Klikduakali.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sebanyak 4.581 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sempat dihentikan sementara operasionalnya demi menjaga mutu layanan makanan untuk masyarakat.
Langkah tegas ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi nasional terhadap kualitas dapur MBG yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar operasional. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil risiko dalam program yang menyangkut kesehatan dan gizi masyarakat.
“Tidak ada kompromi untuk kualitas layanan MBG. Semua SPPG wajib memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kelayakan operasional,” tegasnya.
Dari total ribuan SPPG yang sempat dihentikan, sebanyak 3.429 unit kini sudah kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan fasilitas dan penyesuaian standar pelayanan. Sementara itu, masih ada 1.152 SPPG yang hingga kini menjalani proses pembenahan lebih lanjut.

BGN menyebut beberapa penyebab penghentian sementara tersebut antara lain belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga infrastruktur dapur yang belum memenuhi ketentuan.
Meski begitu, pemerintah memastikan penghentian ini bukan bentuk penutupan permanen. SPPG yang mampu memenuhi seluruh persyaratan tetap diberi kesempatan kembali beroperasi untuk mendukung program MBG secara nasional.
Langkah evaluasi ketat ini disebut menjadi bukti bahwa pemerintah ingin memastikan program MBG berjalan aman, sehat, dan benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia. (Redaksi : klikduakali-CA)




