Encep Sugiana Ajak Masyarakat Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem dan Cegah Bencana

klikduakali.id — Menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko bencana, sekaligus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Hal tersebut disampaikan Encep Sugiana, Anggota DPRD Jawa Barat, yang mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Menurutnya, menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan rutin berolahraga serta memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang. Konsumsi buah-buahan dan sayuran juga penting untuk membantu menjaga daya tahan dan imunitas tubuh.

“Di samping kita terus berupaya memenuhi kebutuhan gizi yang cukup, gizi yang bisa betul-betul menjadi imunitas bagi kesehatan kita, termasuk banyak makan buah-buahan dan banyak makan sayur-sayuran. Itu adalah sebagai upaya kita juga untuk menjaga kesehatan dalam suasana seperti ini,” ujar Encep.
Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi akibat kondisi kering dan kelalaian di lingkungan sekitar.
Encep mengingatkan masyarakat untuk memastikan instalasi dan aliran listrik dalam kondisi aman serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan korsleting. Peralatan rumah tangga seperti kompor juga perlu mendapatkan perhatian dan tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi menyala tanpa pengawasan.
“Betul-betul juga kita harus menjaga dari hal-hal yang akan terjadi kebakaran, baik di rumah maupun di lingkungan. Misalnya dengan memperhatikan kondisi aliran listrik kita, jangan sampai terjadi korsleting listrik yang menyebabkan terjadinya kebakaran. Begitu juga dengan kompor dan lain sebagainya, jangan sampai kita lalai,” jelasnya.
Ia menilai, langkah-langkah sederhana tersebut merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk mengurangi risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Di sisi lain, pemerintah juga dinilai memiliki peran penting dalam mengantisipasi dampak kekeringan, khususnya potensi kekurangan air bersih. Persiapan dan langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Tidak hanya melalui penyediaan kebutuhan dasar, pemerintah juga diharapkan terus memperkuat edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“Pemerintah harus betul-betul menyiapkan antisipasi berbagai bencana, terutama akibat kekeringan yang menyebabkan kekurangan air bersih dan sebagainya. Hal yang juga menjadi perhatian adalah melakukan edukasi kepada masyarakat, penyuluhan tentang suasana ekstrem, bagaimana mengantisipasinya, bagaimana menjaganya, dan bagaimana melakukan tindakan-tindakan yang bisa menyelamatkan serta terhindar dari bencana,” ungkapnya.
Menurut Encep, edukasi kebencanaan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan mengenai langkah pencegahan, mitigasi, hingga tindakan penyelamatan agar memiliki kesiapan ketika menghadapi kondisi darurat.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber persoalan dan meningkatkan risiko terjadinya bencana, terutama di tengah kondisi lingkungan yang kering.
“Termasuk juga upaya-upaya bagaimana agar kita tetap menjaga lingkungan. Jangan sampai lingkungan kita banyak sampah-sampah yang bisa menjadi sumber-sumber petaka. Ini harus dilakukan penyuluhan terhadap masyarakat oleh pemerintah dalam rangka mengantisipasi bencana yang lebih besar,” pungkasnya.
Encep berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Kesadaran untuk menjaga kesehatan, mencegah kebakaran, menghemat dan menjaga ketersediaan air, serta merawat kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana. (Redaksi : klikduakali-IN)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Produksi Jagung Subang Capai 1.165 Ton, Kemenkop Bidik Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Usaha Petani
- Jumat, 16 Oktober 2026
klikduakali.id – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong menjadi penggerak utama pengembangan usaha jagung di Kabupaten Subang, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasaran hasil panen. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi tawar petani sekaligus mengoptimalkan potensi jagung Subang yang pada 2024 tercatat mencapai 1.165 ton. Dorongan tersebut disampaikan Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop […]
Misi Jepang Padamkan Karhutla di Kalimantan Berakhir, 220 Ton Air Telah Dijatuhkan
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Operasi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Pasukan Bela Diri Jepang di Indonesia resmi berakhir pada 29 September 2026. Selama menjalankan misi di Kalimantan, tiga helikopter CH-47 Chinook dikerahkan dan tercatat melakukan lebih dari 40 operasi pemadaman dengan total sekitar 220 ton air yang dijatuhkan ke area kebakaran. Pengakhiran misi tersebut […]
Momentum HUT TNI ke-81, DPRD Jabar dorong Profesionalisme TNI untuk menjamin keamanan Negara
- Senin, 5 Oktober 2026
klikduakali.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana, M.HKes, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2026. Dalam momentum peringatan tersebut, Dr. H. Encep Sugiana menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusinya dalam […]
128 Pemanah Siap Berlaga di Latgab PERPANI Subang Akhir Pekan Ini
- Selasa, 13 Oktober 2026
Klikduakali.id – Sebanyak 128 peserta siap ambil bagian dalam Latihan Gabungan (Latgab) Panahan PERPANI Kabupaten Subang yang akan digelar pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pemanah untuk mengasah kemampuan sekaligus membidik prestasi. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan berbagai klub dan ekstrakurikuler panahan di Kabupaten Subang, termasuk pemanah dari Kabupaten Purwakarta. Kehadiran mereka […]
Pencurian Kabel Bikin Lampu Merah Bandung Padam, Perbaikan Bisa Makan Waktu Dua Pekan
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Aksi pencurian kabel traffic light atau lampu lalu lintas di Kota Bandung berdampak pada terganggunya fasilitas pengaturan arus kendaraan di sejumlah persimpangan. Kerusakan akibat pencurian tersebut bahkan membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk diperbaiki. Polrestabes Bandung menangkap seorang pria berinisial GG alias Gugun (34) yang diduga mencuri kabel lampu lalu lintas di Jalan […]
Portugal Tanpa Ronaldo: Benarkah Permainan Selecao Justru Lebih Produktif ?
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id — Perdebatan mengenai Timnas Portugal dan Cristiano Ronaldo kembali menarik perhatian. Pertanyaannya sederhana, tetapi jawabannya tidak semudah itu: apakah Selecao justru tampil lebih baik ketika Ronaldo tidak berada di lapangan? Cristiano Ronaldo memang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan sepak bola Portugal. Ia menjadi bagian penting dari kesuksesan negaranya, termasuk ketika Portugal meraih gelar Euro […]
Usai Dilantik Jadi Sekda Subang, Rona Mairansyah Siapkan Pemetaan Masalah dan Tim Aksi
- Jumat, 2 Oktober 2026
klikduakali.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang Rona Mairansyah langsung menyiapkan langkah kerja setelah resmi dilantik oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi pada Kamis (1/10/2026). Ia menilai penyelesaian berbagai persoalan daerah membutuhkan pemetaan masalah dan kolaborasi lintas sektor. Rona mengatakan tahap awal yang akan dilakukan adalah mempelajari persoalan di seluruh wilayah Kabupaten Subang […]
Kecelakaan di Puncak! Bus Elf Terjun ke Sungai akibat Rem Blong, Sopir Tewas
- Jumat, 16 Oktober 2026
Klikduakali.id – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Simpang Bendungan, Jalan Gadog-Ciawi arah Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026). Peristiwa ini menambah perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan di jalur tersebut. Kecelakaan tersebut melibatkan bus mikro Isuzu Elf yang diduga mengalami gangguan rem saat melintas di jalur tersebut. Kendaraan itu kemudian terjun ke sungai dan menyebabkan […]

×
×


Saat ini belum ada komentar