Klikduakali.id – Momen haru seorang siswa SMP yang berpamitan dengan teman-temannya viral di media sosial. Kejadian tersebut disebut berlangsung di SMP Negeri 1 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Melalui unggahan akun TikTok @8imazing, seorang siswa kelas 8 berinisial I disebut-sebut harus menghentikan pendidikannya akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Dalam keterangan unggahan disebutkan bahwa siswa tersebut terpaksa membantu orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Assalamualaikum Bapak Gubernur Dedi Mulyadi, kami siswa-siswi SMP 1 Tanjungsari Sumedang,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
“Salah satu teman sekelas kami ada yang putus sekolah demi membantu menghidupi keluarganya,” lanjutnya.
Tangis Haru Warnai Momen Perpisahan

Dalam video tersebut, suasana kelas berubah menjadi haru ketika siswa berinisial I berpamitan kepada teman-temannya sambil menahan air mata.
Sejumlah teman sekelasnya terlihat tak mampu menahan air mata, lalu memeluk I sebagai ungkapan dukungan dan perpisahan.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa I sejatinya masih bersemangat menjalani sekolah, tetapi kondisi yang dihadapi membuatnya harus mengambil keputusan itu.
“Padahal teman kami sedang rajin-rajinnya sekolah tetapi disuruh putus sekolah sama orang tuanya demi membantu menghidupi keluarganya,” tulisnya.
Tangis dan pelukan yang terekam dalam video itu menggambarkan kuatnya keinginan I untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Saat Ini Bantu Orang Tua Berjualan
Kini setelah tidak lagi bersekolah, I terlihat membantu orang tuanya berjualan ayam goreng di kawasan Alun-alun Tanjungsari.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa lokasi peristiwa berada di depan kantor pemadam kebakaran setempat.
“Sekarang sedang berjualan di Alun-alun Tanjungsari depan Damkar,” tulis unggahan tersebut.
Dengan penuh harap, teman-teman sekelasnya meminta dukungan masyarakat agar usaha yang dijalankan I bisa tumbuh dan berkembang.
Teman-teman sekelasnya mengajak warganet untuk ikut memviralkan dagangan tersebut demi meningkatkan jumlah pembeli.
“Kami harap bisa membantu memviralkan jualannya agar laku dan laris, boleh cek video yang ada di akun TikTok kami,” tulisnya lagi.
Hingga Kini Belum Ada Penjelasan Resmi
Sampai saat ini, pihak sekolah maupun otoritas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran dan tindak lanjut peristiwa tersebut.
Di balik viralnya kisah ini, publik kembali diingatkan bahwa masih ada pelajar yang harus berhadapan dengan keterbatasan ekonomi yang memengaruhi pendidikan mereka.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik. (Redaksi : klikduakali-TH)




