Klikduakali.id – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengimbau seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda ikut membantu mencari rombongan jurnalis yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, mengatakan operasi pencarian dilakukan secara maraton selama tujuh hari sesuai International Maritime Organization (IMO) Guidelines.
“Operasi terus kita laksanakan. Kalau mengacu kepada IMO Guidelines, operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, Kamis (10/9/2026).
Menurut Syafii, pergerakan kapal tim gabungan dapat terbatas oleh waktu operasional harian. Karena itu, imbauan kepada kapal yang melintas untuk membantu pencarian akan terus disampaikan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar melakukan tindakan awal ketika menemukan kondisi darurat di laut sebelum bantuan dari instansi terkait tiba.
Setelah tujuh hari pencarian, tim gabungan akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Kronologi Rombongan Hilang Kontak
Berdasarkan data Kantor SAR Banten, rombongan berangkat dari Dermaga Carita, Pandeglang, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mencapai lokasi.
Namun, komunikasi terputus pada pukul 14.42 WIB saat kapal berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri dari dua awak kapal, seorang pemandu, serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).
Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di perairan Selat Sunda. (Redaksi : klikduakali-TH)





