Groundbreaking BRT Bandung Raya Dimulai, Solusi Kemacetan Ditargetkan Beroperasi 2027

Klikduakali.id – Kepadatan lalu lintas di wilayah Cekungan Bandung terus menjadi tantangan besar bagi mobilitas masyarakat. Di Kota Bandung, rata-rata laju kendaraan tercatat hanya mencapai 18 km/jam, mencerminkan tingginya tingkat kemacetan. Situasi ini membuat masyarakat harus mengorbankan sekitar 108 jam setiap tahunnya hanya untuk menghadapi kemacetan di jalan.
Sebagai upaya mengurai kemacetan yang semakin parah, pemerintah menghadirkan solusi melalui pembangunan BRT Cekungan Bandung atau BRT Bandung Raya. Proyek strategis ini merupakan bagian dari program Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.
Program Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) didukung pendanaan sebesar 264 juta dolar AS atau sekitar Rp3,8 triliun. Pembiayaan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia, Bank Dunia (World Bank), serta Agence Française de Développement (AFD) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp1,3 triliun dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur BRT Bandung Raya.
Menhub Dudy Purwagandhi menilai pembangunan sistem transportasi massal menjadi langkah paling tepat untuk mengurai kemacetan di kawasan perkotaan. Ia menegaskan, membangun jalan baru saja tidak cukup karena pada akhirnya akan kembali dipenuhi kendaraan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Solusi yang kita perlukan bukan sekadar menambah kapasitas jalan, yang lebih penting adalah menghadirkan sistem transportasi publik yang handal, terintegrasi, dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” ujar Dudy saat acara groundbreaking BRT Cekungan Bandung di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
Manfaat BRT Bandung Raya bagi Mobilitas dan Lingkungan
Keunggulan BRT Bandung Raya tidak hanya terletak pada kapasitas angkutnya, tetapi juga pada kepastian waktu perjalanan. Beroperasi di jalur khusus yang bebas hambatan, layanan ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh masyarakat. Menurut kajian Bank Dunia, rata-rata durasi perjalanan dapat turun sekitar 11 persen, dari 45 menit menjadi 40 menit.
Untuk memastikan layanan berjalan optimal, BRT Bandung Raya akan menerapkan sistem headway yang menjamin frekuensi perjalanan tetap teratur. Bus dijadwalkan datang paling lama setiap tujuh menit pada periode padat penumpang dan maksimal 15 menit di luar jam sibuk, sehingga mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih lancar dan terprediksi.
Selain efisiensi waktu perjalanan, kehadiran BRT Cekungan Bandung membawa serangkaian manfaat penting lainnya:
- Ramah Lingkungan: Mampu menekan konsumsi BBM serta mengikis emisi karbon dioksida ($CO_2$) secara bertahap hingga 196 ribu ton.
- Penurunan Kendaraan Pribadi: Berpotensi melayani hingga 99.000 penumpang harian, dengan estimasi 21 persen di antaranya merupakan pengguna kendaraan pribadi yang beralih ke transportasi umum.
- Pemanfaatan Teknologi AI: Dilengkapi Intelligent Transportation System (ITS) untuk menjamin operasional bus berjalan efisien, konsisten, dan teratur. Teknologi ini juga mampu melacak posisi bus hingga memberikan prioritas lampu hijau di persimpangan.
- Konektivitas Antarwilayah: Memudahkan aksesibilitas masyarakat lintas daerah menuju pusat-pusat perekonomian, pendidikan, dan layanan publik.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik terus berkembang. Selain mengutamakan kenyamanan, pengguna kini juga menginginkan moda transportasi yang memiliki jadwal pasti dan waktu perjalanan yang dapat diprediksi.
“Karena itu, BRT Cekungan Bandung dirancang dengan jalur khusus, sistem operasi yang terintegrasi, dan dukungan Intelligent Transportation System agar layanan menjadi lebih andal, cepat, dan konsisten,” imbuh Aan.
Target Beroperasi Penuh pada 2027
Pembangunan fisik BRT Bandung Raya diawali dengan seremoni groundbreaking di Leuwipanjang BRT Depot Site pada Rabu (22/7/2026). Agenda tersebut turut dirangkai dengan penandatanganan komitmen subsidi Public Service Obligation (PSO) oleh Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Pada tahap pembangunan 2026, proyek BRT Bandung Raya difokuskan pada penyediaan infrastruktur utama yang akan menjadi tulang punggung layanan transportasi massal. Infrastruktur tersebut meliputi jalur steril sepanjang 21 kilometer, enam depo armada di berbagai titik Bandung Raya, 34 halte on-corridor, serta 719 halte off-corridor. Pemerintah juga menyiapkan halte ikonik di sejumlah kawasan strategis, di antaranya Alun-Alun Bandung, Stasiun Hall, Tegallega, dan Kiara Artha Park.
Dimulainya pengerjaan fisik BRT Bandung Raya mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menilai proyek ini merupakan tonggak penting dalam upaya menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan Bandung Raya.
