Beranda » Artikel » Apa Itu Quiet Quitting? Fenomena Baru Dunia Kerja yang Diam-Diam Meresahkan

Apa Itu Quiet Quitting? Fenomena Baru Dunia Kerja yang Diam-Diam Meresahkan

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

klikduakali.id – Fenomena quiet quitting semakin sering dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan pekerja muda. Banyak orang mulai merasa lelah secara emosional akibat tuntutan kerja yang terus meningkat, namun tidak sebanding dengan apresiasi yang diterima. Kondisi ini memunculkan pola baru dalam bekerja: tetap menjalankan tugas, tetapi tanpa memberikan usaha ekstra di luar tanggung jawab utama.

Apa Itu Quiet Quitting?

Quiet quitting bukan berarti seseorang benar-benar mengundurkan diri dari pekerjaannya. Istilah ini merujuk pada sikap pekerja yang hanya menjalankan tugas sesuai deskripsi pekerjaan (job description), tanpa melakukan hal-hal tambahan seperti lembur tanpa bayaran, merespons pekerjaan di luar jam kerja, atau menerima semua permintaan tanpa batas.

Fenomena ini mulai viral sejak 2022 dan terus berkembang hingga sekarang, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance).

Mengapa Quiet Quitting Semakin Tren?

Perubahan pola pikir generasi muda, terutama Gen Z dan milenial, menjadi faktor utama. Mereka tidak lagi melihat kerja berlebihan sebagai simbol kesuksesan, melainkan mulai memprioritaskan kesehatan mental dan kualitas hidup.

Beberapa faktor yang mendorong munculnya quiet quitting antara lain:

  • Kurangnya apresiasi, baik secara finansial maupun non-finansial
  • Beban kerja yang berlebihan hingga memicu burnout
  • Lingkungan kerja yang tidak sehat atau toxic
  • Minimnya kesempatan berkembang atau promosi
  • Batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang semakin kabur
  • Pengalaman selama pandemi yang membuat banyak orang mengevaluasi ulang makna kerja dan hidup

Ciri-Ciri Quiet Quitting di Dunia Kerja

Perilaku quiet quitting dapat dikenali dari beberapa tanda berikut:

  • Bekerja hanya selama jam kerja, tanpa lembur
  • Menolak tugas di luar tanggung jawab utama
  • Tidak merespons pekerjaan saat di luar jam kerja atau hari libur
  • Mulai pasif dalam rapat atau diskusi pekerjaan
  • Tidak lagi tertarik mengejar pencapaian atau karier di perusahaan
  • Lebih fokus pada kehidupan pribadi, seperti keluarga, hobi, dan waktu istirahat
Baca Juga :  Waspada Lonjakan Campak 2026: Gejala, Risiko Pneumonia, dan Pentingnya Imunisasi

Apakah Quiet Quitting Buruk? Ini Sisi Positif dan Negatifnya

  1. Dampak Positif
    Di satu sisi, quiet quitting dapat menjadi bentuk perlindungan diri dari tekanan kerja berlebih. Dengan membatasi diri, seseorang dapat:
    – Mengurangi risiko stres, kecemasan, hingga depresi
    – Mencegah burnout akibat pekerjaan yang tidak terkendali
    – Memiliki waktu lebih untuk kehidupan pribadi
    – Menjaga kesehatan fisik, seperti menghindari risiko penyakit akibat pola hidup tidak seimbang
  2. Dampak Negatif
    Namun, jika tidak disikapi dengan tepat, quiet quitting juga memiliki risiko, seperti:
    – Penurunan performa dan kepuasan kerja
    – Hilangnya peluang promosi atau pengembangan karier
    – Munculnya rasa bosan dan tidak bermakna dalam pekerjaan
    – Potensi konflik atau miskomunikasi dengan atasan
    – Risiko kehilangan pekerjaan jika dianggap tidak produktif

Beberapa pakar bahkan menilai bahwa sikap ini dapat menghambat kesuksesan dalam jangka panjang jika tidak diimbangi dengan strategi karier yang jelas.

Cara Menyikapi Quiet Quitting Secara Sehat

Alih-alih sekadar “bekerja seperlunya”, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tetap seimbang tanpa merugikan diri sendiri maupun karier:

  1. Bangun komunikasi yang terbuka
    Sampaikan jika beban kerja terasa berlebihan atau tidak seimbang. Komunikasi dapat mencegah kesalahpahaman dan membantu mencari solusi.
  2. Tetapkan batasan yang jelas
    Pisahkan waktu kerja dan waktu pribadi secara tegas, termasuk menghindari pekerjaan di luar jam kerja kecuali kondisi mendesak.
  3. Evaluasi tujuan karier
    Jika mulai kehilangan motivasi, bisa jadi itu tanda untuk mencari tantangan baru atau arah karier yang lebih sesuai.
  4. Tetap bekerja secara profesional
    Meski tidak mengambil pekerjaan tambahan, pastikan tugas utama tetap diselesaikan dengan kualitas terbaik.
  5. Jaga kesehatan fisik dan mental
    Kelola stres dengan aktivitas positif, cukup istirahat, serta menerapkan pola hidup sehat.
Baca Juga :  Radang Tenggorokan: Penyebab, Gejala, dan Tips Mengatasinya dengan Mudah

Quiet quitting mencerminkan perubahan cara pandang terhadap dunia kerja. Banyak orang kini lebih sadar akan batasan diri dan tidak ingin mengorbankan kesehatan demi pekerjaan semata.

