klikduakali.id – Momentum peringatan Dies Natalis ke-58 UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi ajang kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan dukungan konkret bagi pengembangan kampus, khususnya dalam rencana pembangunan Fakultas Kedokteran.
Dalam acara “Sidang Senat Terbuka Dalam Rangka Dies Natalis Ke-58” yang digelar di lingkungan kampus, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—menyatakan kesiapannya membantu pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa dukungan itu harus diimbangi dengan kontribusi nyata dari pihak perguruan tinggi kepada masyarakat Jawa Barat.
“Saya bangun sekian miliar, tapi nanti mahasiswa Jawa Barat, anak-anak orang miskin di Jawa Barat kuliah di sini gratis Kedokteran,” imbuhnya di Gedung Aula Anwar Musaddad, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (8/4/2026).
Menurut KDM, alokasi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satu indikator utamanya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang berkaitan erat dengan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Ia menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan, termasuk dukungan terhadap perguruan tinggi, perlu diarahkan agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok kurang mampu.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, mengungkapkan bahwa pihak kampus saat ini tengah mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari pengembangan institusi.
“Kita akan terus melakukan pengembangan, salah satunya membuka Fakultas Kedokteran. Ada lahan masih kosong di Kampus 2 UIN,” katanya.
Fakultas tersebut direncanakan akan dibangun di Kampus 2 yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Ketersediaan lahan yang masih luas menjadi salah satu faktor pendukung percepatan realisasi proyek tersebut.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan. Dengan adanya Fakultas Kedokteran baru, diharapkan akan lahir lebih banyak tenaga medis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat daerah.
Pernyataan Gubernur Jawa Barat tersebut sekaligus menegaskan arah kebijakan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. (Red. SA)




