AI Ubah Wajah Peperangan, Pakar Sebut Dampaknya Bisa Mengerikan

klikduakali.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam transformasi strategi militer global. Berbagai negara besar mulai memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan efektivitas analisis data, pengambilan keputusan, hingga penentuan target dalam operasi militer modern.
Dalam beberapa laporan, militer Israel disebut telah memanfaatkan sistem berbasis AI untuk membantu mengidentifikasi target operasi di wilayah Gaza. Sementara itu, Amerika Serikat juga dilaporkan mengintegrasikan teknologi AI dalam berbagai operasi strategisnya.
Salah satu teknologi yang disebut-sebut terlibat adalah Claude, model bahasa yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Anthropic. Sistem ini diyakini digunakan sebagai alat analisis untuk membantu memproses informasi dalam operasi militer yang melibatkan berbagai sumber data.
Penggunaan AI dalam konteks militer dinilai sebagai bagian dari evolusi teknologi perang di abad ke-21. Craig Jones, dosen senior geografi politik dari Universitas Newcastle, menyebut perkembangan ini sebagai perubahan besar dalam cara negara menjalankan strategi pertahanan dan keamanan.
“AI mengubah sifat peperangan modern di abad ke-21. Dampaknya sangat besar baik untuk situasi saat ini maupun masa depan,” ujarnya.
Dorongan penggunaan AI juga terlihat dari kebijakan internal pemerintah Amerika Serikat. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada awal tahun ini menerbitkan memorandum yang mendorong percepatan adopsi teknologi AI di seluruh komponen militer.
Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan AI sebagai salah satu kekuatan utama dalam sistem pertahanan modern.
“Saya menginstruksikan Departemen Perang mempercepat dominasi AI militer Amerika dengan menjadi kekuatan tempur yang mengutamakan AI di semua komponen, dari garis depan hingga belakang,” tulisnya dalam memorandum tersebut.
AI sebagai Sistem Pendukung Keputusan
Meski sering digambarkan dalam film sebagai robot tempur otonom, para ahli menilai realitas penggunaan AI saat ini masih jauh dari skenario tersebut.
David Leslie, profesor teknologi dari Queen Mary University of London, menegaskan bahwa AI di medan perang saat ini lebih berfungsi sebagai sistem pendukung keputusan.
“Kita belum berada di era Terminator,” ujarnya.

AI umumnya digunakan untuk membantu menganalisis data dalam jumlah besar yang berasal dari berbagai sumber, seperti citra satelit, komunikasi digital, media sosial, hingga sistem pengawasan. Dengan kemampuan komputasi yang sangat cepat, AI dapat menyaring informasi, mengidentifikasi pola, serta
memberikan rekomendasi strategis kepada komandan militer.
Keunggulan utama teknologi ini terletak pada kecepatannya dalam memproses data dan menghasilkan analisis yang sebelumnya membutuhkan waktu lama jika dilakukan secara manual oleh manusia.
Menurut para ahli, kemampuan tersebut membuat AI semakin menarik bagi institusi militer di berbagai negara karena dapat mempercepat siklus pengambilan keputusan dalam situasi konflik.
Perlombaan Teknologi Militer Baru
Namun di balik manfaatnya, penggunaan AI dalam strategi militer juga memunculkan berbagai perdebatan mengenai etika, transparansi, serta batasan pengawasan manusia terhadap sistem tersebut.
Beberapa pakar menilai bahwa meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan manusia, ketergantungan terhadap rekomendasi AI dapat memengaruhi cara pengambil kebijakan melihat dan menilai situasi di lapangan.

