5 Langkah Penting Stabilitas Harga Subang Jelang Ramadan, Belajar dari Ciamis

klikduakali.id – Pemerintah Kabupaten Subang memperkuat strategi stabilitas harga Subang menjelang Ramadan 2026 dengan mempelajari keberhasilan Kabupaten Ciamis dalam mengendalikan inflasi daerah. Meski angka inflasi Subang saat ini tergolong terkendali, pemerintah daerah tetap melakukan evaluasi dan pembelajaran dari daerah lain yang dinilai berhasil menekan laju inflasi.
Baca juga:
https://klikduakali.id/inovasi-ketahanan-pangan-desa-cibogo/
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) secara virtual, Senin (9/2/2026). Rapat diikuti oleh Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, dari Ruang Rapat Bupati II, Kabupaten Subang.
Strategi Stabilitas Harga Subang Jelang Ramadan
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa inflasi nasional secara year on year (yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen, atau berada di atas batas atas target pemerintah.
Namun, Tito menegaskan bahwa kenaikan tersebut tidak dipicu oleh harga pangan, melainkan faktor non-pangan seperti tarif listrik dan harga emas yang masuk dalam komponen inflasi tahunan.
“Kenaikan inflasi nasional bukan disebabkan oleh harga pangan, tetapi oleh tarif listrik serta harga emas,” ujar Tito Karnavian.
Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara ekstrem, karena Indonesia memiliki peran ganda sebagai negara konsumen sekaligus produsen.
“Inflasi yang terlalu rendah bisa merugikan petani, nelayan, dan pelaku usaha. Sebaliknya, inflasi yang terlalu tinggi akan menekan daya beli masyarakat. Maka, keseimbangan menjadi kunci,” jelasnya.
Belajar dari Keberhasilan Kabupaten Ciamis
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur menyampaikan bahwa Kabupaten Subang perlu terus meningkatkan kualitas strategi pengendalian inflasi dengan belajar dari daerah yang berhasil.
Menurutnya, Kabupaten Ciamis saat ini tercatat sebagai daerah dengan angka inflasi terendah di Provinsi Jawa Barat, sehingga layak dijadikan rujukan.
“Saya melihat langsung saat rapat pengendalian inflasi se-Jawa Barat di Kuningan, Kabupaten Ciamis berhasil mencatatkan inflasi terendah. Ini menjadi pembelajaran penting bagi Subang,” ungkap Kang Akur.
Ia menilai, praktik baik yang diterapkan Ciamis dapat menjadi referensi untuk memperkuat kebijakan pengendalian harga dan distribusi barang di Kabupaten Subang.
Kang Akur menjelaskan bahwa hingga saat ini, inflasi Kabupaten Subang berada pada angka 2,92 persen, atau masih dalam kategori terkendali dibandingkan daerah lain di Jawa Barat.
“Inflasi Subang saat ini relatif rendah dan masih terkendali, berada di angka 2,92 persen,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lengah, terutama menjelang Ramadan yang kerap diikuti peningkatan konsumsi masyarakat.
Langkah Pemkab Subang Kendalikan Inflasi
Menjelang Ramadan, Pemkab Subang berkomitmen memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah antisipatif ini dinilai penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Mudah-mudahan inflasi Subang tetap stabil, sehingga masyarakat dapat menjalani Bulan Suci Ramadan dengan tenang dan nyaman,” harap Kang Akur.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri para Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Subang.
Simak berita ekonomi Subang lainnya:
https://klikduakali.id/tag/subang/
Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya agenda musiman, melainkan kebijakan berkelanjutan yang harus ditopang oleh data, kolaborasi, dan respons cepat terhadap dinamika harga di lapangan.
Dengan strategi yang adaptif serta pembelajaran dari daerah lain, Pemkab Subang optimistis dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen, sekaligus melindungi masyarakat dari gejolak harga. (Redaksi : klikduakali-IN)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater dalam Operasi Antik Lodaya 2026
- Rabu, 14 Oktober 2026
klikduakali.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Subang mengamankan 111 botol minuman keras (miras) dari dua lokasi di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Senin (12/10/2026). Penindakan ini dilakukan dalam rangka Operasi Antik Lodaya 2026 untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kasatnarkoba Polres Subang, IPTU Pictor Hasudungan Sitorus, mengatakan penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya […]
Dewan Menyapa Masyarakat, Encep Sugiana menegaskan Komunikasi Langsung Penting untuk Menyerap Harapan Warga
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id — Bertemu langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. Melalui komunikasi secara langsung, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan ide, pemikiran, sekaligus harapan yang berkaitan dengan pembangunan di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana, M.HKes, saat menyoroti pelaksanaan kegiatan Dewan […]
Barcelona Bangkit di Kandang Galatasaray, MU dan Inter Justru Tumbang di Liga Champions
- Rabu, 14 Oktober 2026
klikduakali.id – Persaingan Liga Champions 2026/2027 semakin menarik setelah rangkaian pertandingan pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB menghadirkan sejumlah kejutan. Barcelona sukses mencuri perhatian lewat kemenangan telak atas Galatasaray, sementara Manchester United dan Inter Milan harus menelan kekalahan dari lawan masing-masing. Barcelona menunjukkan mentalitas kuat saat bertandang ke markas Galatasaray. Sempat tertinggal lebih dahulu, tim […]
Perpisahan Sekda Subang, Bupati Tegaskan Pentingnya Mengorkestrasi Kebijakan
- Jumat, 2 Oktober 2026
Klikduakali.id – Acara perpisahan Sekretaris Daerah dan Ketua DWP Kabupaten Subang berlangsung di Aula Pemda Subang, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi. H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., turut menyampaikan pesan dan kesan dalam acara perpisahan tersebut. Selama 40 tahun mengabdi sebagai ASN di Kabupaten Subang, ia mengaku menghadapi […]
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Konsumsi untuk Petugas Karhutla Gunung Ciremai
- Senin, 26 Oktober 2026
klikduakali.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan konsumsi bagi petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai. Bantuan ini menjadi bentuk dukungan bagi personel yang berjibaku melakukan pemadaman dan mitigasi kebakaran di lapangan. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, di […]
Bandara Husein Bandung Kembali Beroperasi, Penumpang di Jabar Melonjak 2.558 Persen
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Aktivitas penerbangan domestik di Jawa Barat kembali menggeliat setelah Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali direaktivasi pada Agustus lalu. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Agustus 2026 mencapai 11.085 orang. “Jumlah tersebut melonjak 2.558,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan […]
Stok Pupuk Subsidi di Subang Capai 5.933 Ton, Pupuk Kujang Pastikan Kesiapan Musim Tanam
- Selasa, 20 Oktober 2026
klikduakali.id – PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Subang menjelang musim tanam Oktober–Maret (Okmar). Hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang tercatat mencapai 5.933,3 ton, terdiri atas 3.284,2 ton pupuk urea dan 2.649,1 ton pupuk NPK. Ketersediaan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempersiapkan lahan dan memulai […]
Sumpah Pemuda 1928: Kisah Lengkap Kongres Pemuda II dari Tiga Gedung di Batavia
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sabtu malam, 27 Oktober 1928. Di sebuah gedung di kawasan Lapangan Banteng, Batavia, ratusan pemuda duduk berdesakan. Mereka datang dari berbagai perkumpulan: ada yang membawa nama Jawa, Sumatra, Celebes, Ambon, hingga Batak. Pukul 19.30, rapat pertama dibuka. Tidak ada yang tahu bahwa dalam waktu kurang dari dua hari, kalimat-kalimat yang mereka sepakati akan menjadi salah […]

×
×


Saat ini belum ada komentar