Klikduakali.id – Fenomena polusi asap yang belum diketahui sumber pastinya kembali menyelimuti kawasan pusat Kota Subang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat karena menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas sekaligus berdampak pada kesehatan.
Sejumlah warga mengaku mulai mengalami keluhan seperti sesak napas, tenggorokan terasa gatal, batuk, hingga mata perih setelah menghirup udara yang dipenuhi asap. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu aroma asap disebut semakin pekat, terutama pada malam hingga dini hari.
Keluhan warga pun ramai disampaikan melalui media sosial. Banyak di antaranya mempertanyakan asal polusi tersebut karena hingga kini belum ada kepastian mengenai sumber utama yang menyebabkan kualitas udara di kawasan perkotaan menurun.
Kondisi ini membuat masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab munculnya asap tersebut. Pemeriksaan kualitas udara juga dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai potensi risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan.
Di sisi lain, tenaga kesehatan mengingatkan bahwa paparan udara yang tercemar dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi paparan udara tercemar menjadi langkah pencegahan yang disarankan hingga kondisi kembali normal.
Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang semakin berat, seperti sesak napas berkepanjangan atau batuk yang tidak kunjung membaik. Sementara itu, warga berharap pemerintah dapat segera mengungkap sumber polusi agar persoalan ini tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Redaksi : klikduakali-CA)




