512 Santri Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Temukan Pelanggaran SOP

512 Santri Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Temukan Pelanggaran SOP

Klikduakali.id – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN kemudian mengungkap penyebab insiden tersebut.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyebut ketidakdisiplinan saat pendistribusian menjadi salah satu penyebab insiden tersebut. Makanan MBG yang sudah selesai dimasak seharusnya segera dibagikan, sesuai dengan ketentuan dalam standar operasional prosedur (SOP).

“Itu karena ketidakdisiplinan daripada SPPG dan pendistribusian. Jadi seharusnya itu loading empat jam selesai, dari masak langsung dibagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari empat jam,” kata Ketut kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Ketut menjelaskan, keterlambatan distribusi dapat meningkatkan risiko makanan MBG lebih cepat mengalami kerusakan. Pasalnya, makanan yang disajikan dalam program tersebut tidak mengandung bahan pengawet.

“Nah, itulah yang menyebabkan keracunan, karena MBG ini kan nggak pakai pengawet. Jadi mudah dia basi. Mudah bakterinya cepat berkembang,” ujarnya.

BGN Perketat Pengawasan Program MBG

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, BGN telah menerapkan sistem pengawasan terhadap proses penyediaan dan distribusi MBG.

BGN melakukan pengawasan sebanyak dua kali dalam sehari. Pemeriksaan pertama dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB saat bahan makanan datang, kemudian dilanjutkan pukul 02.00 WIB ketika proses memasak berlangsung.

“Kita setiap hari, dua kali sehari kita melakukan apel kesiagaan MBG, mulai dari jam 2 malam terus jam 5 sore. Karena waktu-waktu itu waktu krusial pemilihan bahan, kalau jam 5 kan sampai, masak jam 2 pagi,” jelas Ketut.

Meski pengawasan telah dilakukan, BGN masih menemukan sejumlah petugas dan kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang tidak disiplin dalam menjalankan ketentuan yang berlaku.

Ketidakdisiplinan tidak hanya terjadi di tingkat SPPG. BGN juga menemukan adanya sekolah atau lembaga penerima makanan yang terlambat membagikan menu MBG kepada para penerima manfaat.

“Kenyataannya, masih ada di beberapa daerah orang-orang ini, anak-anak kita ini, kepala-kepala SPPG ini, termasuk PIC-PIC, termasuk ada juga sekolah-sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG melebihi batas waktu yang ditetapkan,” ungkapnya.

512 Santri Terdampak Insiden MBG

Insiden dugaan keracunan itu dilaporkan terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Hasil investigasi awal BGN menunjukkan, sebanyak 512 santri terdampak usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga :  IDSD 3,84 Jadi Modal Fiskal dan Investasi, Subang Incar Lompatan Ekonomi Daerah

“Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” kata Ketut, Rabu (2/9/2026).

Dari 512 santri yang terdampak, sebanyak 80 orang masih mendapat perawatan di rumah sakit. Adapun 312 santri lainnya telah diperbolehkan kembali ke rumah karena kondisinya dinyatakan telah pulih.

Sementara itu, 120 santri lainnya masih dalam pemantauan dan menjalani observasi untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil.

BGN Suspend SPPG Sidoarjo Selama 30 Hari

BGN bersama dinas kesehatan setempat segera melakukan investigasi sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab dan rangkaian terjadinya insiden.

Sebagai tindak lanjut atas insiden tersebut, BGN memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan MBG. BGN menjatuhkan sanksi suspend kategori berat selama 30 hari kepada SPPG Talang Angin, Sidoarjo.

“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kami umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” kata Ketut.

“Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin,” lanjutnya

(Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − six =