klikduakali.id – Perayaan Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk meneguhkan harapan bersama. Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan zaman, semangat kolaborasi kembali ditegaskan sebagai kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, memandang usia ke-78 sebagai fase kematangan bagi Subang untuk melompat lebih jauh. Dalam pesannya, ia tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga harapan agar Subang terus berkembang menjadi daerah yang unggul, kreatif, dan religius.
“Wilujeng Milangkala Kabupaten Subang ka-78. Semoga semakin maju, unggul, dan mampu melahirkan karya nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Namun lebih dari itu, Ateng menekankan bahwa kemajuan tidak bisa dicapai secara parsial. Ia melihat pentingnya sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks pembangunan yang dikenal dengan semangat “Subang Ngabret”, kolaborasi menjadi fondasi utama agar program-program strategis dapat berjalan optimal dan berdampak nyata.

“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kebersamaan dan kolaborasi yang kuat agar kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud,” tambahnya, menegaskan pentingnya kerja kolektif lintas sektor.
Respons positif datang dari Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, yang menyambut baik perhatian tersebut. Sosok yang akrab disapa Kang Akur itu menyampaikan apresiasi sekaligus doa, mencerminkan hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif.
“Terima kasih Pak Haji. Sehat dan berkah selalu,” tulisnya singkat, namun sarat makna.
Interaksi sederhana tersebut mencerminkan adanya komunikasi yang cair dan sinergis antara pusat dan daerah. Bagi masyarakat, hal ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan Subang tidak berjalan sendiri, melainkan didukung oleh jejaring kebijakan yang lebih luas.
Di usia ke-78 ini, Subang dihadapkan pada peluang besar untuk terus berkembang, baik di sektor industri, pertanian, maupun pariwisata. Namun di balik itu, harapan masyarakat tetap sederhana: kesejahteraan yang merata, lapangan kerja yang luas, serta kehidupan yang lebih baik.
Momentum hari jadi ini pun menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah bukan hanya tentang angka dan pembangunan fisik, tetapi juga tentang kebersamaan dalam melangkah. Semangat “ngabret” tidak hanya berarti bergerak cepat, tetapi juga bergerak bersama.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Subang diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai daerah yang maju, tetapi juga menjadi rumah yang nyaman dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakatnya. (Redaksi : klikduakali-IN)