“Ini adalah kegembiraan bagi masyarakat Bandung Raya, termasuk di dalamnya ada Sumedang. Kita berharap pembangunannya berjalan aman, lancar, tidak ada gangguan, dan bisa melahirkan kualitas pembangunan yang bermutu tinggi, serta cepat digunakan,” tutur gubernur yang akrab disapa KDM itu.
Pembangunan BRT Bandung Raya juga mendapat dukungan kuat dari sejumlah mitra pembangunan internasional. Alanna Simpson dari Bank Dunia dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dalam memperkuat sistem transportasi publik yang efisien, terintegrasi, dan berwawasan lingkungan.
Seluruh rangkaian pembangunan infrastruktur BRT Cekungan Bandung dijadwalkan tuntas pada 2027. Pada tahap operasional penuh, layanan ini akan melayani 18 rute utama yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. (Redaksi : klikduakali-TH)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak Sejak 2022, Guru Ngaji di Majalengka Diproses Hukum
- Jumat, 16 Oktober 2026
Klikduakali.id – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang oknum guru ngaji di Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, menjadi perhatian serius. Polisi mengungkapkan, berdasarkan pengakuan sementara tersangka, dugaan perbuatan tersebut telah berlangsung sejak 2022. Hingga kini, tercatat empat anak yang diduga menjadi korban. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka telah menahan […]
Agus Eko Pimpin PWI Subang 2026–2029, Dadan Ramdan Jadi Sekretaris
- Jumat, 16 Oktober 2026
klikduakali.id – Agus Eko Muchamad Solihin terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Subang periode 2026–2029 melalui mekanisme aklamasi dalam konferensi di Hotel Betha, Jalan Ahmad Yani, Subang, Rabu (14/10/2026). Usai proses pemilihan, Dadan Ramdan yang sebelumnya menjadi kandidat ketua dipercaya menduduki posisi sekretaris dalam kepengurusan baru. Konferensi tersebut dihadiri puluhan anggota PWI Subang […]
Bupati Subang Genjot Ekonomi Kreatif Lewat SubangFest, Perputaran UMKM Tembus Rp350 Juta
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mendorong ekonomi kreatif menjadi identitas baru Kabupaten Subang. Salah satu upayanya dilakukan melalui penyelenggaraan SubangFest setiap bulan yang menggabungkan pertunjukan seni, promosi budaya, pariwisata, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gagasan tersebut disampaikan Reynaldy saat menjadi narasumber dalam Indonesia Creative Connect 2026 bertajuk Leaders […]
Utang Rp 25 Juta Diduga Jadi Motif Kematian Sopir Taksi Online di Sumedang
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Kasus kematian Yogi Saparudin (35), sopir taksi online yang jasadnya ditemukan terkubur di perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mulai menemukan titik terang. Polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, sementara dugaan motif yang berkaitan dengan utang piutang senilai Rp 25 juta turut […]
Polemik Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Berujung Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Polemik fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, memasuki babak baru. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (1/10/2026). Surat pengunduran diri Mashudi telah diterima Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kemenimipas Akbar Hadi […]
Bus Persib Bandung U-18 Dilempari Batu di Tol Batang, Polisi Amankan Terduga Pelaku
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Rombongan Persib Bandung U-18 menjadi korban penyerangan di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan kaca bus pecah dan seorang ofisial tim bernama Pandu mengalami penganiayaan. Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial BPA (33), warga Palmerah, Jakarta Barat. Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama […]
Kabupaten Subang Peringkat 4 Pengunjung Museum Terbanyak di Jawa Barat pada 2025
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Kabupaten Subang masuk dalam empat besar daerah dengan jumlah pengunjung museum terbanyak di Jawa Barat sepanjang 2025. Berdasarkan dataset Jumlah Pengunjung Museum Berdasarkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang dipublikasikan melalui portal Galura Data Jawa Barat, Kabupaten Subang mencatatkan 25.996 pengunjung museum sepanjang tahun 2025. Dataset yang bersumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi […]
Dua Event Lari di Subang Siap Digelar Oktober-November 2026, Ada Dahana Run hingga Trail Race
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Penggemar olahraga lari masih memiliki kesempatan mengikuti sejumlah ajang di Kabupaten Subang menjelang akhir 2026. Dua agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November mendatang adalah Dahana Run 2026 dan Sari Ater Trail Race 2026. Kedua kegiatan tersebut menawarkan karakter perlombaan yang berbeda. Dahana Run menggabungkan olahraga dengan atraksi budaya lokal di kawasan […]

×
×


Saat ini belum ada komentar