klikduakali.id — Ketegangan politik belum reda, tapi Timnas Iran memastikan tetap tampil di Piala Dunia 2026. Namun, keputusan itu tidak datang begitu saja. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengajukan sederet syarat ketat kepada FIFA dan negara tuan rumah demi menjamin keamanan serta kenyamanan delegasi mereka selama turnamen berlangsung.
Iran meminta jaminan penuh terkait visa pemain, staf pelatih, hingga suporter yang akan datang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Bahkan, pemain yang pernah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) disebut harus tetap mendapat izin masuk tanpa hambatan.

Tak cuma soal visa, Iran juga menuntut perlindungan keamanan ekstra di bandara, hotel, sampai stadion. Mereka ingin memastikan tak ada interogasi tambahan terhadap rombongan tim saat tiba di AS. Selain itu, Iran meminta lagu kebangsaan mereka diputar tanpa gangguan dan hanya bendera resmi negara yang boleh dibawa ke stadion.
Situasi ini muncul setelah hubungan Iran dengan Amerika Serikat kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, Ketua Federasi Iran sempat ditolak masuk Kanada karena diduga memiliki kaitan dengan IRGC.
Meski begitu, Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan Iran tetap akan tampil di Piala Dunia 2026 sesuai jadwal. Sementara Presiden AS Donald Trump juga memberi sinyal tak keberatan dengan kehadiran Team Melli di turnamen terbesar dunia tersebut. (Redaksi : klikduakali-CA)




