klikduakali.id – Transformasi menuju transportasi ramah lingkungan di Indonesia terus menunjukkan perkembangan. Setelah kendaraan listrik penumpang mulai banyak digunakan, kini sektor kendaraan niaga ikut bergerak melalui kehadiran Mitsubishi Fuso eCanter, truk listrik yang resmi mulai beroperasi di kawasan Jabodetabek.
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyerahkan unit perdana Fuso eCanter kepada PT Fastana Logistik Indonesia sebagai bagian dari komitmen mendukung percepatan elektrifikasi di sektor logistik nasional.
Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, mengatakan eCanter menjadi pionir truk listrik yang dipasarkan secara resmi di Indonesia dengan dukungan ekosistem operasional yang telah dipersiapkan secara menyeluruh.
“Fuso eCanter menjadi pelopor truk listrik pertama di Indonesia. KTB memastikan ekosistem yang mendukung operasional mulai dari kesiapan EV Mobile Charger hingga layanan purna jual untuk memberikan ketenangan konsumen dalam operasional kendaraan listrik,” ujar Aji saat ajang GIIAS 2026 di BSD, Tangerang.
Dirancang untuk Distribusi Perkotaan
Fuso eCanter dibekali baterai berkapasitas 83 kWh yang mampu membawa kendaraan menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 6 ton, kendaraan ini dinilai sesuai untuk aktivitas distribusi barang di kawasan perkotaan yang memiliki rute pengiriman tetap.

Selain itu, teknologi eAxle yang mengintegrasikan motor listrik, gardan, gearbox, dan inverter dalam satu sistem membuat konstruksi kendaraan lebih ringkas sekaligus mempermudah proses perawatan.
Teknologi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dibandingkan truk bermesin diesel konvensional.
Efisiensi Jadi Pertimbangan Utama
Bagi PT Fastana Logistik Indonesia, keputusan menggunakan armada listrik bukan dilakukan secara instan. Perusahaan terlebih dahulu melakukan kajian selama kurang lebih dua bulan untuk memastikan kendaraan mampu memenuhi kebutuhan operasional sekaligus memberikan keuntungan dari sisi biaya.

Direktur PT Fastana Logistik Indonesia, Subagyo Raharjo, menyebut penghematan biaya operasional menjadi alasan utama perusahaan mulai beralih menggunakan kendaraan listrik.
“Pertama itu pasti kami melihat cost efficiency-nya. Karena ternyata ini bisa memberikan efek mungkin lebih dari 40 persen itu mungkin akan bisa menghemat operasional kami,” ujar Subagyo.
Menurutnya, berdasarkan simulasi perusahaan, penghematan konsumsi energi saja diperkirakan mencapai sekitar 41 persen dibandingkan armada berbahan bakar fosil. Angka tersebut belum termasuk potensi efisiensi dari biaya perawatan yang diyakini akan lebih rendah karena kendaraan listrik memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit.
“Kalau dari fuel-nya saja kami perhitungan sekitar 41 persen. Itu kami belum menghitung maintenance-nya. Yang pasti kami yakin lebih low maintenance juga. Kalau implementasi ini berhasil di Fastana Logistik Indonesia, nanti grup-grup yang lain juga mungkin akan mengikutinya,” tambahnya.
Dorong Logistik yang Lebih Berkelanjutan
Kehadiran Mitsubishi Fuso eCanter menjadi sinyal bahwa elektrifikasi kendaraan niaga mulai memasuki fase implementasi di Indonesia. Selain memberikan efisiensi biaya operasional bagi perusahaan logistik, penggunaan truk listrik juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan target pembangunan transportasi yang lebih berkelanjutan.
Dengan dukungan infrastruktur pengisian daya serta layanan purna jual yang terus dikembangkan, adopsi kendaraan niaga listrik diperkirakan akan semakin luas dan menjadi bagian penting dalam transformasi industri logistik nasional di masa mendatang. (Redaksi : klikduakali-IN)





