Dedi Mulyadi Hentikan Truk Tanah di Subang, Paksa Putar Balik Tujuan Jakarta

Klikduakali.id – Dedi Mulyadi menghentikan rombongan truk pengangkut tanah yang diduga berasal dari aktivitas galian ilegal di Subang. Dalam tindakan tersebut, ia meminta seluruh kendaraan untuk putar balik sebagai bentuk penertiban terhadap aktivitas yang melanggar aturan.
Sejak awal masa kepemimpinannya, Dedi Mulyadi memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan tambang ilegal di wilayah Jawa Barat sebagai bagian dari upaya penegakan aturan dan perlindungan lingkungan.
Upaya pemberantasan tambang ilegal di Jawa Barat terus dilakukan. Sepanjang tahun lalu, tercatat setidaknya 118 lokasi tambang ilegal berhasil ditutup oleh pemerintah provinsi.
Dalam temuan terbarunya, Dedi Mulyadi melihat langsung kondisi jalan provinsi di Subang yang dipenuhi tanah berserakan dari truk pengangkut hasil galian.
Aksi tersebut turut dibagikan Dedi Mulyadi melalui kanal YouTube pribadinya pada Senin (6/4/2026), memperlihatkan langsung kejadian di lapangan.
“Melewati jalan raya penuh dengan tanah. Ini hampir 1 kilometer lebih (kotor), (tanah) nempel di sini,” ucap Dedi Mulyadi sambil melihatkan kondisi jalan.
Tak lama setelah itu, Dedi Mulyadi langsung menghampiri truk-truk pengangkut tanah yang sedang berhenti di pinggir jalan.
Di lokasi, ia mendapati seorang sopir yang tengah beristirahat, lalu langsung menanyakan perihal muatan tanah yang dibawa.
Diketahui, rombongan truk tersebut mengangkut hasil galian tanah dengan tujuan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Dedi Mulyadi kemudian menjelaskan kepada sopir bahwa truk yang mereka gunakan telah mengotori jalan provinsi yang baru saja diperbaiki oleh pemerintah.
Sopir Truk Akui Belum Terima Upah

Dedi Mulyadi kemudian menanyakan alasan para sopir memarkirkan kendaraan mereka di pinggir jalan.
Diketahui, para sopir tersebut belum menerima bayaran dari pihak atasan, sehingga memilih untuk menghentikan aktivitas berkendara sebagai bentuk protes.
“Menunggu uang jalan, Pak, sudah seminggu tidak diberi,” ucap sang sopir.
“Ya terus untuk apa kamu mengangkut tanah tapi tidak dibayar, bahkan ilegal,” timpal Dedi Mulyadi.
Dalam keterangannya, sopir itu menyebut bahwa mereka sebenarnya sudah diberi uang jalan sebesar Rp1 juta per orang sebelum berangkat.
Ia menjelaskan bahwa uang jalan tersebut sudah terpakai untuk berbagai kebutuhan selama perjalanan, sehingga tidak lagi mencukupi untuk membayar tol menuju Jakarta.
Truk Pengangkut Tanah Dipaksa Putar Balik

