Klikduakali.id – Pemerintah Kabupaten Subang melalui Sekda H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menerima kunjungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia guna membahas rencana fisik program UPLAND yang digelar di Ruang Rapat Bupati I pada Rabu (20/05/2026).
Dalam pertemuan itu, dibahas langkah percepatan Program UPLAND guna mendukung penguatan sektor pertanian di Kabupaten Subang.
Sebagai program pengembangan pertanian dataran tinggi, UPLAND bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani melalui pembangunan sarana lahan dan air, penguatan kelembagaan, serta pengembangan hilirisasi hasil pertanian.
Program ini memperoleh dukungan pendanaan internasional dari International Fund for Agricultural Development Loan dan Islamic Development Bank Loan.
Bantuan bagi petani dalam program ini mencakup pembangunan jalan usaha tani, sarana irigasi, pengolahan hasil panen, hingga akses pasar yang lebih luas.
Sekda Subang menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program UPLAND.
Menurutnya, Program UPLAND mendapat perhatian khusus dari Bupati Subang karena dinilai penting untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan seluruh pihak terkait, karena tidak semua kabupaten di Jawa Barat mendapatkan program ini. Pak Bupati mendukung penuh kegiatan UPLAND di Kabupaten Subang,” ujar Kang Asep Nuroni.

Ia menaruh harapan agar pemaparan yang diberikan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dapat menjadi dorongan bagi percepatan pelaksanaan Program UPLAND di lapangan.
“Terima kasih kepada Pak Direktur yang turun langsung ke Subang. Kami mohon arahan dan bimbingan untuk pelaksanaan ke depannya,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ir. Rahmanto, M.Sc., menegaskan bahwa Program UPLAND disalurkan secara selektif sesuai potensi dan kesiapan daerah penerima.
“Indonesia ini luas dan tidak semua mendapatkan program ini. Jawa Barat, khususnya Subang, termasuk daerah petarung,” ungkapnya.
Menurutnya, Program UPLAND difokuskan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian serta kesejahteraan petani di kawasan dataran tinggi melalui pembangunan infrastruktur pertanian berkelanjutan.
Selain percepatan program, pembahasan juga mencakup strategi akhir pelaksanaan Program UPLAND yang akan berakhir pada 2026.
Sejumlah langkah disusun dalam exit strategy tersebut, mulai dari dukungan APBD untuk pendampingan berkelanjutan, pengelolaan aset infrastruktur bersama para pemangku kepentingan, penguatan korporasi petani, hingga pengembangan hilirisasi manggis dan nanas.
Dalam pelaksanaan program, Pemerintah Daerah didorong untuk segera menyelesaikan izin lingkungan sekaligus menjaga kepatuhan terhadap aturan lingkungan.
Sejumlah pejabat turut menghadiri pertemuan tersebut, di antaranya Asisten Daerah II, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Kepala BKAD, Kabag UKPBJ, Kabag Perekonomian, serta jajaran lainnya. (Redaksi : klikduakali-TH)