Meski demikian, pendekatan ini perlu disikapi secara bijak. Bekerja sesuai porsi memang penting, tetapi tetap harus diimbangi dengan tanggung jawab, komunikasi, dan perencanaan karier yang matang.

Pada akhirnya, kunci utama bukan memilih antara kerja keras atau quiet quitting, melainkan bagaimana menciptakan keseimbangan yang sehat antara produktivitas dan kualitas hidup. (Redaksi : klikduakali – SA)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

four + 13 =

Rekomendasi Untuk Anda

8 Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri di Selat Sunda

8 Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri di Selat Sunda

  • Kamis, 1 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Delapan aki penyokong daya Stasiun LV93 di kawasan Selat Sunda dilaporkan hilang akibat pencurian. Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau, sementara PVMBG memperkirakan pencurian terjadi pada 16–27 September 2026. Tim teknis PVMBG baru mengetahui delapan aki hilang saat melakukan pemeriksaan dan perbaikan rutin di Stasiun LV93 pada Minggu, 27 […]

Pencurian Kabel Bikin Lampu Merah Bandung Padam, Perbaikan Bisa Makan Waktu Dua Pekan

Pencurian Kabel Bikin Lampu Merah Bandung Padam, Perbaikan Bisa Makan Waktu Dua Pekan

  • Sabtu, 3 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Aksi pencurian kabel traffic light atau lampu lalu lintas di Kota Bandung berdampak pada terganggunya fasilitas pengaturan arus kendaraan di sejumlah persimpangan. Kerusakan akibat pencurian tersebut bahkan membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk diperbaiki. Polrestabes Bandung menangkap seorang pria berinisial GG alias Gugun (34) yang diduga mencuri kabel lampu lalu lintas di Jalan […]

Raline Shah Tinggalkan Jabatan Stafsus Komdigi, Pilih Fokus pada Karier Profesional

Raline Shah Tinggalkan Jabatan Stafsus Komdigi, Pilih Fokus pada Karier Profesional

  • Kamis, 15 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Raline Shah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai 13 Oktober 2026, setelah hampir dua tahun menjalankan tugas di lingkungan kementerian. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Selasa (13/10/2026), Raline menjelaskan bahwa keputusannya diambil setelah mempertimbangkan […]

Reynaldy Targetkan Subang Akan Dikenal Lewat Ekonomi Kreatif

Reynaldy Targetkan Subang Akan Dikenal Lewat Ekonomi Kreatif

  • Senin, 26 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menargetkan Kabupaten Subang dikenal melalui pengembangan ekonomi kreatif, selain sebagai daerah industri dan lumbung pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar SubangFest secara rutin setiap bulan. Target tersebut disampaikan Reynaldy saat menjadi narasumber dalam Indonesia Creative Connect 2026 bertajuk Leaders Talk – Inovasi dan […]

Bupati Subang Genjot Ekonomi Kreatif Lewat SubangFest, Perputaran UMKM Tembus Rp350 Juta

Bupati Subang Genjot Ekonomi Kreatif Lewat SubangFest, Perputaran UMKM Tembus Rp350 Juta

  • Selasa, 27 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mendorong ekonomi kreatif menjadi identitas baru Kabupaten Subang. Salah satu upayanya dilakukan melalui penyelenggaraan SubangFest setiap bulan yang menggabungkan pertunjukan seni, promosi budaya, pariwisata, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gagasan tersebut disampaikan Reynaldy saat menjadi narasumber dalam Indonesia Creative Connect 2026 bertajuk Leaders […]

10 Bangunan di Lapas Cibinong Dibongkar, Komisi XIII Soroti Barang Bukti

10 Bangunan di Lapas Cibinong Dibongkar, Komisi XIII Soroti Barang Bukti

  • Kamis, 1 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imipas) membongkar 10 unit bangunan yang berada di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026). Pembongkaran dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator dan disaksikan langsung rombongan Komisi XIII DPR RI. Kesepuluh bangunan tersebut sebelumnya menjadi bagian dari temuan Ombudsman RI dalam inspeksi […]

Biaya Bikin SIM A dan SIM C Terbaru 2026, Cek Tarif Resmi dan Total Biayanya

Biaya Bikin SIM A dan SIM C Terbaru 2026, Cek Tarif Resmi dan Total Biayanya

  • Rabu, 14 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan SIM C menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan calon pemohon pada 2026. Sebelum mendatangi Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas), masyarakat perlu mengetahui tarif penerbitan SIM serta biaya tambahan yang mungkin harus dibayarkan. Total biaya pembuatan SIM baru tidak hanya mencakup tarif resmi penerbitan SIM. […]

Kabupaten Subang Peringkat 4 Pengunjung Museum Terbanyak di Jawa Barat pada 2025

Kabupaten Subang Peringkat 4 Pengunjung Museum Terbanyak di Jawa Barat pada 2025

  • Selasa, 13 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Kabupaten Subang masuk dalam empat besar daerah dengan jumlah pengunjung museum terbanyak di Jawa Barat sepanjang 2025. Berdasarkan dataset Jumlah Pengunjung Museum Berdasarkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang dipublikasikan melalui portal Galura Data Jawa Barat, Kabupaten Subang mencatatkan 25.996 pengunjung museum sepanjang tahun 2025. Dataset yang bersumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi […]

ads bottom
ads left ×
ads left ×