Dedi Mulyadi juga mengaku kecewa karena truk-truk itu ternyata berpelat nomor DKI Jakarta.
Sementara itu, truk-truk tersebut melintasi jalan provinsi di Jawa Barat dan mengotori infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah daerah.
“Bayar pajaknya di Jakarta, merusaknya jalan di sini, mengangkut tanahnya ilegal tidak bayar pajak, melewati jalan provinsi masih baru diaspal, mobilnya overkapasitas,” ucap Dedi Mulyadi.
Sebagai solusi, Dedi Mulyadi menawarkan penggantian uang jalan kepada para sopir dengan syarat mereka memutar balik kendaraan ke lokasi galian.
“Mending dikembalikan saja ke sana (tempat galian). Saya kasih Rp1 juta per mobil, tetapi kembalikan. Ayo sama saya sekarang bersama,” tutur Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga meyakinkan para sopir agar mengembalikan tanah galian itu, bahkan ia siap ikut mengantar langsung ke lokasi.
“Tidak perlu menghubungi Pak Haji (pemilik galian), ini mobil dicegat oleh Gubernur karena pasti tambangnya tidak punya izin,” kata Dedi Mulyadi lagi.
Tambang Ilegal Ditutup
Setelah terungkap oleh Dedi Mulyadi, lokasi tambang ilegal yang menjadi sumber muatan para sopir tersebut langsung ditutup pada Senin (6/4/2026).
Lokasi tambang tersebut berada di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Polres Subang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, serta Satpol PP Kabupaten Subang turut mendatangi lokasi.
Diketahui, kegiatan pertambangan tersebut tidak memiliki izin resmi dan berada di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara.
Lahan yang sudah tergali tanah merah diperkirakan seluas 0,3 hektare.
Sebagai langkah lanjutan, tim gabungan melakukan penyegelan lokasi dengan membentangkan garis polisi di sekitar area tambang.
Selain itu, spanduk peringatan dipasang pada alat berat seperti ekskavator serta di seluruh akses masuk menuju lokasi. (Redaksi : klikduakali-TH)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Encep Sugiana Minta Pemda Serius Tangani HIV/AIDS, KPA Harus Didukung Anggaran
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS. Ia meminta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di tingkat kabupaten dan kota dioptimalkan melalui dukungan anggaran, sumber daya manusia, serta program edukasi yang berkelanjutan. Menurut Encep, keberadaan KPA tidak cukup hanya secara kelembagaan, tetapi harus diikuti dengan […]
BGN Pastikan Anak Panti Asuhan Tetap Mendapat Makan Bergizi Gratis di Sekolah
- Selasa, 13 Oktober 2026
Klikduakali.id – Kepala BGN Sudaryono memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjangkau anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Mereka tetap memperoleh makanan bergizi melalui sekolah tempat menempuh pendidikan, dengan pelaksanaan yang mengacu pada mekanisme dan ketentuan program. “Diberikan MBG di tempat mereka bersekolah. Ada mekanisme dan regulasinya, maka kami mohon dukungan selalu dari masyarakat,” […]
Harry Maguire Bela Michael Carrick, Pemain Manchester United Diminta Bertanggung Jawab atas Tren Negatif
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Bek Manchester United, Harry Maguire, menegaskan bahwa para pemain harus bertanggung jawab atas buruknya performa tim pada awal musim 2026/2027. Ia menilai hasil negatif yang diraih Setan Merah bukan semata-mata kesalahan pelatih Michael Carrick, melainkan juga akibat penampilan para pemain yang belum memenuhi ekspektasi. Pernyataan tersebut muncul setelah Manchester United menelan kekalahan telak […]
Lima Wisatawan Terseret Ombak Pantai Cibuaya, Dua Orang Masih Hilang
- Senin, 12 Oktober 2026
Klikduakali.id – Lima wisatawan terseret ombak di Pantai Cibuaya pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 16.52 WIB. Tiga orang berhasil diselamatkan, sedangkan dua lainnya masih hilang hingga Minggu (11/10/2026) dan dalam pencarian tim SAR gabungan. Peristiwa bermula saat para korban beraktivitas di pesisir pantai. Dua saksi mata, Dastan (16) dan Satria Narendra Wiguna (16), mengatakan ombak […]
Harry Kane Menangi Ballon d’Or 2026, Torehkan Sejarah Baru Sepak Bola Inggris
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Harry Kane resmi meraih Ballon d’Or 2026 setelah menjalani musim gemilang bersama Bayern Munchen dan Timnas Inggris. Penghargaan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Inggris karena Kane menjadi pemain Inggris pertama sejak Michael Owen pada 2001 yang memenangkan trofi individu paling prestisius di dunia sepak bola. Penghargaan itu diumumkan dalam seremoni Ballon […]
Apple HomeView Resmi Diperkenalkan, Layar Pinter 7 Inci dengaan Siri AI Dibanderol Rp5,35 Juta
- Rabu, 14 Oktober 2026
klikduakali.id – Apple memperluas langkahnya di pasar rumah pintar atau smart home dengan memperkenalkan Apple HomeView, perangkat pusat kendali rumah berbasis layar sentuh 7 inci yang mengandalkan Siri generasi baru dengan dukungan kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini dirancang untuk memudahkan pengguna mengelola berbagai aktivitas rumah tangga, mulai dari melihat jadwal keluarga hingga mengontrol perangkat elektronik […]
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Konsumsi untuk Petugas Karhutla Gunung Ciremai
- Senin, 26 Oktober 2026
klikduakali.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan konsumsi bagi petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai. Bantuan ini menjadi bentuk dukungan bagi personel yang berjibaku melakukan pemadaman dan mitigasi kebakaran di lapangan. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, di […]
Stok Pupuk Subsidi di Subang Capai 5.933 Ton, Pupuk Kujang Pastikan Kesiapan Musim Tanam
- Selasa, 20 Oktober 2026
klikduakali.id – PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Subang menjelang musim tanam Oktober–Maret (Okmar). Hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang tercatat mencapai 5.933,3 ton, terdiri atas 3.284,2 ton pupuk urea dan 2.649,1 ton pupuk NPK. Ketersediaan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempersiapkan lahan dan memulai […]

×
×


Saat ini belum ada komentar