorcraft untuk Illustrator, Filmcraft untuk Premiere Pro, Lightcraft untuk Lightroom, Effectcraft untuk After Effects, Designcraft untuk InDesign, dan Printcraft untuk Acrobat Pro.

Ketujuh aplikasi tersebut menyasar kebutuhan berbeda dalam industri kreatif. Photocraft ditujukan untuk pengolahan gambar dan foto, sedangkan Vectorcraft berfokus pada grafis berbasis vektor. Filmcraft menyasar penyuntingan video, sementara Lightcraft ditujukan untuk pengelolaan dan penyuntingan foto.

Di sisi lain, Effectcraft dikembangkan untuk kebutuhan efek visual, Designcraft menyasar tata letak dan desain publikasi, sedangkan Printcraft ditujukan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan dokumen dan PDF. Dengan cakupan tersebut, Artcraft berupaya menyediakan alternatif bagi pengguna yang selama ini mengandalkan sejumlah aplikasi Adobe dalam alur kerja mereka.

Baca Juga :  Diduga Sopir Mengantuk, Truk Towing Terbalik di Tol Cipali KM 117 Arah Jakarta

Salah satu daya tarik utama Artcraft adalah pendekatan open-source. Kode sumber proyek ini tersedia secara terbuka, sehingga pengguna dapat mempelajari, mengunduh, memodifikasi, serta ikut berkontribusi dalam pengembangannya sesuai ketentuan lisensi yang berlaku. Thomas juga menawarkan aplikasi tersebut secara gratis tanpa skema langganan bulanan seperti yang umum diterapkan pada perangkat lunak komersial.

Namun, ketersediaan kode sumber secara terbuka dan akses gratis tidak serta-merta menjamin seluruh fungsi Artcraft sudah setara dengan produk Adobe. Kemampuan aplikasi, stabilitas, kompatibilitas berkas, serta kelengkapan fitur tetap menjadi faktor penting yang perlu diuji sebelum pengguna memutuskan beralih dari perangkat lunak yang sudah mereka gunakan.

Thomas juga melontarkan pandangan kontroversial mengenai masa depan pengembangan perangkat lunak. Ia menilai kemajuan AI telah mengubah cara aplikasi dibuat dan memungkinkan pengembang membangun produk kompleks dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode konvensional.

Pandangan tersebut ia rangkum melalui pernyataan bahwa era pengembangan perangkat lunak tradisional telah berakhir atau software is over. Pernyataan ini memicu perdebatan di kalangan pengembang, terutama mengenai sejauh mana AI dapat menggantikan proses pemrograman konvensional dan apakah aplikasi yang dihasilkan mampu memenuhi standar kualitas perangkat lunak profesional.

“Sekarang Anda bisa menciptakan fungsi yang setara 1:1, bersih, berkinerja tinggi, dan lintas platform tanpa ada yang bisa menghentikan. Kita akan menggantikan Google Search, membangun ponsel sendiri, dan membersihkan seluruh dunia teknologi dari iklan,” tulis Thomas dalam pengumumannya di Reddit.

Dalam rencana awalnya, Thomas menargetkan Artcraft dapat mencapai kesetaraan fungsi hingga 100 persen dengan aplikasi Adobe hanya dalam waktu satu bulan. Namun, ia kemudian mengubah perkiraan tersebut dan menyebut bahwa pencapaian kesetaraan sekitar 99 persen kemungkinan membutuhkan waktu beberapa bulan.

Baca Juga :  Atap SDN Sukamanah Ambruk Jadi Alarm Percepatan Renovasi

Target itu menunjukkan besarnya ambisi yang ingin dicapai melalui Artcraft. Meski demikian, pengembangan aplikasi kreatif tidak hanya berkaitan dengan banyaknya fitur yang tersedia. Performa saat menangani berkas berukuran besar, ketepatan hasil pengolahan, kemudahan penggunaan, dukungan format, serta kestabilan ketika menjalankan pekerjaan kompleks juga menentukan apakah sebuah aplikasi layak menjadi pengganti produk profesional.