Selain itu, sistem AI yang bekerja berdasarkan analisis data historis juga memiliki potensi kesalahan, terutama ketika diterapkan dalam situasi konflik yang kompleks dan tidak selalu dapat diprediksi.
Meski demikian, banyak pengamat melihat bahwa perkembangan ini menandai dimulainya babak baru dalam teknologi militer global. Negara-negara besar kini berlomba mengembangkan sistem AI yang semakin canggih sebagai bagian dari strategi pertahanan dan keamanan mereka.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan tidak lagi hanya menjadi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi salah satu elemen penting dalam dinamika geopolitik dan keamanan dunia saat ini. (Redaksi : klikduakali-IN)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak Sejak 2022, Guru Ngaji di Majalengka Diproses Hukum
- Jumat, 16 Oktober 2026
Klikduakali.id – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang oknum guru ngaji di Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, menjadi perhatian serius. Polisi mengungkapkan, berdasarkan pengakuan sementara tersangka, dugaan perbuatan tersebut telah berlangsung sejak 2022. Hingga kini, tercatat empat anak yang diduga menjadi korban. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka telah menahan […]
Raline Shah Tinggalkan Jabatan Stafsus Komdigi, Pilih Fokus pada Karier Profesional
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Raline Shah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai 13 Oktober 2026, setelah hampir dua tahun menjalankan tugas di lingkungan kementerian. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Selasa (13/10/2026), Raline menjelaskan bahwa keputusannya diambil setelah mempertimbangkan […]
Resmi, Ini Daftar Hasil Reshuffle Kabinet Merah Putih Prabowo 1 Oktober 2026
- Jumat, 2 Oktober 2026
klikduakali.id – Istana Kepresidenan Jakarta menjadi lokasi pelantikan sejumlah pejabat negara pada Kamis (1/10/2026). Hasil reshuffle Kabinet Merah Putih kali ini mencakup perubahan sejumlah posisi menteri, wakil menteri, pejabat badan dan lembaga, hingga pergantian Kapolri. Sejumlah pejabat mulai berdatangan ke Istana sebelum prosesi pelantikan. Mereka mengenakan pakaian formal berupa kemeja, jas hitam, dan dasi biru […]
Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Drama Adu Penalti, The Reds Melaju ke Perempat Final Carabao Cup
- Kamis, 29 Oktober 2026
klikduakali.id – Liverpool berhasil memastikan tempat di perempat final Carabao Cup 2026/2027 setelah melewati duel sengit melawan Chelsea. Bermain di Stadion Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB, The Reds mengalahkan The Blues dengan skor 6-5 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Liverpool berusaha memanfaatkan […]
128 Pemanah Siap Berlaga di Latgab PERPANI Subang Akhir Pekan Ini
- Selasa, 13 Oktober 2026
Klikduakali.id – Sebanyak 128 peserta siap ambil bagian dalam Latihan Gabungan (Latgab) Panahan PERPANI Kabupaten Subang yang akan digelar pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pemanah untuk mengasah kemampuan sekaligus membidik prestasi. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan berbagai klub dan ekstrakurikuler panahan di Kabupaten Subang, termasuk pemanah dari Kabupaten Purwakarta. Kehadiran mereka […]
Bupati Subang Kejar Perbaikan 2.100 Ruang Kelas Rusak hingga 2029
- Senin, 12 Oktober 2026
Klikduakali.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menargetkan perbaikan 2.100 ruang kelas rusak di Kabupaten Subang rampung hingga akhir masa jabatannya. Perbaikan dilakukan secara bertahap setiap tahun untuk meningkatkan pemerataan infrastruktur pendidikan. Reynaldy menyampaikan target tersebut saat meninjau rehabilitasi dua ruang kelas SDN Binakarya di Desa Wanajaya, Kecamatan Tambakdahan, Jumat (9/10/2026). Peninjauan itu […]
Tim DVI Identifikasi Lima Jenazah Korban KM Virgo
- Selasa, 13 Oktober 2026
Klikduakali.id – Identifikasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa terus berlanjut. Tim DVI Polda Kalimantan Selatan kembali mengenali lima jenazah, sehingga jumlah korban yang telah teridentifikasi hingga 12 Oktober 2026 bertambah menjadi 77 orang. Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol dr. Much Sofwan, mengatakan kelima jenazah yang berhasil diidentifikasi seluruhnya berjenis […]
Utang Rp 25 Juta Diduga Jadi Motif Kematian Sopir Taksi Online di Sumedang
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Kasus kematian Yogi Saparudin (35), sopir taksi online yang jasadnya ditemukan terkubur di perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mulai menemukan titik terang. Polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, sementara dugaan motif yang berkaitan dengan utang piutang senilai Rp 25 juta turut […]

×
×


Saat ini belum ada komentar