klikduakali.id – Gerakan berbagi di lingkungan sekolah kembali diperkuat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang melalui program Infaq Goes to School. Program yang digelar bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) tersebut diarahkan tidak hanya untuk menghimpun infak, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter peserta didik.
Melalui program ini, siswa sekolah dasar dikenalkan dengan nilai kepedulian sosial dan kebiasaan berbagi sejak usia dini. BAZNAS Subang berharap aktivitas sederhana berupa infak dapat menjadi pembelajaran bagi anak untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Penguatan program tersebut disampaikan dalam sosialisasi yang berlangsung di SDN Angkasa 2 Kalijati, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan diikuti ratusan sekolah dasar yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Kalijati, Cipeundeuy, dan Purwadadi.
Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar, Wakil Ketua I, Kabag dan Kepala Staf BAZNAS, Pengawas SD Dinas Pendidikan, Ketua K3S, para kepala sekolah, serta Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SD.
Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar menekankan bahwa Infaq Goes to School memiliki misi yang lebih luas dibandingkan sekadar mengumpulkan dana.
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi sarana untuk membentuk kebiasaan positif pada peserta didik, terutama dalam menumbuhkan jiwa sosial, kepedulian terhadap sesama, serta karakter dermawan.
“Melalui Infaq Goes to School, kita ingin memberikan pelajaran dan membangun kebiasaan kepada anak-anak untuk memiliki jiwa sosial dan jiwa dermawan. Jangan sampai anak-anak kita hanya sibuk dengan HP, tetapi kurang bersosialisasi dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
BAZNAS menilai perkembangan teknologi yang semakin melekat dalam keseharian anak perlu diimbangi dengan penguatan interaksi sosial. Kemampuan akademik saja dinilai belum cukup untuk membentuk generasi yang mampu hidup berdampingan dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Karena itu, kebiasaan berinfak di sekolah diharapkan menjadi bentuk pembelajaran yang sederhana dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Dari kegiatan tersebut, anak-anak dapat belajar mengenai berbagi, kepedulian, dan semangat gotong royong.
Program Infaq Goes to School yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Subang juga memiliki konsep yang lebih luas dalam pemanfaatan dana yang terkumpul.
Infak dari sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama, bukan hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan masing-masing sekolah. Dana tersebut nantinya dapat diarahkan untuk membantu satuan pendidikan lain yang membutuhkan dukungan.
Sejumlah kebutuhan pendidikan yang dapat didukung antara lain perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, pembenahan fasilitas MCK, penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran, hingga pengadaan atau penggantian meja dan kursi atau mebeler.
Konsep tersebut membuat gerakan infak tidak berhenti sebagai aktivitas pengumpulan dana. Sekolah justru didorong menjadi bagian dari ekosistem kepedulian yang ikut membantu pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Subang.
Semangat tersebut juga dinilai sejalan dengan Subang Ngabret – Ngabangun Bareng Rakyat, yang mengedepankan pembangunan daerah melalui kolaborasi dan gotong royong.
Agar program dapat berjalan secara konsisten, BAZNAS Kabupaten Subang mendorong kolaborasi berbagai pihak. Program Infaq Goes to School diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, K3S, kepala sekolah, UPZ sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik.
Keterlibatan banyak unsur tersebut diperlukan agar budaya infak di lingkungan pendidikan tidak sekadar menjadi kegiatan sesaat atau seremonial.
Lebih dari itu, kebiasaan berbagi diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter peserta didik dan terbawa dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Melalui Infaq Goes to School, BAZNAS Kabupaten Subang ingin menjadikan lingkungan sekolah sebagai salah satu ruang untuk membangun kepedulian sosial sejak dini.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam melayani umat dan menyejahterakan mustahik. Dengan dukungan sekolah dan masyarakat, infak yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas, khususnya dalam mendukung kebutuhan pendidikan dan masyarakat yang membutuhkan.
Program ini diharapkan terus berkembang sehingga budaya berbagi tidak hanya dikenal sebagai kewajiban, tetapi menjadi kebiasaan positif yang melekat pada diri peserta didik sejak bangku sekolah dasar. (Redaksi : klikduakali.id – SA)