Pengembangan Artcraft sendiri berawal dari kekecewaan Thomas terhadap model bisnis Adobe, khususnya biaya berlangganan dan ketentuan pembatalan yang dinilainya kurang menguntungkan konsumen. Sistem langganan dapat menjadi beban bagi pengguna yang hanya membutuhkan perangkat lunak untuk pekerjaan tertentu atau ingin mengurangi pengeluaran rutin.

Persoalan biaya pembatalan langganan Adobe sebelumnya juga menjadi perhatian pemerintah Amerika Serikat. Perusahaan tersebut menghadapi gugatan terkait biaya pembatalan paket tahunan yang disebut dapat mencapai 50 persen dari sisa pembayaran langganan.

Perkara itu diselesaikan melalui kesepakatan damai senilai 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,3 triliun pada Maret 2026. Kasus tersebut menjadi salah satu latar belakang yang relevan dalam pembahasan mengenai transparansi biaya dan ketentuan langganan perangkat lunak, meskipun tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa semua layanan Adobe memiliki persoalan yang sama.

Di tengah perhatian terhadap model bisnis tersebut, Artcraft menawarkan pendekatan berbeda dengan menyediakan kode sumber terbuka dan akses gratis. Bagi pengguna individu, pekerja lepas, pelajar, maupun kreator dengan anggaran terbatas, model seperti ini berpotensi menjadi pilihan menarik apabila aplikasi yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan pekerjaan mereka.

Meski demikian, Artcraft masih berada pada tahap awal pengembangan. Sejumlah pengguna yang telah mencobanya dilaporkan menemukan berbagai gangguan teknis atau bug, termasuk masalah pada fungsi dasar aplikasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa proyek tersebut masih membutuhkan pengujian, perbaikan, dan pengembangan lebih lanjut sebelum dapat diandalkan untuk pekerjaan profesional yang menuntut konsistensi.

Baca Juga :  Bruno Fernandes Buka Suara: Loyalitas Maguire Jadi Cermin Masalah yang Lebih Besar di MU

Tantangan lain adalah bagaimana membiayai pengembangan dan pemeliharaan tujuh aplikasi tersebut. Thomas mengandalkan pendapatan dari bisnis terpisah yang menjual token untuk model AI pembuat gambar dan video. Pendapatan dari bisnis tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan Artcraft yang disediakan secara gratis kepada pengguna.

Model pendanaan ini memungkinkan proyek tetap berjalan tanpa harus langsung membebankan biaya langganan kepada pengguna Artcraft. Namun, keberlanjutan proyek dalam jangka panjang akan bergantung pada kemampuan bisnis pendukung tersebut menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membiayai pengembangan, perbaikan keamanan, pembaruan fitur, dan dukungan teknis.

Selain persoalan teknis dan pendanaan, Artcraft juga berpotensi menghadapi tantangan hukum terkait hak kekayaan intelektual. Apabila pengembangan aplikasi terbukti meniru tampilan, antarmuka, atau struktur produk Adobe secara terlalu identik, persoalan tersebut dapat memunculkan sengketa hukum. Meski begitu, penilaian terhadap potensi pelanggaran harus didasarkan pada bukti konkret dan ketentuan hukum yang berlaku, bukan semata-mata karena sebuah aplikasi menawarkan fungsi serupa.

Kehadiran Artcraft memperlihatkan bagaimana AI mulai dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan perangkat lunak, termasuk aplikasi yang sebelumnya membutuhkan tim dan waktu pengerjaan besar. Proyek ini juga menambah pilihan bagi pengguna yang mencari alternatif Adobe tanpa biaya langganan.

Untuk saat ini, Artcraft lebih tepat dipandang sebagai proyek yang menjanjikan dan masih berkembang, bukan pengganti penuh Adobe yang telah terbukti untuk semua kebutuhan.

