BRIN: Pantura Subang Alami Penurunan Tanah hingga 2,8 Cm per Tahun

Klikduakali.id – BRIN melalui Pusat Riset Geoinformatika terus mengembangkan penelitian terkait penurunan muka tanah di kawasan Pantura Subang. Temuan tersebut diharapkan mampu mendukung perumusan kebijakan mitigasi banjir rob dan pengelolaan pembangunan pesisir yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Hasil awal kajian mengenai penurunan muka tanah di Pantura Subang dipresentasikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar BP4D Kabupaten Subang di Ruang Rapat Bupati II, Kamis (2/7/2026).

Melalui forum itu, tim peneliti BRIN berdiskusi dengan perangkat daerah serta sejumlah pemangku kepentingan terkait temuan awal penelitian. Pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk menghimpun saran dan masukan dari berbagai pihak.

Penelitian BRIN mencakup lima kecamatan di wilayah Pantura Subang, yaitu Legonkulon, Pamanukan, Blanakan, Sukasari, dan Pusakanagara. Kawasan tersebut dinilai rentan terhadap dampak penurunan tanah yang dapat meningkatkan risiko banjir rob seiring kenaikan muka air laut.

Temuan BRIN menunjukkan bahwa kawasan pesisir Subang mengalami penurunan muka tanah dengan laju sekitar 1,2 hingga 2,8 sentimeter per tahun. Kondisi itu dinilai berpotensi memperparah ancaman banjir rob apabila tidak diimbangi dengan langkah mitigasi dan pengelolaan wilayah pesisir yang tepat.

FGD tersebut dimanfaatkan BRIN untuk menyerap pandangan dan masukan dari pemerintah daerah terkait kondisi kawasan pesisir Subang. Berbagai informasi yang diperoleh akan menjadi bahan penyempurnaan analisis dan rekomendasi penelitian agar lebih relevan dengan kebutuhan daerah.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BP4D Kabupaten Subang, Eti Maryati, S.IP., M.T., menyatakan bahwa hasil riset BRIN akan menjadi salah satu referensi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, khususnya di kawasan pesisir.

“Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam perencanaan pembangunan daerah, khususnya untuk mengurangi risiko penurunan tanah dan banjir rob di kawasan pesisir Subang,” ujarnya.

Melalui kolaborasi riset dengan Pemerintah Kabupaten Subang, BRIN berharap hasil kajian tidak hanya memperkuat basis data ilmiah, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kebijakan pembangunan pesisir yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan demi melindungi masyarakat di kawasan Pantura dari ancaman banjir rob. (Redaksi : klikduakali-TH)

Baca Juga :  Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh, Penjelasan Ilmiah dr. Encep Sugiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × two =