Encep Sugiana Dorong Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Jadi Solusi Kekurangan Guru di Jawa Barat

klikduakali.id — Kabar mengenai rencana peningkatan status bagi guru dan tenaga pengajar yang saat ini berstatus PPPK Paruh Waktu menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.HKes. Ia berharap kebijakan pemerintah tersebut dapat dipersiapkan dan direalisasikan secara matang, sehingga para tenaga pendidik dapat memperoleh kepastian status sekaligus berkontribusi lebih optimal dalam pelayanan pendidikan.
Menurut Encep, para guru dan tenaga pengajar PPPK Paruh Waktu memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah. Karena itu, apabila pemerintah memberikan kesempatan bagi mereka untuk diangkat menjadi PPPK maupun mendapatkan peluang mengikuti proses menjadi CPNS, kebijakan tersebut harus dipersiapkan dengan baik.
“Gembira buat para guru dan tenaga pengajar di Indonesia. Kebijakan ke depan, PPPK Paruh Waktu akan diangkat menjadi PPPK dan juga diberi kesempatan untuk menjadi CPNS. Oleh karena itu, tolong dipersiapkan dengan matang,” ujar Encep.
Ia menilai, peningkatan status tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan dan kepastian karier para guru, tetapi juga menjadi peluang strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

Menurutnya, Jawa Barat masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga pendidik, khususnya pada jenjang sekolah menengah atas (SMA). Kondisi tersebut membutuhkan langkah konkret dari pemerintah agar kebutuhan guru di satuan pendidikan dapat terpenuhi.
“Teman-teman PPPK Paruh Waktu ini bisa menjadi tenaga-tenaga ASN dan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi di Jawa Barat, kita mengalami kekurangan guru untuk tingkat sekolah menengah atas yang jumlahnya hampir 6.000 guru,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Encep berharap kebijakan pemerintah pusat terkait pengangkatan PPPK Paruh Waktu dapat benar-benar direalisasikan. Ia juga mendorong agar prosesnya dilakukan secara terencana, transparan, dan disiapkan sejak awal agar para tenaga pendidik yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik.
Ia berharap tahun 2027 dapat menjadi momentum penting bagi penyelesaian persoalan status dan kebutuhan tenaga pendidik tersebut.
“Oleh karena itu, kita sangat berharap tenaga-tenaga guru yang sekarang statusnya PPPK Paruh Waktu, apa yang telah direncanakan oleh pemerintah pusat untuk diangkat menjadi PPPK, bahkan juga menjadi ASN, itu betul-betul bisa direalisasikan di tahun 2027 yang akan datang,” katanya.
Encep menegaskan, pemenuhan kebutuhan guru harus menjadi perhatian bersama karena keberadaan tenaga pendidik merupakan salah satu fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kekurangan guru di sekolah dapat berdampak terhadap beban kerja tenaga pendidik maupun optimalisasi proses pembelajaran.
Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melakukan pemetaan kebutuhan guru, penataan status kepegawaian, serta penyusunan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan tenaga pendidik secara berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kesempatan yang sudah diberikan pemerintah tidak bisa dimanfaatkan karena persoalan administrasi atau kesiapan lainnya,” tambahnya.
Menurutnya, penguatan status para guru PPPK Paruh Waktu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepastian bagi tenaga pendidik yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan terpenuhinya kebutuhan guru dan semakin kuatnya status tenaga pendidik, diharapkan kualitas layanan pendidikan di Jawa Barat dapat terus meningkat. DPRD Provinsi Jawa Barat pun akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan sumber daya manusia dan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat. (Redaksi : klikduakali-IN)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Kemendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa, Tiga Temuan Pansus Jadi Sorotan
- Jumat, 16 Oktober 2026
klikduakali.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan surat keputusan pemberhentian Bupati Gowa, Sitti Husniah Tanlerang, pada Rabu (14/10/2026). Keputusan tersebut sekaligus menetapkan Darmawangsyah Muin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa untuk menjaga keberlangsungan pemerintahan daerah. Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, membenarkan terbitnya dua surat keputusan, yakni pemberhentian Husniah dan penunjukan Darmawangsyah. […]
Dewan Menyapa Masyarakat, Encep Sugiana menegaskan Komunikasi Langsung Penting untuk Menyerap Harapan Warga
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id — Bertemu langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. Melalui komunikasi secara langsung, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan ide, pemikiran, sekaligus harapan yang berkaitan dengan pembangunan di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana, M.HKes, saat menyoroti pelaksanaan kegiatan Dewan […]
Bupati Subang Genjot Ekonomi Kreatif Lewat SubangFest, Perputaran UMKM Tembus Rp350 Juta
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mendorong ekonomi kreatif menjadi identitas baru Kabupaten Subang. Salah satu upayanya dilakukan melalui penyelenggaraan SubangFest setiap bulan yang menggabungkan pertunjukan seni, promosi budaya, pariwisata, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gagasan tersebut disampaikan Reynaldy saat menjadi narasumber dalam Indonesia Creative Connect 2026 bertajuk Leaders […]
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Encep Sugiana Sampaikan Nilai Pancasila Harus Menjadi Penghayatan Masyarakat
- Kamis, 1 Oktober 2026
klikduakali.id — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingat kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkuat penghayatan terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.HKes, usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10/2026). Menurutnya, peringatan tersebut […]
Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater dalam Operasi Antik Lodaya 2026
- Rabu, 14 Oktober 2026
klikduakali.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Subang mengamankan 111 botol minuman keras (miras) dari dua lokasi di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Senin (12/10/2026). Penindakan ini dilakukan dalam rangka Operasi Antik Lodaya 2026 untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kasatnarkoba Polres Subang, IPTU Pictor Hasudungan Sitorus, mengatakan penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya […]
Utang Rp 25 Juta Diduga Jadi Motif Kematian Sopir Taksi Online di Sumedang
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Kasus kematian Yogi Saparudin (35), sopir taksi online yang jasadnya ditemukan terkubur di perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mulai menemukan titik terang. Polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, sementara dugaan motif yang berkaitan dengan utang piutang senilai Rp 25 juta turut […]
Sumpah Pemuda 1928: Kisah Lengkap Kongres Pemuda II dari Tiga Gedung di Batavia
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sabtu malam, 27 Oktober 1928. Di sebuah gedung di kawasan Lapangan Banteng, Batavia, ratusan pemuda duduk berdesakan. Mereka datang dari berbagai perkumpulan: ada yang membawa nama Jawa, Sumatra, Celebes, Ambon, hingga Batak. Pukul 19.30, rapat pertama dibuka. Tidak ada yang tahu bahwa dalam waktu kurang dari dua hari, kalimat-kalimat yang mereka sepakati akan menjadi salah […]
Pabrik BYD Subang Didemo Warga, FMSB Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
- Kamis, 29 Oktober 2026
klikduakali.id – Pabrik mobil listrik BYD di Kabupaten Subang menjadi sasaran aksi demontrasi warga pada Rabu (28/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyoroti persoalan penyerapan tenaga kerja lokal dan mendesak adanya dialog terbuka antara perusahaan, pemerintahan daerah, serta masyarakat untuk membahas akses pekerjaan bagi warga subang. Pengamat sosial Subang, Megi Akbar Setiawan, yang turut hadir dalam […]

×
×


Saat ini belum ada komentar