Kemampuannya bersaing akan ditentukan oleh kualitas fitur, stabilitas aplikasi, dukungan format, keamanan, serta konsistensi pembaruan dalam beberapa bulan mendatang. Jika berbagai tantangan tersebut dapat diatasi, Artcraft berpeluang menjadi salah satu alternatif open-source yang patut diperhitungkan di industri perangkat lunak kreatif. (Redaksi : klikduakali.id – SA)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

10 + 9 =

Rekomendasi Untuk Anda

Glamping 1,5 Hektare di Ciater Diperiksa KPK, Diduga Milik Polisi

Glamping 1,5 Hektare di Ciater Diperiksa KPK, Diduga Milik Polisi

  • Kamis, 1 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Kawasan glamping di tengah hamparan kebun durian dan alpukat di Ciater, Kabupaten Subang, mendadak menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik KPK memeriksa aset seluas sekitar 1,5 hektare di kawasan tersebut. Pemeriksaan meliputi bangunan glamping hingga lahan perkebunan yang berada di sekitarnya. Aset seluas sekitar 1,5 hektare itu diduga berkaitan dengan Yayat Sudrajat […]

Bandara Husein Bandung Kembali Beroperasi, Penumpang di Jabar Melonjak 2.558 Persen

Bandara Husein Bandung Kembali Beroperasi, Penumpang di Jabar Melonjak 2.558 Persen

  • Sabtu, 3 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Aktivitas penerbangan domestik di Jawa Barat kembali menggeliat setelah Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali direaktivasi pada Agustus lalu. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Agustus 2026 mencapai 11.085 orang. “Jumlah tersebut melonjak 2.558,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan […]

Rocky Gerung Masuk Wantimpres “Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam”

Rocky Gerung Masuk Wantimpres “Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam”

  • Sabtu, 3 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id — Rocky Gerung menegaskan sikap kritisnya terhadap pemerintah tidak berubah setelah dirinya resmi masuk ke dalam lingkar pemerintahan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). “Saya cuma pindah dari luar ke dalam. Apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap radical break,” kata Rocky usai menghadiri pengangkatan anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). […]

Jambore Pemuda Subang 2026 Jadi Ruang Pembentukan Karakter, Agus Masykur Tekankan Arti Kebersamaan

Jambore Pemuda Subang 2026 Jadi Ruang Pembentukan Karakter, Agus Masykur Tekankan Arti Kebersamaan

  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan menjadi pesan utama Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, saat membuka Jambore Pemuda Kabupaten Subang 2026 di Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam, Selasa (27/10/2026). Ia mengajak generasi muda menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Jambore yang diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi […]

8 Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri di Selat Sunda

8 Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri di Selat Sunda

  • Kamis, 1 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Delapan aki penyokong daya Stasiun LV93 di kawasan Selat Sunda dilaporkan hilang akibat pencurian. Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau, sementara PVMBG memperkirakan pencurian terjadi pada 16–27 September 2026. Tim teknis PVMBG baru mengetahui delapan aki hilang saat melakukan pemeriksaan dan perbaikan rutin di Stasiun LV93 pada Minggu, 27 […]

IHSG 14 Oktober 2026, Berpotensi Koreksi atau Rebound?

IHSG 14 Oktober 2026, Berpotensi Koreksi atau Rebound?

  • Rabu, 14 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (14/10/2026). Setelah turun 2,59 persen ke level 5.936,15 pada Senin (12/10/2026), indeks masih menghadapi tekanan jual, meski peluang penguatan terbatas tetap terbuka. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melemah ke kisaran 5.850–5.911. Sementara itu, BNI Sekuritas melihat peluang penguatan menuju 5.980–6.000. Head […]

Biaya Bikin SIM A dan SIM C Terbaru 2026, Cek Tarif Resmi dan Total Biayanya

Biaya Bikin SIM A dan SIM C Terbaru 2026, Cek Tarif Resmi dan Total Biayanya

  • Rabu, 14 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan SIM C menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan calon pemohon pada 2026. Sebelum mendatangi Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas), masyarakat perlu mengetahui tarif penerbitan SIM serta biaya tambahan yang mungkin harus dibayarkan. Total biaya pembuatan SIM baru tidak hanya mencakup tarif resmi penerbitan SIM. […]

Momentum HUT TNI ke-81, DPRD Jabar dorong Profesionalisme TNI untuk menjamin keamanan Negara

Momentum HUT TNI ke-81, DPRD Jabar dorong Profesionalisme TNI untuk menjamin keamanan Negara

  • Senin, 5 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana, M.HKes, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2026. Dalam momentum peringatan tersebut, Dr. H. Encep Sugiana menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusinya dalam […]

ads bottom
ads left ×
ads left ×